Pengajian Ahad Kliwon Jadi Wadah Persatuan Ulama dan Umara
Lampung Selatan, NU Media Jati Agung — Kepala Dusun Sukamaju B, Desa Sinar Rejeki, Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan, Suseno, mengajak masyarakat Nahdlatul Ulama (NU) menjaga tradisi keagamaan. Ia menyoroti kegiatan Yasinan dan Tahlilan yang kini mulai jarang berlangsung.
Suseno berharap Pengajian Rutin Ahad Kliwon dapat memperkuat kehidupan keagamaan masyarakat. Ia juga ingin kegiatan tersebut meningkatkan keimanan dan menjaga kerukunan warga.
Ia menyampaikan pesan itu kepada NU Media Jati Agung saat pengajian Ahad Kliwon di Masjid Al-Ihsan, Dusun Sukamaju B, Desa Sinar Rejeki, Minggu (25/10/2026).
Kadus Suseno Khawatir Tradisi Yasinan dan Tahlilan Mulai Hilang
Suseno menilai berkurangnya kegiatan Yasinan dan Tahlilan menjadi tantangan bagi masyarakat NU. Menurutnya, warga perlu menjaga tradisi keagamaan tersebut agar tetap lestari.
“Salah satu tantangan yang kami hadapi saat ini, khususnya di kalangan jamaah Nahdlatul Ulama, adalah semakin berkurangnya kegiatan Yasinan dan Tahlilan,” ungkap Suseno.
Ia menjelaskan bahwa masyarakat kini semakin jarang menggelar kedua kegiatan tersebut.
Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran terhadap keberlangsungan tradisi keagamaan di lingkungan warga.
“Seiring berjalannya waktu, kegiatan tersebut mulai jarang dilaksanakan dan dikhawatirkan perlahan-lahan akan hilang. Ini menjadi salah satu tantangan bagi kami sebagai masyarakat Nahdlatul Ulama di Dusun Sukamaju B untuk terus menjaga dan melestarikan kegiatan keagamaan tersebut,” lanjutnya.
Karena itu, Suseno mengajak masyarakat untuk terus menjaga tradisi tersebut. Ia berharap warga aktif mengikuti berbagai kegiatan keagamaan di lingkungan masing-masing.
Pengajian Ahad Kliwon Jadi Wadah Persatuan Ulama dan Umara
Suseno memandang Pengajian Rutin Ahad Kliwon sebagai ruang pertemuan ulama, pemerintah desa, dan masyarakat. Ia berharap kegiatan ini mampu memperkuat kehidupan keagamaan warga.
Program Pemerintah Desa Sinar Rejeki di bawah kepemimpinan Kepala Desa Iwan Syamsuri tersebut juga mengusung semangat persatuan ulama dan umara.
“Harapan kami selaku aparatur desa di bawah kepemimpinan Bapak Kepala Desa Iwan Syamsuri, melalui kegiatan Pengajian Rutin Ahad Kliwon yang menjadi wadah untuk menyatukan ulama dan umaro, semoga masyarakat Desa Sinar Rejeki semakin meningkat iman dan takwanya kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala,” tuturnya.
Selain meningkatkan iman dan takwa, Suseno juga menginginkan kerukunan masyarakat semakin kuat.
Ia menilai hubungan baik antara ulama dan umara memiliki peran penting dalam membangun kehidupan desa yang harmonis.
“Selain itu, kami juga berharap kegiatan ini dapat mempererat kerukunan antarwarga serta memperkuat sinergi antara ulama dan umaro dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis,” lanjutnya.
Suseno Ajak Warga Istiqamah Menghadiri Majelis Ilmu
Lebih lanjut, Suseno mengajak seluruh warga, khususnya masyarakat Dusun Sukamaju B, agar rutin menghadiri majelis ilmu.

Menurutnya, pengajian memberi kesempatan kepada masyarakat untuk memperluas wawasan keagamaan. Kegiatan tersebut juga dapat memperkuat pemahaman terhadap ajaran Islam.
“Pesan saya selaku Kepala Dusun kepada seluruh warga, khususnya masyarakat di dusun yang saya pimpin, agar dapat meluangkan waktu untuk menghadiri majelis ilmu, terutama pengajian-pengajian rutin,” pesannya.
Ia berharap warga tidak sekadar menghadiri pengajian. Masyarakat juga perlu memahami dan mengamalkan ilmu yang mereka peroleh.
“Harapan kami, melalui kegiatan majelis ilmu ini, masyarakat dapat menambah wawasan keagamaan serta meningkatkan iman dan takwa kepada Allah SWT,” tambahnya.
Pengajian Rutin Ahad Kliwon kali ini menghadirkan Kyai Muhammad Sahalludin Mahfudz. Pengasuh Pondok Pesantren Darul Muta’alimin tersebut menyampaikan tausiah tentang keutamaan menghadiri majelis ilmu, berzikir, dan membaca Al-Qur’an.
Kepala Desa Iwan Syamsuri turut menghadiri kegiatan tersebut bersama jajaran pemerintah desa dan tokoh agama. Pengurus MWCNU Jati Agung serta masyarakat dari sembilan dusun juga mengikuti pengajian.
Melalui Pengajian Ahad Kliwon, masyarakat diharapkan semakin aktif mengikuti kegiatan keagamaan. Warga juga diharapkan terus menjaga tradisi yang tumbuh di lingkungan Nahdlatul Ulama.
Pesan Suseno mengingatkan bahwa masyarakat memiliki peran penting dalam menjaga keberlangsungan tradisi keagamaan.
Pemerintah desa, tokoh agama, dan warga perlu terus membangun kepedulian serta keterlibatan bersama. (Ahmad Royani, S.H.I.).

