Lompat ke konten utama

NU MEDIA JATI AGUNG

NU MEDIA JATI AGUNG
Logo NU Jatiagung

NU Jatiagung - Situs Resmi

01 / 01

Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H dan Harlah Majelis Sholawat Nurul Huda ke-1

Lampung Selatan, NU Media Jati Agung — Maulid Nabi dan Harlah Majelis Sholawat Nurul Huda berlangsung pada 21 September 2026 di halaman Masjid Nurul Huda, Dusun 4, Desa Malang Sari, Kecamatan Tanjung Sari, Kabupaten Lampung Selatan.

Majelis Sholawat Nurul Huda menggelar kegiatan tersebut untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah sekaligus Harlah ke-1 Majelis Sholawat Nurul Huda.

Kegiatan ini juga menjadi momentum mempererat silaturahmi antara jamaah, wali santri, dan masyarakat.

Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah tokoh agama, tokoh masyarakat, aparatur desa, pengasuh majelis, santri, wali santri, serta masyarakat dan pencinta sholawat.

Kepala Desa Malang Sari, Ibu Asih Supriyati, hadir mewakili aparatur desa. Selain itu, Al Mukarom Kiai Muhammad Zam Zami, pengasuh Pondok Pesantren Tri Bakti Darul Falah Nidhomuttolibin, Desa Sidodadi Asri, Lampung Selatan, turut hadir.

Pengasuh TPQ Nurul Huda sekaligus Majelis Sholawat Nurul Huda, Raka Ramadhani, juga hadir dalam kegiatan tersebut.

Maulid Nabi dan Harlah Majelis Nurul Huda

Kegiatan berlangsung dengan rangkaian acara keagamaan. Panitia membuka acara, kemudian melanjutkannya dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan sambutan.

Setelah itu, jamaah mengikuti pembacaan Sholawat Nariyah dan Maulid Simtuddurar. Selanjutnya, acara berlanjut dengan mauidhoh hasanah.

Raka Ramadhani menjelaskan bahwa kegiatan tersebut memiliki tujuan utama untuk mengenang kelahiran Nabi Muhammad SAW sekaligus meneladani akhlak dan sifat beliau.

ā€œMengenang kelahiran Nabi Muhammad SAW, meneladani akhlak & sifat beliau, serta menumbuhkan rasa cinta kepada Rasulullah. Mempererat ukhuwah islamiyah dan silaturahmi antar jamaah, wali santri, dan masyarakat” ujarnya.

Harlah ke-1 Majelis Sholawat Nurul Huda

Peringatan tahun ini menjadi Harlah pertama bagi Majelis Sholawat Nurul Huda. Raka Ramadhani menyebut kegiatan tersebut sebagai tahun pertama berdirinya Majelis Sholawat Nurul Huda.

ā€œke-1 (satu) — tahun pertama berdirinya Majelis Sholawat Nurul Hudaā€katanya.

Foto Dok Ahmad Royani: Gus M. Zamzami berdoa usai potong tumpeng dalam rangka Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriyah dan Harlah ke 1 Majelis Nurul Huda Desa Malang Sari Tanjung Sari.

Selain memperingati Harlah, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari rutinitas pembacaan Sholawat Nariyah yang dilaksanakan Majelis Sholawat Nurul Huda setiap malam Minggu.

Tema Maulid Nabi Majelis Nurul Huda

Majelis Sholawat Nurul Huda mengangkat tema ā€œDengan Sholawat Kita Persatukan Hati, Meneladani Akhlak Nabi untuk Masa Depan yang Berkahā€ dalam kegiatan tersebut.

Tema tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Harlah ke-1 Majelis Sholawat Nurul Huda.

Dalam kegiatan tersebut, jamaah bersama-sama melantunkan sholawat dan membaca Maulid Simtuddurar.

Mas Choiru Mahmudi memimpin pembacaan Maulid Simtuddurar dengan iringan Hadroh Majelis Sholawat Nurul Huda.

Sementara itu, Raka Ramadhani selaku pengasuh Majelis Sholawat Nurul Huda memimpin pembacaan Sholawat Nariyah.

Makna Maulid Nabi bagi Jamaah

Peringatan Maulid Nabi juga memiliki makna tersendiri bagi jamaah Majelis Sholawat Nurul Huda.

Raka Ramadhani menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi momen syukur atas kehadiran Nabi Muhammad SAW dan keberkahan berdirinya majelis.

ā€œMomen syukur atas rahmat kehadiran Nabi dan berkah berdirinya majelis yang telah menyatukan hatiā€ujarnya.

Selanjutnya, acara menghadirkan mauidhoh hasanah yang disampaikan Al Mukarom Kiai Muhammad Zam Zami dari Pondok Pesantren Tri Bakti Darul Falah Nidhomuttolibin.

Dalam susunan acara yang dibacakan panitia, kegiatan tersebut diharapkan dapat memberikan penguatan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.

Harapan untuk Majelis Nurul Huda

Raka Ramadhani juga menyampaikan harapan untuk perkembangan Majelis Sholawat Nurul Huda ke depan.

Pengurus berharap majelis semakin memberikan manfaat bagi masyarakat dan mampu mengajak lebih banyak anak muda serta santri mencintai sholawat.

ā€œSemakin luas manfaatnya bagi masyarakat, mengajak lebih banyak anak muda dan santri mencintai sholawat. Menjadi majelis yang tidak hanya ramai di acara besar, tapi hidup di setiap pertemuan rutin dan membawa perubahan baik di lingkungan masing-masing,” ungkapnya.

Kegiatan Maulid Nabi sekaligus Harlah ke-1 Majelis Sholawat Nurul Huda menjadi ruang silaturahmi bagi masyarakat, santri, wali santri, tokoh agama, serta para pencinta sholawat.

Acara kemudian ditutup dengan doa dan permohonan maaf dari pembawa acara apabila terdapat kekurangan selama rangkaian kegiatan berlangsung.

(Ahmad Royani, S.H.I)