Diklatsar Banser Bentuk Kader Berdisiplin
Lampung , NU Media Jati Agung ā Diklatsar Banser menjadi salah satu tahapan penting dalam membentuk kader muda yang memahami ke-Ansor-an, ke-Banser-an, kedisiplinan, serta tanggung jawab sosial di tengah masyarakat.
Komandan Budi Utomo selaku Kasatkaryon menyampaikan hal tersebut dalam wawancara bersama tim NU Media Jati Agung, Sabtu (12/9/2026).
Kegiatan Diklatsar berlangsung di Pondok Al-Hikmah Khobakan, Jalan Imam Bonjol Gang Satria RT 005 LK 1, Kelurahan Langkapura, Kecamatan Langkapura. Pondok tersebut dipimpin K.H. Dedi Apriandi atau Haji Engkih.
Kenalkan Banser dan Nilai Ke-NU-an
Budi Utomo menjelaskan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya memberikan pelatihan organisasi.
Menurutnya, Diklatsar juga mengenalkan peserta kepada Banser, Gerakan Pemuda Ansor, dan nilai-nilai ke-NU-an.
Ā āTujuan utama diadakan Diklatsar Banser: Pertama, mengenalkan diri apa itu Banser, Ansor-Banser, dan ke-NU-an,”Katanya .
Selain itu, peserta mendapatkan pemahaman mengenai tugas dan peran Banser dalam kehidupan bermasyarakat.
Ā āDi situ dijelaskan tugas Banser, tugas pokok Banser itu: mengawal ulama, mengawal pengajian, menjaga NKRI,ā ujarnya.
Diklatsar Banser Tanamkan Kedisiplinan
Budi mengatakan kegiatan selama tiga hari tersebut menekankan pembentukan kedisiplinan sekaligus pengenalan identitas organisasi kepada peserta.
āNilai-nilai selama pelatihan 3 hari ini yang kita tekankan kepada peserta Diklatsar ini, karena namanya juga Diklatsar ini dasarnya ya, jadi di situ pengenalan diri untuk disiplin-disiplin ke-Ansor-an ke-Banser-an tersebut,ā katanya.
Melalui pembekalan tersebut, panitia mendorong peserta menerapkan kedisiplinan dalam kehidupan organisasi maupun masyarakat.
Banser Dorong Kader Kembangkan Skill
Diklatsar juga memberikan ruang bagi peserta untuk mengembangkan kemampuan individu. Budi menjelaskan bahwa Banser sebagai Barisan Serbaguna mengarahkan kader sesuai kemampuan dan keterampilan masing-masing.
āInsya Allah sesuai skill, sesuai kemampuan, sebagai organisasi Ansor-Banser ini membimbing, memupuk, menguatkan kedisiplinan dan skill-skill individu mereka kita arahkan di masyarakat untuk bermasyarakat dan bermanfaat di lingkungan keluarga, umumnya untuk bangsa dan negara ini, tuturnya.
Karena itu, kader Banser diharapkan dapat mengambil peran dalam berbagai kegiatan sosial, keagamaan, dan kemasyarakatan.
Diklatsar Banser Berlangsung Tiga Hari
Budi Utomo menyampaikan bahwa panitia melaksanakan kegiatan tersebut selama tiga hari tiga malam.
āIni kita laksanakan selama 3 hari, 3 malam 2 hari. Jadi cukup singkat sebetulnya,ā ungkapnya.
Menurut Budi, Diklatsar menjadi tahap awal dalam pendidikan Banser. Setelah menyelesaikan pendidikan dasar, kader dapat mengikuti pendidikan pada tingkatan berikutnya.
āIni yang awal ini namanya Diklatsar Banser, nanti ada tingkatan keduanya Susbalan dan yang lain-lainnya,ā katanya.
Mayoritas Peserta Berasal dari Santri
Budi Utomo juga berpesan agar peserta menerapkan ilmu yang mereka peroleh selama mengikuti Diklatsar dalam kehidupan sehari-hari.
Ia menyebut mayoritas peserta berasal dari kalangan santri. Karena itu, pembekalan tersebut diharapkan memberikan manfaat ketika mereka kembali ke lingkungan pesantren dan masyarakat.
Peserta Diminta Tetap Berada di Jalur Organisasi
āPesan kita selaku panitia selama 3 hari ini menanamkan kepercayaan diri dan selalu mengawasi kegiatan-kegiatan Ansor-Banser, khususnya untuk peserta Banser ini bisa menerapkan ilmu yang selama diklat 3 hari ini agar senantiasa jangan keluar dari rel,ā ujarnya.
Budi berharap peserta memahami tata cara menjalankan tugas, termasuk ketika membantu mengawal kegiatan dan keperluan para kiai.
Diklatsar Banser Siapkan Kader untuk Mengabdi
Budi Utomo berharap seluruh peserta mampu mengamalkan ilmu yang mereka peroleh selama mengikuti pendidikan serta menjaga komitmen dalam menjalankan tugas organisasi.
āHarapan dari organisasi Ansor-Banser ini untuk peserta yang telah mengikuti diklat selama 3 hari ini, mudah-mudahan bisa mengamalkan apa-apa ilmu yang selama diikuti selama 3 hari ini,ā katanya.
Selanjutnya, ia menegaskan bahwa kader Banser harus siap terlibat dalam kegiatan kemasyarakatan dan menjalankan pengabdian sesuai tugas serta tanggung jawabnya.
Ā āDan siap selaku Banser, siap mengawal pengajian, mengawal kiai, dan menjaga NKRI,ā pungkasnya.

