Dibuat oleh : Muhammad Yusuf Rangkuti
Peserta PKL PC PMII padang
Di tengah tuntutan mahasiswa untuk berprestasi secara akademik sekaligus aktif dalam organisasi, persoalan kesadaran akademik menjadi semakin penting. Mahasiswa tidak cukup hanya mengejar nilai, menyelesaikan tugas, dan memperoleh gelar, tetapi juga dituntut memiliki kemampuan berpikir kritis, menjunjung integritas ilmiah, serta mampu menghubungkan ilmu pengetahuan dengan realitas sosial.
Dalam konteks Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Nilai Dasar Pergerakan (NDP) memiliki relevansi penting sebagai landasan nilai dalam membentuk karakter mahasiswa. Karena itu, internalisasi NDP perlu ditempatkan bukan sekadar sebagai materi kaderisasi, melainkan sebagai nilai yang diwujudkan dalam kehidupan akademik sehari-hari.
Kesadaran akademik pada dasarnya tidak hanya berkaitan dengan kemampuan mahasiswa memperoleh nilai yang tinggi. Kesadaran akademik mencakup kesadaran untuk belajar secara sungguh-sungguh, membaca secara kritis, berdiskusi secara terbuka, menulis berdasarkan sumber yang dapat dipertanggungjawabkan, serta menjaga kejujuran dalam proses memperoleh pengetahuan.
Persoalannya, aktivitas akademik mahasiswa terkadang masih dipandang sebatas kewajiban formal. Kuliah dilakukan untuk memenuhi kehadiran, tugas dikerjakan untuk memenuhi tuntutan dosen, sedangkan kegiatan membaca dan berdiskusi belum selalu menjadi bagian dari kebiasaan intelektual. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa keberhasilan pendidikan tidak cukup diukur dari hasil akademik, tetapi juga dari bagaimana mahasiswa membangun sikap dan tanggung jawab terhadap ilmu pengetahuan.
Di sinilah NDP memiliki ruang yang strategis. Bagi kader PMII, NDP semestinya tidak berhenti pada ruang kaderisasi atau forum diskusi organisasi. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya perlu diterjemahkan ke dalam perilaku konkret, termasuk dalam menjalankan kehidupan akademik.

