MWCNU Jati Agung Matangkan Persiapan Hari Santri Nasional
Lampung Selatan, NU Media Jati Agung ā Hari Santri Nasional 2026 menjadi fokus musyawarah jajaran Pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Jati Agung bersama panitia serta perwakilan kelembagaan dan badan otonom (Banom) NU se-Kecamatan Jati Agung.
Musyawarah berlangsung di Kantor MWCNU Jati Agung, Jalan Kota Baru, Dusun Srimukti, Desa Sinar Rezeki, Rabu malam (30/9/2026).
Dalam pertemuan tersebut, peserta membahas susunan kepanitiaan, lokasi puncak peringatan, serta teknis pelaksanaan acara.
Selain itu, musyawarah juga membahas kebutuhan konsumsi, pendanaan, keamanan, kesehatan, kebersihan, serta media dan dokumentasi.
Peringatan Dipusatkan di Kantor Kecamatan Jati Agung
Hasil musyawarah menetapkan Kantor Kecamatan Jati Agung sebagai pusat pelaksanaan Hari Santri Nasional 2026 tingkat Kecamatan Jati Agung.
Panitia memilih lokasi tersebut untuk mempermudah akses warga Nahdliyin dan masyarakat umum dari 21 desa se-Kecamatan Jati Agung.
Ketua Panitia HSN 2026 Jati Agung, Waryanto, S.Pd.I., menekankan pentingnya gotong royong dan rasa memiliki bersama dalam menyukseskan peringatan tersebut.
“Hari Santri adalah hajat kita bersama. Semangat utama yang kita usung adalah kebersamaan, kemandirian, dan khidmat kepada ulama serta bangsa. Melalui kepanitiaan lintas unsur iniāmulai dari MWC, Ansor, Banser, Muslimat, Fatayat, hingga Pagar Nusaākita optimis peringatan HSN tahun ini berjalan sukses dan memberikan dampak positif bagi masyarakat,” ujar Waryanto.
Susunan Inti Panitia HSN 2026
Berdasarkan hasil musyawarah, panitia menetapkan susunan inti Panitia Pelaksana Hari Santri Nasional 2026 Kecamatan Jati Agung.
– Ketua Panitia: Waryanto, S.Pd.I.
– Wakil Ketua: Danu (MWCNU) dan Eva, M.A. (Margahayu/Muslimat)
– Sekretaris: Puji Swasono, S.Kom., Budi Budianto, dan Niki Estu Mufaq
– Bendahara: Oksi Suryadi, Iwan Hakim, dan Mualif Majid
– Ketua Pelaksana: Ust. Muhammad Rozali, Ust. Abdullah Fitri, Ust. Sugito, dan Yusran Rusdin
Selain susunan inti tersebut, panitia juga membentuk sejumlah seksi pendukung. Seksi tersebut meliputi Acara, Perlengkapan, Konsumsi, Media/Dokumentasi (LTNNU/NU Media), Keamanan (Banser & Pagar Nusa), Kesehatan, dan Kebersihan.
Panitia Dorong Kemandirian dan Gotong Royong
Selanjutnya, musyawarah membahas prinsip kemandirian dan kesukarelaan dalam pendanaan serta penyediaan konsumsi.
Panitia menyepakati penghimpunan dana secara sukarela dari setiap ranting tanpa unsur paksaan.
Besaran dukungan akan menyesuaikan kemampuan masing-masing ranting dan kebutuhan kegiatan.
Selain pendanaan, panitia juga mengajak seluruh desa untuk berpartisipasi dalam penyediaan konsumsi.
Sebanyak 21 desa mendapat kesempatan untuk menyumbangkan nasi bungkus minimal 50 bungkus per desa serta nasi tumpeng.
Panitia akan menyediakan konsumsi tersebut untuk peserta upacara, santri, dan masyarakat yang hadir dalam rangkaian peringatan.
Perkuat Silaturahmi dan Semangat Kebersamaan
Melalui musyawarah tersebut, MWCNU Jati Agung bersama seluruh unsur yang terlibat menyiapkan pelaksanaan Hari Santri Nasional 2026 secara bersama-sama.
Selain menjadi agenda tahunan, kegiatan tersebut juga menjadi ruang bagi warga NU dan masyarakat untuk mempererat silaturahmi serta membangun kebersamaan.
Panitia juga membawa semangat nasionalisme dan penghormatan terhadap perjuangan ulama serta santri dalam rangkaian peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Kecamatan Jati Agung.

