Ribuan Santri Iringi Pemakaman Nyai Machfudhoh
Jawa Timur, NU Media Jati Agung ā Ribuan santri mengiringi pemakaman Nyai Hj Machfudhoh Aly Ubaid menuju kompleks Maqbarah KH Abdul Wahab Hasbullah, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Senin (5/10/2026) sore.
Suasana haru menyelimuti prosesi pemakaman putri sulung KH Abdul Wahab Chasbullah, pendiri Nahdlatul Ulama (NU), tersebut.
Keluarga, kerabat, serta ribuan santri Pondok Pesantren Bahrul Ulum turut mengantar jenazah almarhumah.
Sebelumnya, keluarga dan para santri menyalatkan jenazah Nyai Machfudhoh di Masjid Jami’ Bahrul Ulum Tambakberas.
Sejumlah Tokoh Hadiri Pemakaman
Sejumlah tokoh turut hadir dalam prosesi pemakaman Nyai Machfudhoh. Mereka antara lain Wantimpres KH Yahya Cholil Staquf, perwakilan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Rais PCNU Jombang KH Ahmad Hasan, serta keluarga besar Pondok Pesantren Bahrul Ulum.
Para santri dan alumni juga hadir untuk memberikan penghormatan terakhir kepada almarhumah.
Nyai Hj Machfudhoh Aly Ubaid wafat pada Ahad (4/10/2026) pukul 22.30 WIB di Kalibata, Jakarta, dalam usia 82 tahun.
Keluarga Kenang Keteladanan Nyai Machfudhoh
Adik almarhumah, KH Hasib Wahab Hasbullah, mengenang Nyai Machfudhoh sebagai sosok yang dicintai keluarga sekaligus menjadi panutan bagi banyak orang.
“Almarhumah adalah sosok teladan bagi keluarga, para santri, dan kita semua. Beliau sosok orang yang kerja keras dan bertanggung jawab apabila diberi amanah,” ujarnya.
Menurut KH Hasib, Nyai Machfudhoh mewarisi semangat dan perjuangan KH Abdul Wahab Chasbullah dalam berjuang dan berkhidmah untuk Nahdlatul Ulama serta umat.
“Berbagai jabatan dan amanah dipegangnya, beliau adalah orang yang betul-betul energik dan penuh semangat sebagaimana ajaran Mbah Wahab kepada putra-putrinya,” jelasnya.Ā
Nyai Machfudhoh mendedikasikan hidupnya untuk umat. Bahkan hingga usia lanjut, ia masih dipercaya masuk dalam jajaran Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2026-2031.
Bahrul Ulum Kehilangan Sosok Pembimbing
Ketua Umum Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum (YPPBU) KH Abdurrazaq Sholeh turut menyampaikan duka atas wafatnya Nyai Machfudhoh.
“Saat ini Bahrul Ulum berduka, Bahrul Ulum menangis, Bahrul Ulum kehilangan sosok beliau yang membimbing kita semua,” ungkapnya.
Kepergian Nyai Machfudhoh meninggalkan duka bagi keluarga besar pesantren, para santri, alumni, dan warga Nahdlatul Ulama.
Kiprah Nyai Machfudhoh di Pesantren dan NU
Nyai Machfudhoh memiliki kiprah panjang dalam dakwah, pendidikan, dan organisasi Nahdlatul Ulama.
Sebagai pengasuh Pondok Pesantren Al-Lathifiyyah 1 Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, ia konsisten membina generasi muda, khususnya dalam pendidikan santri perempuan, sejak 1994.
Selain mengabdi di pesantren, Nyai Machfudhoh pernah menerima sejumlah amanah di lingkungan NU maupun politik.
Ia pernah memimpin Wanita Persatuan Pusat dan menjabat Wakil Ketua Departemen Dakwah DPP PPP.
Pengabdian Panjang di Fatayat NU dan PBNU
Di lingkungan NU, Nyai Machfudhoh pernah menjabat Ketua PW Fatayat NU DKI Jakarta. Ia kemudian dipercaya menjadi Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Fatayat NU masa khidmah 1979-1989.
Atas kiprah dan pengabdiannya, Nyai Machfudhoh dipercaya menjadi pengurus PP Muslimat NU dan A’wan PBNU masa khidmah 2015-2021.
Pada masa khidmah 2026-2031, ia kembali mendapat amanah sebagai Mustasyar PBNU.
Pengabdian panjang tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan Nyai Machfudhoh dalam dakwah, pendidikan, pesantren, serta perjuangan Nahdlatul Ulama. (ARIF)

