KONI Siapkan PON 2028 untuk Tingkatkan Prestasi Olimpiade
Denpasar, NU Media Jati Agung – KONI PON 2028 akan berfokus pada cabang olahraga unggulan Olimpiade Los Angeles 2028. Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat mulai menyiapkan strategi pembinaan atlet melalui berbagai ajang nasional menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII 2028 di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB).
Ketua Umum KONI Pusat, Marciano Norman, menyampaikan hal tersebut saat Pelantikan Pengurus KONI Bali di Denpasar, Jumat (15/5/2026).
Marciano menegaskan arah kebijakan KONI untuk mendukung target prestasi Indonesia di Olimpiade.
βKe depan PON XXII 2028 di Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat akan difokuskan pada cabang olahraga Olimpiade,β ucap Ketua Umum KONI Pusat Letjen TNI (Purn) Marciano Norman saat Pelantikan Pengurus KONI Bali di Denpasar, Jumat.
KONI Gelar Sejumlah Ajang Pendukung Menuju PON 2028
Marciano menjelaskan KONI mulai mempersiapkan atlet melalui sejumlah ajang olahraga nasional. Selain itu, KONI juga mengarahkan pembinaan sejak dini agar atlet Indonesia mampu bersaing di tingkat dunia.
Ia menerangkan bahwa KONI sudah menggelar PON bela diri pada 2025 di Kudus.
βYang pertama Pekan Olahraga Nasional bela diri yang diikuti oleh 18 cabang olahraga tahun 2025 telah dilakukan di Kudus, kemudian 2026 ini akan dilaksanakan di Manado, Sulawesi Utara untuk bela diri,β kata dia.
PON Pantai dan Indoor Masuk Agenda KONI
Selain PON bela diri, KONI juga menyiapkan PON olahraga pantai di Ancol, DKI Jakarta. Kemudian, KONI akan menggelar PON cabang olahraga indoor dan remaja pada 2027.

Langkah tersebut bertujuan untuk mencetak lebih banyak atlet unggulan dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk Bali yang selama ini konsisten melahirkan atlet berprestasi.
KONI Dorong Atlet Bali Kembali Berprestasi
Marciano menilai Bali memiliki sejarah panjang dalam mencetak atlet nasional. Bahkan, sejumlah atlet dunia asal Indonesia lahir dari Pulau Dewata.
Sebelum menyinggung prestasi olahraga Bali, Marciano mengaku sempat mengunjungi legenda tinju Indonesia, Pino Bahari.
βTadi malam saya kebetulan meluangkan waktu untuk mampir ke kediamannya Pino Bahari, pada masa itu Bali pernah mendapat tujuh medali emas tinju pada kejuaraan nasional, oleh karenanya saya harapkan ke depan lahir juga petinju-petinju dari Bali,β ujarnya.
Selain itu, Marciano juga menyoroti prestasi cabang olahraga Kabaddi pada SEA Games Bangkok, Thailand. Ia menilai cabang olahraga nonunggulan juga memiliki peluang besar menyumbang medali untuk Indonesia.
Pada kesempatan tersebut, Marciano mengapresiasi keberhasilan Kabaddi meraih medali emas di bawah kepemimpinan I Gusti Bagus Alit Putra. (Ahmad Royani, S.H.I)

