Pengabdian Junaidah di SD Negeri Pemanggilan
NATAR, NU Media Jati Agung,ā Junaidah bertekad menghidupkan kembali aktivitas dan kepercayaan masyarakat terhadap UPTD SD Negeri Pemanggilan, Desa Pemanggilan, Kecamatan Natar, Lampung Selatan, setelah sekitar 33 tahun mengabdi sebagai guru.
Pada usia 55 tahun, Junaidah yang kini menjabat kepala sekolah tersebut masih aktif melakukan berbagai pembenahan.
Ia juga ingin meningkatkan kembali jumlah peserta didik di sekolah yang berada di desa tempat tinggalnya.
Panggilan Hati untuk Mengabdi
Saat ditemui pada Rabu (30/9/2026), Junaidah menceritakan keputusannya untuk pindah ke UPTD SD Negeri Pemanggilan setelah mengajar sekitar 33 tahun di SD Negeri 3 Merak Batin.
Keputusan itu muncul setelah ia melihat jumlah peserta didik di sekolah tersebut terus menurun, meskipun kondisi fisik sekolah masih layak.
āPengennya saya, kayaknya panggilan hati deh. Ngelihat itu miris gitu lho, kok sekolahan bagus siswanya habis. Tuh gimana solusinya, caranya supaya ada siswa lagi, jangan sampai tutup,ā ujar Junaidah.
Membenahi Sekolah dari Dalam
Untuk menghidupkan kembali sekolah, Junaidah bersama para guru melakukan pembenahan dari sisi internal. Mereka memperkuat kedisiplinan, meningkatkan kegiatan peserta didik, serta membangun hubungan dengan masyarakat.
āKan kita benahi dari dalam, dari gurunya, dari intinya, pokoknya dari kedisiplinannya, kita benahi semua. Pembenahan semua udah 2 tahun ini,ā tuturnya.
Selain itu, sekolah mulai kembali menggelar berbagai kegiatan. Kegiatan ekstrakurikuler, perkemahan, peringatan hari besar, serta kegiatan lainnya mulai mendapat perhatian.
Dengan demikian, peserta didik memiliki ruang untuk belajar, berinteraksi, dan memperoleh pengalaman di luar kegiatan pembelajaran.
Komite Sekolah Ikut Mendukung
Junaidah juga menyebut komite sekolah memiliki peran dalam mendukung berbagai kegiatan. Menurutnya, komite memberikan dukungan terhadap sejumlah gagasan dan program yang sekolah ajukan.
Dukungan tersebut membantu sekolah menjalankan kegiatan meskipun jumlah peserta didik dan sumber daya sekolah masih terbatas.
Mencari Dukungan untuk Kegiatan Sekolah
Junaidah tidak hanya menunggu bantuan untuk menjalankan kegiatan sekolah. Ia bersama komite sekolah dan perangkat desa membangun komunikasi dengan masyarakat, toko, perusahaan, serta pihak lain di sekitar sekolah.
Bahkan, ia mendatangi sejumlah tempat untuk mengajak masyarakat ikut mendukung kegiatan sekolah.
Junaidah Datangi Masyarakat dan Perusahaan
āSaya keliling, masuk ke toko-toko itu, bangun-bangunan, ke perusahaan-perusahaan itu,sama pak kadus ā kata Junaidah.
Menurut Junaidah, masyarakat tidak selalu memberikan bantuan dalam jumlah besar. Namun, ia tetap mengumpulkan berbagai dukungan tersebut untuk menunjang kegiatan sekolah.
āEnggak banyak-banyak sih mereka ngasih itu, enggak besar-besaran gitu. Tapi kan kita kumpul-kumpulin kan bisa jadi untuk terlaksananya kegiatan,ā ujarnya.
Upaya tersebut antara lain mendukung kegiatan peringatan kemerdekaan dan berbagai kegiatan sekolah lainnya.
Bagi Junaidah, sekolah harus terus bergerak agar kegiatan pendidikan tetap berjalan.
āBiar ada lho kegiatan di sekolahan itu, enggak mati suri ibaratnya,ā ungkapnya.
