Lompat ke konten utama

NU MEDIA JATI AGUNG

NU MEDIA JATI AGUNG
Logo NU Jatiagung

NU Jatiagung - Situs Resmi

01 / 01

LP Ma’arif NU Lamongan Lantik 60 Kepala Sekolah

LP Ma’arif NU Lamongan Perkuat Kaderisasi Pendidikan

 

LAMONGAN , NU Media Jati Agung— LP Ma’arif NU Lamongan melantik 60 kepala sekolah dan madrasah dari berbagai jenjang pendidikan di Aula Lantai III Kantor PCNU Lamongan, Sabtu (19/9/2026).

Pelantikan tersebut sekaligus mendorong lembaga pendidikan Ma’arif mencetak kader NU masa depan.

Ketua PCNU Lamongan Gus Syahrul Munir melantik para kepala lembaga dari jenjang MI/SD, MTs/SMP hingga SMA/MA/SMK. Para kepala lembaga bersama Ketua BP3MNU turut menghadiri kegiatan tersebut.

Selain menjadi momentum penguatan lembaga pendidikan, pelantikan masuk dalam rangkaian Harlah ke-97 LP Ma’arif NU dan kegiatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 PCNU Lamongan.

Kepala Sekolah Diminta Jadikan Amanah sebagai Khidmah

Dalam sambutannya, Gus Syahrul Munir meminta seluruh kepala madrasah dan sekolah yang baru mengemban amanah untuk menjadikan tugas tersebut sebagai bagian dari khidmah kepada NU melalui jalur pendidikan.

Ia juga mendorong seluruh kepala lembaga menjaga kekompakan dan membangun persatuan dalam mengembangkan pendidikan Ma’arif NU.

“Saya minta kepala lembaga dapat bekerja secara kompak, dan membangun persatuan dalam mengembangkan pendidikan Ma’arif NU. “Selamat mengemban khidmah di lembaga pendidikan di bawah naungan LP Ma’arif NU. Semoga perjuangan khidmah diberikan kemudahan,” harapnya.

Lebih lanjut, Gus Syahrul menegaskan bahwa lembaga pendidikan Ma’arif NU harus memiliki arah pembelajaran yang jelas dengan berlandaskan manhaj Ahlussunnah wal Jamaah.

LP Ma’arif NU Siapkan Kader Masa Depan

Menurut Gus Syahrul, peserta didik Ma’arif memiliki posisi penting dalam proses kaderisasi NU pada masa mendatang. Karena itu, sekolah tidak cukup hanya memberikan kemampuan akademik kepada peserta didik.

Penguatan karakter dan pemahaman agama juga menjadi bagian penting dalam proses pendidikan di lingkungan Ma’arif NU.

“Anak-anak Ma’arif ini adalah kader NU masa depan. Untuk itu harus dibekali karakter dan agama yang jelas,” tegasnya.

Sementara itu, kepala sekolah dan madrasah memiliki posisi strategis dalam menentukan perkembangan lembaga. Mereka juga memegang peran dalam membentuk karakter generasi yang kelak melanjutkan kaderisasi NU.

Pembelajaran STEAM Jawab Perkembangan Zaman

Untuk menghadapi perkembangan zaman, Gus Syahrul mendorong lembaga pendidikan LP Ma’arif NU Lamongan semakin serius mengembangkan pembelajaran berbasis STEAM atau Science, Technology, Engineering, Arts and Mathematics.

Selain meningkatkan kualitas akademik, pengembangan metode tersebut dapat memperluas kemampuan peserta didik dalam menghadapi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Pada sisi kaderisasi, Gus Syahrul juga mendorong peningkatan kapasitas melalui PD-PKPNU di lingkungan lembaga pendidikan Ma’arif.

“Saya berharap kepala-kepala lembaga Ma’arif NU sudah PD-PKPNU. Ke depan, setiap lembaga setidaknya ada lima guru yang sudah PD-PKPNU, agar kita bisa serentak dan kompak,” pintanya.

LP Ma’arif NU Lamongan Perkuat Kualitas Guru

Ketua LP Ma’arif NU Lamongan H. Ali Nurdin turut memaparkan sejumlah capaian dan orientasi program kepengurusan ke depan.

Salah satu fokus organisasi yakni meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) guru melalui kerja sama dengan Lembaga Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU) Lamongan.

“Selamat kepada para kepala madrasah dan sekolah yang mendapatkan amanah baru tersebut.

Ia berharap amanah tersebut dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab, sehingga mampu membawa lembaga pendidikan Ma’arif NU Lamongan semakin maju,” pesannya.

Ali menilai semangat seorang kepala lembaga memiliki pengaruh terhadap perkembangan sekolah. Karena itu, kepala sekolah dan madrasah perlu membuat berbagai terobosan untuk meningkatkan kualitas sumber daya yang mereka kelola.

Studi Tiru Jadi Pilihan Pengembangan Sekolah

Pengembangan kapasitas lembaga juga dapat dilakukan dengan mempelajari inovasi dari sekolah atau madrasah yang telah berkembang.

Ali mendorong kepala lembaga mengajak para guru melakukan studi tiru sehingga mereka dapat mempelajari berbagai program dan inovasi pendidikan.

“Panjenengan (anda) bisa mengajak guru-guru untuk studi tiru di lembaga yang maju-maju,” katanya.

Selain itu, LP Ma’arif NU Lamongan telah menjalankan dan menyiapkan sejumlah program pendidikan. Salah satunya penerbitan buku paket pendidikan Aswaja NU untuk jenjang MI/SD.

Organisasi tersebut juga terus mengembangkan program Jelajah Santri III Sako Ma’arif NU Lamongan.

Ma’arif NU Didorong Menjadi Rujukan Masyarakat

Ke depan, Ali berharap lembaga pendidikan di bawah naungan LP Ma’arif NU Lamongan tidak hanya berkembang secara internal. Sekolah dan madrasah juga diharapkan mampu menjadi rujukan bagi masyarakat dan lembaga pendidikan lainnya.

“Harapannya, lembaga Ma’arif NU Lamongan menjadi rujukan bagi masyarakat dan lembaga-lembaga di luar,” tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, LP Ma’arif NU Lamongan juga mencanangkan Batik Ma’arif Lamongan.

Guru LP Ma’arif akan mengenakan batik tersebut setiap Kamis tanggal 19 setiap bulan. Sementara itu, peserta didik jenjang MI/SD, MTs/SMP hingga SMA/MA/SMK akan mengenakan Batik Ma’arif setiap Kamis.

Melalui pelantikan 60 kepala sekolah dan madrasah tersebut, LP Ma’arif NU Lamongan memperkuat kepemimpinan lembaga sekaligus mendorong pengembangan akademik, karakter, kaderisasi, dan inovasi pendidikan.

Sumber: Surabaya Pagi