PAC Fatayat NU Rajabasa Resmi Dibentuk
Bandar Lampung, NU Media Jati Agung ā PAC Fatayat NU Rajabasa resmi terbentuk melalui rangkaian Konferensi Anak Cabang di Sekretariat Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Rajabasa, Jumat (2/10/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Faizatul Hamidah terpilih sebagai Ketua PAC Fatayat NU Rajabasa.
Pembentukan kepengurusan tersebut menjadi langkah untuk memperkuat kaderisasi perempuan muda Nahdlatul Ulama (NU) sekaligus memperluas keterlibatan mereka dalam kegiatan keagamaan, sosial, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat.
Faizatul Hamidah Tekankan Kerja Kolektif
Sebagai ketua terpilih, Faizatul Hamidah menyampaikan bahwa amanah tersebut merupakan tanggung jawab bersama.
Karena itu, ia mendorong kerja kolektif, komunikasi, dan keterlibatan seluruh kader dalam menjalankan organisasi.
“Bagi saya, amanah ini kesempatan untuk bersama-sama belajar, bertumbuh, dan berkhidmah melalui Fatayat NU,” ujarnya kepada, Ahad (4/10/2026).
Selain itu, Faizatul menyadari bahwa organisasi tidak dapat berjalan hanya dengan mengandalkan satu orang.
Ia pun berharap seluruh pihak dapat saling mendukung dan menjaga kekompakan.
“Karena itu, saya berharap seluruh pihak saling mendukung, menjaga kekompakan, dan berkontribusi sesuai dengan kemampuan masing-masing,” katanya.
Menurut Faizatul, organisasi perlu menghadirkan kegiatan yang tidak hanya memperkuat kader secara internal, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat.
Fatayat NU Rajabasa Jadi Ruang Pengembangan Perempuan Muda
Lebih lanjut, Faizatul berharap pembentukan PAC Fatayat NU Rajabasa menjadi titik awal tumbuhnya gerakan perempuan muda NU yang aktif, solid, dan dekat dengan kebutuhan masyarakat.
“Kami ingin Fatayat NU Rajabasa menjadi ruang yang terbuka bagi perempuan muda untuk belajar berorganisasi, meningkatkan kapasitas diri, memperkuat pemahaman keagamaan, serta mengembangkan kepedulian sosial,” tuturnya.
Selanjutnya, ia mengajak seluruh kader menjadikan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaāah An-Nahdliyah sebagai pijakan dalam menjalankan organisasi.
MWCNU Rajabasa Dorong Penguatan Kaderisasi
Sementara itu, Ketua MWCNU Rajabasa, Kamalul Mustofa, mengatakan pembentukan PAC Fatayat NU merupakan bagian dari upaya memperkuat kaderisasi dan mempersiapkan generasi perempuan NU untuk melanjutkan perjuangan organisasi.
“Ini adalah bagian dari ikhtiar membangun kader, memperkuat jamāiyyah, dan menyiapkan generasi perempuan NU untuk melanjutkan perjuangan NU di masa yang akan datang,” katanya.
Menurutnyan, perempuan memiliki posisi strategis dalam perjalanan NU. Ia menilai perempuan menjadi bagian penting dari kekuatan jamāiyyah, baik dalam keluarga, pendidikan, lingkungan masyarakat, maupun berbagai aktivitas sosial.
“Fatayat NU Rajabasa dapat menjadi ruang bagi perempuan muda NU untuk belajar, mengembangkan kapasitas diri, membangun kepemimpinan, serta mengabdikan kemampuan mereka kepada masyarakat,” ungkapnya.
Fatayat NU Diharapkan Lahirkan Kader Perempuan Peduli
Lebih lanjut, Kamalul Mustofa mengatakan keberadaan Fatayat NU harus mampu melahirkan kader perempuan yang memiliki pemahaman keagamaan sekaligus kepedulian sosial.
“NU membutuhkan generasi muda perempuan yang siap mengambil bagian dalam perjalanan organisasi,” tegasnya.
Kang Alul, sapaan akrab Kamalul Mustofa, berharap PAC Fatayat NU Rajabasa aktif menyelenggarakan berbagai kegiatan organisasi dan hadir secara nyata di tengah masyarakat.
“Begitu pula dalam kegiatan ke-NU-an, Fatayat hendaknya menjadi bagian yang ikut menghidupkan. Sebab, hakikat organisasi NU adalah khidmah,” pungkasnya.
Dengan terbentuknya PAC Fatayat NU Rajabasa, kader perempuan muda NU diharapkan memiliki ruang yang lebih kuat untuk mengembangkan kapasitas, membangun kepemimpinan, serta mengambil peran dalam kegiatan sosial dan ke-NU-an di masyarakat. (ARIF)

