Peserta Diberi Ruang untuk Tampil, Berkarya dan Menunjukkan Kemampuan
Pesawaran, NU Media Jati Agung — Di tengah persaingan memperebutkan gelar juara, HQ Festival 2026 membawa pesan yang lebih luas.
Panitia menggelar perlombaan di Pondok Tahfidz Hidayatul Qur’an, Desa Gerning, Kecamatan Tegineneng, Pesawaran, Sabtu (19/9/2026).
Kegiatan tersebut bukan semata-mata untuk menentukan siapa yang terbaik.
Ketua Panitia HQ Festival 2026, Muhammad Afnan Afandi, S.E., mengatakan panitia merancang kegiatan tersebut sebagai ruang bagi siswa dan peserta umum.
Menurutnya, kegiatan itu menjadi kesempatan bagi peserta untuk menampilkan kreasi dan kemampuan mereka.
Kompetisi Bukan untuk Mencari Siapa yang Hebat
Lebih lanjut Muhammad Afnan Afandi menegaskan, kemenangan bukan satu-satunya tujuan yang ingin dicapai melalui pelaksanaan HQ Festival 2026.
“Tujuan yang ingin kita capai adalah memberikan wadah bagi para siswa sekolah maupun umum untuk menampilkan kreasi masing-masing kemudian menunjukkan kualitas dirinya tanpa harus menyombongkan diri,” ujar Muhammad Afnan Afandi kepada NU Media Jati Agung, Sabtu (19/9/2026).
Ia menilai kompetisi seharusnya dapat memberikan pengalaman kepada peserta untuk berani tampil dan berhadapan dengan orang lain.
“Artinya kompetisi yang kita laksanakan ini bukan dalam rangka mencari siapa yang hebat tetapi kita memberikan wadah bagi mereka untuk mencoba tampil dihadapan orang lain,” katanya.
Menurutnya, peserta dapat memperoleh pengalaman penting melalui kompetisi, terlepas dari hasil akhir perlombaan.
Membuka Potensi yang Belum Terlihat
Selain menjadi ruang berkompetisi, pemilihan sejumlah cabang lomba dalam HQ Festival 2026 juga berkaitan dengan upaya menjaring potensi siswa.

Lebih jauh, Afnan mengatakan setiap siswa dapat memiliki kemampuan berbeda yang belum tentu muncul di lingkungan sekolah.
“Kenapa cabang-cabang tersebut yang dipilih karena kita mau menjaring siswa siswi, mencari potensi-potensi mereka yang sebenarnya mungkin mereka di sekolah punya potensi masing-masing dan belum terlihat,” ujarnya.
Melalui perlombaan, peserta mendapatkan kesempatan untuk memperlihatkan kemampuan tersebut di hadapan guru, teman, maupun peserta dari lembaga lain.
Panitia mempertandingkan sejumlah cabang dalam HQ Festival 2026, mencakup bidang dakwah, pengetahuan keislaman, keterampilan, hingga seni hadroh.
Kompetisi Sekaligus Mempererat Silaturahmi
Bagi panitia, pengalaman mengikuti festival juga tidak berhenti pada kompetisi. Pertemuan peserta dari berbagai lembaga pendidikan menjadi kesempatan untuk memperluas hubungan dan mempererat silaturahmi.
“Yang pasti caranya untuk silaturahim, menyambung tali persaudaraan antar murid siswa sekolah,” kata Afnan.
Dengan konsep tersebut, HQ Festival 2026 tidak hanya menempatkan perlombaan sebagai ajang untuk meraih gelar juara, tetapi juga sebagai ruang bagi peserta untuk berani tampil, menunjukkan kemampuan, serta mengenali potensi yang mereka miliki. (ARIF)

