Gus Kikin dan Perjalanan Panjang Menuju PBNU
Jawa Timur, NU Media Jati Agung ā Gus Kikin atau KH Abdul Hakim Mahfudz kini memimpin Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) setelah muktamirin memilihnya sebagai Ketua Umum PBNU dalam Muktamar Ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur.
Selain memperoleh suara terbanyak dari muktamirin, sembilan anggota Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) juga menyepakati Gus Kikin untuk memimpin PBNU masa khidmah 2026-2031.
Perjalanan Gus Kikin menuju pucuk kepemimpinan PBNU tidak berlangsung singkat.
Sebelum menerima amanah tersebut, ia lebih dahulu menapaki perjalanan panjang melalui dunia pesantren, organisasi NU, pelayaran, hingga dunia usaha.
Memimpin Pesantren Tebuireng
Gus Kikin mendapat amanah sebagai penerus KH Shalahuddin Wahid atau Gus Sholah untuk memimpin Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, pada 2020.
Sebelumnya, sejak 2016, Gus Kikin telah mendapat kepercayaan untuk mendampingi Gus Sholah dalam mengelola pesantren yang didirikan Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari tersebut.
Pengalaman mengelola pesantren kemudian memperluas kiprahnya di lingkungan organisasi Nahdlatul Ulama.
Dari Tebuireng ke PWNU Jawa Timur
Dalam perjalanan berikutnya, Gus Kikin masuk dalam kepengurusan PBNU pada masa kepemimpinan KH Yahya Cholil Staquf.
Kemudian, pada Januari 2024, Gus Kikin mendapat amanah sebagai pelaksana tugas Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur.
Tidak lama berselang, Gus Kikin terpilih secara aklamasi dalam Konferensi Wilayah (Konferwil) yang berlangsung di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang.
Hasil konferensi tersebut menetapkannya sebagai Ketua PWNU Jawa Timur masa khidmah 2024-2029.
Gus Kikin Berasal dari Keluarga Pesantren
Gus Kikin lahir pada 17 Agustus 1959 dari pasangan KH Mahfudz Anwar dan Nyai Hj Abidah Ma’shum.
Dari garis ibunya, Gus Kikin merupakan cucu KH Maksum Ali dan Nyai Hj Khoiriyah Hasyim.Ā
Nyai Hj Khoiriyah Hasyim merupakan putri sulung Hadratussyekh KH M Hasyim Asy’ari, pendiri Nahdlatul Ulama sekaligus pendiri Pesantren Tebuireng.
Sementara dari garis ayah, Gus Kikin merupakan cucu KH Anwar Alwi, pendiri Pondok Pesantren Tarbiyatun Nasyiāin Paculgowang, Jombang.
Latar belakang keluarga tersebut membuat Gus Kikin tumbuh dalam lingkungan pesantren dan dekat dengan tradisi keilmuan serta kehidupan Nahdlatul Ulama.
Pendidikan Gus Kikin
Gus Kikin menjalani pendidikan agama di Pondok Pesantren Sunan Ampel Jombang dan Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Seblak Jombang.
Selain pendidikan pesantren, ia juga menempuh pendidikan formal di Jombang.
Gus Kikin menyelesaikan pendidikan dasar di SDN Parimono. Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan di SMPN 1 Jombang dan SMAN 2 Jombang.
Setelah menyelesaikan pendidikan dasar dan menengah, Gus Kikin melanjutkan pendidikan ke Jakarta. Ia menempuh studi di Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta.
Kemudian, ia menyelesaikan pendidikan sarjana bidang komunikasi di Universitas Terbuka pada 2013.
Dari Dunia Pelayaran hingga Bisnis
Perjalanan Gus Kikin tidak hanya berlangsung di lingkungan pesantren dan organisasi NU.
Setelah menyelesaikan studi di STIP Jakarta, Gus Kikin menjalani praktik pelayaran selama tiga tahun.
Selanjutnya, ia bergabung dengan PT Djakarta Lloyd. Pada 1988, ia mendapat kepercayaan sebagai Kepala Cabang Cilegon ketika berusia 30 tahun.
Sepuluh tahun kemudian, pada 1998, Gus Kikin mendirikan sejumlah perusahaan di Surabaya. Pada 2000, ia kemudian memperluas ekspansi usahanya ke Jakarta.
Catatan yang dikutip NU Online menyebut Gus Kikin mengendalikan hingga 22 perusahaan yang bergerak dalam berbagai bidang.
Bidang usaha tersebut mencakup transportasi, kontraktor, teknologi informasi, komoditas seperti pinang dan minyak atsiri, hingga media penyiaran melalui PT Bama Berita Sarana (BBS Group).
Di sektor energi, Gus Kikin juga mendirikan PT Energi Mineral Langgeng (EML) yang bergerak dalam eksplorasi minyak dan gas bumi.
Perjalanan di dunia usaha tersebut kemudian membawa Gus Kikin aktif dalam kepengurusan Kamar Dagang dan Industri (Kadin).
Kini Memimpin PBNU 2026-2031
Setelah melewati berbagai fase kehidupan, mulai dari lingkungan pesantren, pendidikan, pelayaran, dunia usaha, hingga kepemimpinan organisasi NU, Gus Kikin kini menerima amanah baru.
Muktamar Ke-35 NU menetapkannya sebagai Ketua Umum PBNU masa khidmah 2026-2031.
Perjalanan tersebut menjadi bagian dari rekam jejak Gus Kikin sebelum memimpin organisasi Islam terbesar di Indonesia itu untuk periode lima tahun mendatang. (ARIF)