Dua Tahun Mulai Terlihat Perubahan
Junaidah mengatakan pembenahan selama sekitar dua tahun terakhir mulai menunjukkan perkembangan. Ia melihat minat masyarakat untuk menyekolahkan anaknya di UPTD SD Negeri Pemanggilan mulai meningkat.
Bahkan, saat wawancara berlangsung, tiga peserta didik pindahan masuk ke sekolah tersebut dari luar daerah.
āAlhamdulillah dua tahun ini udah lumayan lah, udah banyak yang masuk. Kemarin ini tadi ada pindahan tiga, dari Tangerang Mereka mau sekolah di sini,ā ujarnya.
Perkembangan tersebut mendorong Junaidah untuk terus melakukan pembenahan. Ia berharap jumlah peserta didik terus bertambah dan masyarakat semakin percaya kepada sekolah.
33 Tahun Mengabdi di Dunia Pendidikan
Junaidah telah mengabdikan diri di dunia pendidikan sejak 1993. Selama kurang lebih 33 tahun, ia mengajar di SD Negeri 3 Merak Batin.
Kemudian, pada akhir 2024, ia memilih pindah dan mengabdikan diri di UPTD SD Negeri Pemanggilan.
Ingin Membangun Sekolah di Desa Sendiri
Selain faktor kedekatan tempat tinggal, Junaidah memiliki alasan emosional untuk membangun sekolah di desanya sendiri.
Ia mengetahui bahwa UPTD SD Negeri Pemanggilan dahulu memiliki jumlah peserta didik yang jauh lebih banyak. Menurutnya, sekolah tersebut pernah memiliki sekitar 500 peserta didik.
Karena itu, penurunan jumlah siswa menjadi perhatian baginya.
āSaya orang sini inilah makanya saya mau,ā katanya.
Saat ini, sekolah memiliki enam ruang kelas. Junaidah mengatakan fasilitas dasar sekolah masih cukup layak untuk mendukung kegiatan belajar.
Sekolah juga memiliki ruang perpustakaan yang sebelumnya mengalami kerusakan. Pihak sekolah kemudian melakukan perbaikan terhadap ruang tersebut.
Namun, Junaidah memahami bahwa pengembangan sarana harus menyesuaikan kebutuhan dan kondisi sekolah, termasuk keterbatasan lahan.
Harapan Junaidah untuk SD Negeri Pemanggilan
Junaidah menyadari masa pengabdiannya sebagai kepala sekolah akan memiliki batas waktu. Ia memperkirakan masih memiliki sekitar lima tahun sebelum memasuki masa pensiun.
Karena itu, ia ingin menggunakan masa kepemimpinannya untuk mendorong perkembangan UPTD SD Negeri Pemanggilan.
Ingin Jumlah Siswa Terus Bertambah
āMudah-mudahan dengan kepemimpinan saya di sini semakin majulah, semakin banyak siswanya,ā harapnya.
Junaidah juga menekankan pentingnya dukungan masyarakat. Menurutnya, kepala sekolah dan guru tidak dapat menjalankan pengembangan sekolah tanpa dukungan lingkungan.
āDidukung oleh masyarakat, yang pasti kan. Kalau kita enggak didukung oleh masyarakat ya susah kan?ā tuturnya.
Dengan pengalaman sekitar 33 tahun mengabdi sebagai pendidik, Junaidah kini melanjutkan pengabdiannya di sekolah yang berada di desanya sendiri.
Ia berupaya menghidupkan kegiatan sekolah, membangun komunikasi dengan masyarakat, serta mendorong bertambahnya peserta didik.
Sekolah sebagai Bagian dari Masyarakat
Bagi Junaidah, sekolah tidak hanya menjadi tempat peserta didik mengikuti pembelajaran. Sekolah juga menjadi bagian dari kehidupan masyarakat yang membutuhkan perhatian dan dukungan bersama.
Karena itu, ia memilih terus bergerak bersama guru, komite, perangkat desa, orang tua, dan masyarakat untuk menjaga keberlangsungan UPTD SD Negeri Pemanggilan.

