Kepala KUA Natar Terapkan Pendekatan Humanis
NATAR, NU Media Jati Agung ā Kepala KUA Natar, Drs. Mulyadi, mengutamakan pendekatan kekeluargaan dalam memberikan pelayanan keagamaan kepada masyarakat.
Ia memadukan komunikasi yang baik dengan kepatuhan terhadap prosedur agar setiap urusan masyarakat berjalan sesuai ketentuan.
Dalam menjalankan tugasnya, Drs. Mulyadi mengarahkan masyarakat untuk memahami prosedur yang berlaku. Ia menilai komunikasi dan pendekatan humanis dapat membantu masyarakat menyelesaikan berbagai urusan dengan lebih baik.
āIntinya banyak. Kalau umpamanya kita permudah, jadi saudara. Kita menjalani sesuai prosedur, kita arahkan, dia nurut, ketika dia nurut, ya alhamdulillah semua lancar,ā ujarnya,di Kantor KUA Natar ,(05/10/2026).
Pendekatan Kekeluargaan Bangun Kepercayaan
Menurut Drs. Mulyadi, pelayanan keagamaan tidak hanya berkaitan dengan urusan administratif. Karena itu, ia membangun komunikasi yang baik agar masyarakat merasa nyaman ketika membutuhkan pelayanan di KUA Kecamatan Natar.
Ia mengatakan, interaksi selama menjalankan tugas di KUA Natar juga membuat hubungan dengan sejumlah masyarakat berkembang seperti hubungan keluarga.
āLebih ke kekeluargaan kalau saya, dalam bergaulnya itu. Dan banyak yang akhirnya orang-orang yang terposisikan itu jadi saudara,ā katanya.
Pelayanan Tidak Harus Mengejar Sorotan
Selain mengutamakan pendekatan kekeluargaan, Drs. Mulyadi juga memilih menjalankan pelayanan tanpa mengejar perhatian publik. Ia lebih fokus pada hal-hal yang dapat ia lakukan sesuai tugas dan kewenangannya.
āSaya termasuk orang yang enggak terlalu ingin dilihat. Enggak terlalu ingin dilihat. Apalagi dengan bahasa di media sosial. Lebih, apa yang bisa saya lakukan, ya saya lakukan saja,ā tuturnya.
Karena itu, ia menempatkan manfaat pelayanan kepada masyarakat sebagai salah satu perhatian dalam menjalankan tugas sehari-hari.
Regulasi Tetap Jadi Dasar Pelayanan
Dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, Drs. Mulyadi tetap menjadikan regulasi sebagai dasar pelaksanaan tugas. Namun, ia menilai aparatur juga perlu menerapkan kebijakan secara tepat agar aturan tidak membuat pelayanan terasa kaku.
āKalau mau idealisme, ya kita ini ada regulasi, semuanya kan. Kita harus bersandar di regulasi yang ada sebenarnya. Cuma regulasi itu akan menjadi kaku kalau enggak ada kebijakan juga di situ,ā jelasnya.
Menurutnya, aparatur dapat menjalankan pelayanan secara bijaksana selama tetap mengikuti aturan yang berlaku. Dengan demikian, pendekatan kepada masyarakat tetap berjalan tanpa mengabaikan regulasi.
āSepanjang kita enggak melanggar regulasi, kita jalankan. Ya itulah yang bisa terbaik yang kita bisa laksanakan,ā lanjutnya.
Komunikasi Jadi Bagian Penting Kepemimpinan
Pengalaman menjalankan tugas juga membuat Drs. Mulyadi menempatkan komunikasi sebagai bagian penting dalam kepemimpinan di lingkungan KUA.
Ia menilai seorang Kepala KUA perlu membangun komunikasi dengan atasan dan berbagai pihak. Selain itu, pengalaman dalam menjalankan amanah dapat membantu seorang pemimpin memahami karakter pekerjaan dan menjaga hubungan kerja.
āKalau di KUA itu komunikasi sih dengan atasan. Bagaimana kita membangun komunikasi itu sebenarnya,ā katanya.
Menurutnya, komunikasi yang baik tidak sekadar menunjukkan loyalitas. Komunikasi juga membantu aparatur membangun hubungan kerja yang sehat dan terbuka.
Kepala KUA Natar Jalani Pengabdian Secara Mengalir
Dalam perjalanan pengabdiannya, Drs. Mulyadi mengatakan dirinya menjalani setiap tahapan karier sesuai kemampuan, kesempatan, dan ketentuan yang ada.
Drs. Mulyadi merupakan lulusan Jurusan Dakwah, Fakultas Usuluddin, UIN Lampung dan menyelesaikan pendidikan pada 1994. Saat menjadi mahasiswa, ia juga pernah mendapat kepercayaan sebagai Ketua Senat Mahasiswa Usuluddin.
Setelah menyelesaikan pendidikan, ia melanjutkan perjalanan pengabdian sebagai aparatur pemerintahan hingga mendapat amanah sebagai Kepala KUA. Saat ini, ia telah menjalankan tugas di KUA Kecamatan Natar selama sekitar dua tahun lebih.
Ketika mendapat pertanyaan mengenai motivasi khusus memilih bidang pelayanan keagamaan, Drs. Mulyadi memberikan jawaban sederhana.
āEnggak juga. Apa, itu tadi, berjalan aja,ā ujarnya.
Ia kemudian menambahkan bahwa dirinya memilih menjalani setiap amanah dengan sebaik mungkin tanpa terlalu mengejar pencapaian pribadi.
Pelayanan Humanis Tetap Berpegang pada Aturan
Pengalaman Drs. Mulyadi sebagai Kepala KUA Natar menunjukkan bahwa pelayanan keagamaan mencakup lebih dari sekadar administrasi. Komunikasi, kepedulian, keteladanan, dan pemahaman terhadap kondisi masyarakat turut mendukung pelaksanaan pelayanan.
Pendekatan kekeluargaan tetap dapat berjalan bersama regulasi. Karena itu, aparatur perlu memahami aturan sekaligus membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat.
Bagi masyarakat, komunikasi yang ramah dapat menciptakan suasana pelayanan yang nyaman. Sementara itu, aparatur dapat menjalankan tugas sesuai aturan sambil memberikan pelayanan yang humanis.
Dengan pengalaman yang telah ia jalani, Drs. Mulyadi, Kepala KUA Kecamatan Natar, terus menjalankan amanah pelayanan kepada masyarakat secara sederhana, komunikatif, dan sesuai ketentuan.Erwin Indra saputra

