Waryanto Jalankan Dua Amanah dalam Semangat Khidmat
JATI AGUNG, NU Media Jati Agung ā Waryanto mendapat dua amanah dalam perjalanan pengabdiannya di Kecamatan Jati Agung, Lampung Selatan.
Selain menjabat sebagai Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Jati Agung, ia juga dipercaya sebagai Ketua Panitia Pelaksana Hari Santri Nasional (HSN) 2026 Kecamatan Jati Agung.
Amanah sebagai Ketua Panitia Hari Santri Nasional menjadi pengalaman baru bagi Waryanto. Sebelumnya, ia mengaku belum pernah terlibat sebagai ketua panitia dalam kegiatan Hari Santri.
Meski demikian, ia memilih menjalankan tanggung jawab tersebut dengan kesungguhan, doa, dan semangat kebersamaan. Bagi Waryanto, niat yang sungguh-sungguh menjadi salah satu modal dalam menjalankan amanah.
āPada dasarnya kalau kita niat bersungguh-sungguh itu pasti ada jalan. Bismillah aja, karena ini menurut saya itu suatu momen yang baik, mudah-mudahan ada jalan,ā ujar Waryanto,Di kediamannya (03/10/2026)
Menerima Amanah dengan Kebersamaan
Waryanto menerima amanah sebagai Ketua Panitia Hari Santri Nasional 2026 melalui penunjukan secara aklamasi. Sebagai kader GP Ansor, ia memandang kesiapan menjalankan amanah sebagai bagian dari proses berkhidmat di tengah masyarakat.
Karena itu, Waryanto tidak ingin menjalankan tugas kepanitiaan seorang diri. Ia memilih membangun kerja sama dengan para pengurus, kader, senior, dan berbagai unsur yang terlibat dalam persiapan kegiatan.
āSaya baru ini, baru ini jadi ketua panitia HSN. Yang sebelum-sebelumnya bahkan saya enggak pernah masuk di struktur panitia. Akan tetapi ya bismillah aja,ā tuturnya.
Menurut Waryanto, sejumlah tokoh dan senior juga siap memberikan dukungan dalam pelaksanaan kegiatan Hari Santri Nasional 2026.
āDi belakang-belakang saya itu banyak orang-orang hebat seperti pengurus MWCNU khususnya dan banom-banom juga, dan ada Pak Misman, Pak Sukri, Pak Taji, Pak Sahal, itu yang siap support dalam segala macam bentuk hal apapun nanti bareng-bareng,ā katanya.
Dukungan tersebut menjadi bagian dari semangat kebersamaan yang ingin Waryanto bangun dalam kepanitiaan. Ia meyakini kerja bersama dapat membantu menjalankan amanah dengan lebih baik.
āYa wis ayo bareng-bareng, insya Allah bisa,ā lanjutnya.
Perjalanan Waryanto dalam Organisasi
Aktif Berorganisasi Sejak 2015
Sebelum menerima dua amanah tersebut, Waryanto telah memiliki pengalaman dalam berbagai organisasi kepemudaan. Ia mulai aktif berorganisasi sekitar 2015 ketika masih menempuh pendidikan tinggi.
Pada masa itu, Waryanto bergabung dengan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). Setelah itu, ia melanjutkan aktivitas organisasi melalui Karang Taruna dan menyebut dirinya aktif di organisasi kepemudaan tersebut selama kurang lebih 10 tahun.
Perjalanan Waryanto kemudian berlanjut dengan bergabung bersama GP Ansor pada 2019. Dalam perjalanan tersebut, ia mengaku sempat mengalami beberapa masa vakum.
Namun, aktivitas organisasi tidak membuatnya meninggalkan hubungan dengan keluarga besar Nahdlatul Ulama. Ia tetap berupaya hadir dalam berbagai kegiatan yang berlangsung di lingkungan NU.
āInsya Allah saya selalu ada dalam kegiatan-kegiatan keluarga besar Nahdlatul Ulama meskipun saya tidak jadi panitia, peserta, seperti itu,ā ujarnya.
Pendidikan Tetap Menjadi Bagian Perjalanan
Di tengah aktivitas organisasi, Waryanto juga terus melanjutkan pendidikan. Ia telah menyelesaikan pendidikan Strata 1 (S1) dan saat ini masih menjalani pendidikan Strata 2 (S2).
Bagi Waryanto, pendidikan dan pengalaman organisasi menjadi bagian dari proses untuk terus belajar dan berkembang. Keduanya juga menjadi ruang untuk membangun pengalaman serta memberikan manfaat di tengah masyarakat.
Memaknai Hari Santri sebagai Ruang Kebersamaan
Hari Santri untuk Seluruh Umat Muslim
Sebagai Ketua Panitia Hari Santri Nasional 2026 sekaligus Ketua PAC GP Ansor Jati Agung, Waryanto berharap peringatan Hari Santri dapat menjadi momentum yang memperkuat kebersamaan masyarakat.
Menurutnya, Hari Santri tidak hanya menjadi momentum bagi warga Nahdliyin. Ia melihat peringatan tersebut sebagai ruang kebersamaan bagi umat Islam yang memiliki aktivitas keagamaan.
āBukan cuman warga Nahdliyin sebenarnya, Hari Santri itu seluruh umat Muslim yang di situ ada kegiatan keagamaan, baik santri yang tinggal ataupun santri yang ngalong,ā ungkapnya.
Pandangan tersebut menunjukkan bahwa Waryanto ingin menjadikan peringatan Hari Santri sebagai momentum yang dapat mempertemukan berbagai unsur masyarakat dalam suasana kebersamaan dan kegiatan keagamaan.
Mendorong Semangat Organisasi di Jati Agung
Selanjutnya, Waryanto berharap pelaksanaan Hari Santri Nasional 2026 dapat memberikan semangat baru bagi organisasi di lingkungan Nahdlatul Ulama Kecamatan Jati Agung.
Ia berharap seluruh badan otonom NU dapat semakin aktif dalam berbagai kegiatan dan membangun kebersamaan dalam menjalankan program organisasi.
āHarapannya dengan kita mengadakan peringatan Hari Santri Nasional itu, kita akan lebih dilihat hidup, terutama di seluruh badan otonom Nahdlatul Ulama Kecamatan Jati Agung,ā pungkasnya.
Dua amanah yang Waryanto jalankan, yakni sebagai Ketua PAC GP Ansor Jati Agung dan Ketua Panitia Hari Santri Nasional 2026, menjadi bagian dari perjalanan pengabdiannya di tengah masyarakat.
Dengan pengalaman organisasi sejak masa mahasiswa, aktivitas di Karang Taruna, keterlibatan bersama GP Ansor, serta pendidikan yang terus ia lanjutkan, Waryanto berupaya menjalankan amanah tersebut melalui semangat kebersamaan.
Bagi Waryanto, tanggung jawab tersebut bukan sekadar posisi dalam sebuah kepanitiaan. Ia memilih menjalankannya dengan kesungguhan, saling mendukung, dan semangat bismillah dalam setiap langkah.Ā (Erwin indra saputra)

