Lampung Tengah, NU Media Jati Agung ā Maulid Nabi dan Ngaji Kebangsaan di Kampung Kutowinangun, Kecamatan Sendang Agung, Kabupaten Lampung Tengah, menjadi momentum untuk memperkuat kecintaan kepada Rasulullah Muhammad SAW sekaligus menjaga persatuan masyarakat.
Kegiatan tersebut berlangsung dalam suasana religius dan dihadiri Kepala Kampung Kutowinangun, Ruri Yanto.
Kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW tidak hanya mengajak masyarakat mengenang perjuangan dan keteladanan Rasulullah SAW.
Selain itu, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk memperkuat nilai kehidupan bermasyarakat dan berbangsa.
Kepala Kampung Kutowinangun Ruri Yanto turut hadir dalam kegiatan tersebut. Kehadiran pemerintah kampung menunjukkan dukungan terhadap kegiatan keagamaan yang memiliki nilai edukatif, sosial, dan kebangsaan bagi masyarakat.
Sementara itu, Ustaz H. Suparman Abdul Karim Hasan menyampaikan tausiah dan pesan keagamaan.
Dalam penyampaiannya, ia menekankan pentingnya menjadikan Rasulullah SAW sebagai teladan dalam kehidupan sehari-hari.
Maulid Nabi Tekankan Keteladanan Rasulullah
Menurut Ustaz H. Suparman Abdul Karim Hasan, peringatan Maulid Nabi semestinya tidak berhenti pada kegiatan seremonial.
Karena itu, masyarakat perlu menerapkan nilai yang terkandung dalam kehidupan Rasulullah SAW dalam kehidupan nyata.
Keteladanan tersebut antara lain tercermin melalui kejujuran, kesabaran, kepedulian, kasih sayang, serta sikap menghargai orang lain.
Nilai-nilai tersebut semakin penting dalam kehidupan masyarakat yang memiliki latar belakang dan pandangan yang beragam.
Selain itu, ia mengajak masyarakat menjaga hubungan baik antarsesama. Perbedaan tidak seharusnya menjadi alasan untuk saling menjauh, apalagi menimbulkan permusuhan.
Ustaz H. Suparman Abdul Karim Hasan juga menilai bahwa kecintaan kepada Rasulullah SAW harus masyarakat buktikan melalui akhlak dan perbuatan.
Dengan demikian, Maulid Nabi dapat memberikan dampak nyata bagi kehidupan masyarakat.
Akhlak Menjadi Bagian dari Kehidupan
Penerapan akhlak dalam kehidupan sehari-hari dapat masyarakat mulai dari lingkungan terdekat.
Kejujuran, kepedulian, kasih sayang, dan sikap saling menghormati dapat memperkuat hubungan sosial.
Karena itu, pesan keteladanan Rasulullah SAW tidak hanya relevan dalam kegiatan keagamaan.
Nilai tersebut juga dapat menjadi pedoman masyarakat dalam membangun kehidupan yang harmonis.
Ngaji Kebangsaan Perkuat Persaudaraan
Dalam konteks kebangsaan, pesan keagamaan tersebut memiliki relevansi yang kuat. Masyarakat membutuhkan persatuan agar kehidupan sosial tetap berjalan harmonis.
Ngaji Kebangsaan menjadi salah satu ruang untuk mengingatkan masyarakat mengenai pentingnya menjaga persaudaraan, menghormati perbedaan, serta mengutamakan kepentingan bersama.
Selain itu, Ustaz H. Suparman Abdul Karim Hasan mengajak masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh berbagai informasi yang dapat memecah persatuan.
Perbedaan pendapat merupakan sesuatu yang wajar, tetapi masyarakat harus menyikapinya dengan kedewasaan dan saling menghormati.
Semangat tersebut dapat masyarakat mulai dari lingkungan paling dekat, yakni keluarga dan masyarakat kampung.
Sikap saling membantu, gotong royong, menghormati tetangga, dan menjaga kerukunan menjadi bentuk sederhana pengamalan nilai agama sekaligus nilai kebangsaan.
Ruri Yanto Hadiri Maulid Nabi di Kutowinangun
Kehadiran Ruri Yanto dalam kegiatan tersebut turut menunjukkan dukungan terhadap kehidupan keagamaan masyarakat.
Sebagai kepala kampung, ia mendukung kegiatan positif yang membawa nilai keagamaan, sosial, dan kebangsaan.
Kegiatan Maulid Nabi dan Ngaji Kebangsaan juga menjadi ruang silaturahmi bagi masyarakat.
Selain mengikuti pengajian, masyarakat dapat membangun komunikasi dan mempererat hubungan sosial.
Di tengah perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi, masyarakat perlu semakin bijak dalam menyikapi berbagai persoalan.
Nilai agama dapat menjadi landasan moral. Sementara itu, semangat kebangsaan dapat menjadi perekat dalam kehidupan bersama.
Silaturahmi Perkuat Kerukunan Masyarakat
Melalui kegiatan tersebut, masyarakat Kutowinangun dapat mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat kepedulian sosial.
Gotong royong dan sikap saling menghormati juga dapat menjaga kerukunan di lingkungan kampung.
Dengan demikian, kegiatan keagamaan tidak hanya menghadirkan pesan spiritual. Kegiatan tersebut juga dapat memperkuat hubungan sosial dan semangat persatuan.
Maulid Nabi Bukan Sekadar Seremonial
Peringatan Maulid Nabi akan memiliki makna lebih besar apabila masyarakat menerapkan pesan yang disampaikan setelah kegiatan berakhir.
Keteladanan Rasulullah SAW harus terlihat dalam perilaku. Masyarakat dapat menerapkan kejujuran dalam pekerjaan, mewujudkan kepedulian dalam kehidupan sosial, serta menjaga persaudaraan tanpa melihat perbedaan latar belakang.
Begitu pula dengan semangat kebangsaan. Masyarakat perlu membangun budaya dialog, menghindari provokasi, serta menyelesaikan persoalan melalui komunikasi yang baik.
Maulid Nabi dan Ngaji Kebangsaan di Kutowinangun pada akhirnya menjadi kegiatan keagamaan sekaligus momentum untuk memperkuat karakter masyarakat.
Pesan yang disampaikan Ustaz H. Suparman Abdul Karim Hasan menjadi pengingat bahwa kecintaan kepada Rasulullah SAW tidak cukup hanya diucapkan.
Kecintaan tersebut harus tercermin melalui akhlak, kepedulian, persaudaraan, dan tindakan nyata.
Sementara itu, kehadiran Ruri Yanto sebagai Kepala Kampung Kutowinangun memperlihatkan dukungan pemerintah kampung terhadap kegiatan masyarakat yang membawa pesan keagamaan dan kebangsaan.
Dari Kutowinangun, pesan itu sederhana tetapi penting: agama mengajarkan akhlak, kebangsaan membutuhkan persatuan, dan keduanya harus diwujudkan melalui tindakan nyata. (Ahmad Royani, S.H.I)

