MBS Hari Santri Hadirkan Lima Cabang Perlombaan
Tulang Bawang Barat , Nu Media Jati Agung— MBS Hari Santri melalui agenda Musabaqah Bainal Santri (MBS) akan memeriahkan peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), Lampung.
Panitia menyiapkan lima cabang perlombaan bagi santri pondok pesantren dan Madrasah Diniyah Takmiliyah dengan batas usia maksimal 21 tahun.
Kegiatan tersebut hadir dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional yang jatuh pada 22 Oktober 2026.
Selain itu, pelaksanaan MBS mengusung semangat pembinaan santri melalui bidang keagamaan, keilmuan, serta olahraga.
Lima Cabang Lomba
Panitia menyiapkan lima cabang perlombaan dalam MBS Hari Santri 2026. Kelima cabang tersebut meliputi Musabaqah Hifdzil Qur’an, Musabaqah Qiroatil Kutub, Musabaqah Lalaran Nadzom, Lari Sprint, dan Tenis Meja.
Selanjutnya, panitia memberikan ruang kepada santri untuk menunjukkan kemampuan mereka dalam bidang Al-Qur’an, kitab, tradisi keilmuan pesantren, serta olahraga.
Panitia menunjuk Bobi dan Asrofi untuk menangani Musabaqah Hifdzil Qur’an. Sementara itu, Abi Yazid menangani Musabaqah Qiroatil Kutub dan Taklisul Mutaqin, S.Pd., menangani Musabaqah Lalaran Nadzom.
Pada bidang olahraga, Ngadino, S.Pd., menangani Lari Sprint. Kemudian, Siswoyo menangani cabang Tenis Meja.
Peserta Berasal dari Pesantren dan Madrasah Diniyah
MBS Hari Santri 2026 membuka kesempatan bagi santri pondok pesantren dan peserta Madrasah Diniyah Takmiliyah untuk mengikuti perlombaan.
Panitia menetapkan batas usia peserta maksimal 21 tahun. Ketentuan tersebut memberikan ruang bagi kalangan santri muda untuk mengembangkan kemampuan sekaligus mempererat silaturahmi antarlembaga pendidikan keagamaan.
Selain itu, panitia menempatkan unsur keagamaan dan olahraga dalam satu rangkaian kegiatan.
Dengan demikian, MBS tidak hanya menghadirkan kompetisi, tetapi juga mendorong pengembangan potensi santri secara lebih luas.
Susunan Panitia MBS Hari Santri 2026
Panitia MBS Hari Santri 2026 melibatkan sejumlah unsur organisasi dan lembaga pendidikan keagamaan di Kabupaten Tubaba.
Unsur Pelindung dan Pengarah
Syuriah PCNU Tubaba bertindak sebagai pelindung kegiatan. Sementara itu, Ketua Tanfidziyah PCNU Tubaba menjalankan tugas sebagai penanggung jawab.
Panitia juga menempatkan KH. M. Durri Abdul Karim, M.Pd., KH. Wahyudin Tohir, M.Pd., KH. Maksum Ali Maksum, M.Pd., dan KH. Ali Ridho, M.Pd., sebagai penasihat.
Selanjutnya, FKPP Tubaba, RMIPCNU Tubaba, dan FKDT Tubaba menjalankan fungsi sebagai pengarah kegiatan.
Pengurus Inti
Bahrul Ulum, S.Pd.I., mendapat amanah sebagai ketua panitia. Husnan Nawawi, S.Pd., mendampingi sebagai wakil ketua.
Dwi Ahmad, S.Pd., bertugas sebagai sekretaris 1 dan Ridho Mahyuza, S.H., sebagai sekretaris 2. Sementara itu, Ahmad Yazid Thoifur, S.H., menjalankan tugas sebagai bendahara.
Seksi Pendukung Kegiatan
Panitia juga membentuk sejumlah seksi untuk menunjang pelaksanaan MBS Hari Santri 2026.
Wahyu Widayat, S.Kom., dan M. Nurudin menangani bidang humas. Maulana Abror dan Mahmud Afrian menangani perlengkapan. Roni Khoirul Anam dan Ardi Nanda Saputra menangani registrasi.
Kemudian, Rendi Firdaus, S.Pd., menangani acara. PC Muslimat menangani konsumsi. Arif Budiman, S.H., dan Habib Hidayatullah menangani media. Sementara itu, Banser menangani keamanan kegiatan.
Ketua Panitia Tekankan Semangat Santri
Ketua Panitia MBS, Bahrul Ulum, S.Pd.I., mengatakan kegiatan tersebut dapat menjadi ruang bagi santri untuk mengembangkan kemampuan sekaligus memperkuat semangat Hari Santri.
“Hari Santri bukan hanya momentum untuk mengenang sejarah perjuangan para ulama dan santri, tetapi juga menjadi kesempatan untuk menyiapkan generasi santri yang berilmu, berakhlak, sehat, tangguh, dan mampu memberikan kontribusi bagi masyarakat serta bangsa,” ujar Bahrul Ulum.
Menurutnya, lima cabang perlombaan dalam MBS dapat mempertemukan kemampuan keagamaan, intelektual, dan fisik para santri.
“Melalui MBS ini, kami ingin menanamkan bahwa santri harus mampu menguatkan negeri dari berbagai bidang. Kemampuan membaca dan memahami kitab, menghafal Al-Qur’an, melestarikan tradisi keilmuan pesantren, serta menjaga kesehatan dan sportivitas merupakan bagian dari bekal santri untuk menghadapi masa depan,” katanya.
Ia juga mengaitkan pelaksanaan MBS dengan semangat Hari Santri Nasional 2026.
“Santri hari ini harus menjadi generasi yang tidak hanya kuat dalam ilmu agama, tetapi juga memiliki wawasan, keterampilan, kedisiplinan, dan kepedulian sosial. Dari pesantren kita berharap lahir generasi yang mampu menjaga nilai-nilai keislaman sekaligus ikut membangun negeri,” ujar Bahrul.
MBS Jadi Ruang Silaturahmi Santri
Selain mengejar prestasi, panitia berharap MBS dapat memperkuat silaturahmi antarsantri, pondok pesantren, Madrasah Diniyah Takmiliyah, serta para penggerak pendidikan keagamaan di Kabupaten Tubaba.
Karena itu, panitia menggabungkan cabang keagamaan dan olahraga dalam satu rangkaian kegiatan. Melalui pola tersebut, MBS dapat memberikan ruang bagi santri untuk mengembangkan potensi sekaligus membangun sportivitas dan persaudaraan.
Penyelenggara berharap semangat tersebut terus tumbuh hingga pelaksanaan Hari Santri Nasional pada 22 Oktober 2026. (Wawan Hidayat)

