Desa Helau Hajimena Dimulai dari Lingkungan RT
NATAR, NU Media Jati Agung — Desa Helau Hajimena mulai tumbuh dari kesadaran masyarakat di tingkat lingkungan.
Salah satu contohnya terlihat di RT 09 Perumahan Sejahtera, Dusun 3, Desa Hajimena, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan, yang mengembangkan sejumlah fasilitas masyarakat secara swadaya.
Warga menghadirkan klinik kesehatan, perpustakaan mini, bank sampah, dan taman lingkungan. Berbagai fasilitas tersebut mendukung upaya warga menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, nyaman, sekaligus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Ketua RT 09 Perumahan Sejahtera, Ahmad Soleh, mengatakan pihaknya ingin menjadikan lingkungan tersebut sebagai salah satu contoh bagi RT lain di Desa Hajimena.
“Di sini terdapat beberapa fasilitas seperti klinik kesehatan, perpustakaan mini, bank sampah, dan taman. Dan ini sebagai percontohan RT-RT di Hajimena,” ujar Ahmad Soleh saat ditemui pada 7 Oktober 2026.
Bank Sampah Bangun Kesadaran Warga
Menurut Ahmad, keberadaan bank sampah menjadi salah satu langkah penting dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah.
Warga dapat memulai pengelolaan sampah dari lingkungan tempat tinggal masing-masing. Dengan demikian, kepedulian terhadap kebersihan tidak hanya bergantung pada program pemerintah, tetapi juga tumbuh dari kebiasaan masyarakat.
Kepala Desa Hajimena Apresiasi RT 09
Kepala Desa Hajimena, Suhaimi Abubakar, mengapresiasi inisiatif warga RT 09 Perumahan Sejahtera. Ia menilai warga telah menunjukkan semangat gotong royong dan kepedulian terhadap lingkungan.
Suhaimi berharap konsep yang berjalan di RT 09 dapat menjadi contoh dan berkembang secara bertahap di lingkungan RT lainnya.
“Ya alhamdulillah, artinya di Desa Hajimena salah satu RT yang saya banggakan di Desa Hajimena yaitu Pak Soleh. Mungkin dari sini rencana saya ini dibuat percontohan dan nanti ke depan mudah-mudahan bisa ke RT-RT berikutnya yang ada di Desa Hajimena,” kata Suhaimi.
RT Jadi Ujung Tombak Pemerintahan Desa
Suhaimi menilai ketua RT memiliki peran penting dalam membangun komunikasi dengan masyarakat. Menurutnya, RT berada paling dekat dengan warga sehingga memiliki posisi strategis dalam mendorong kesadaran dan partisipasi masyarakat.
“Karena ujung tombak warga itu adalah RT, jadi kinerja RT itulah yang sebenarnya sangat diperlukan di tingkat desa itu,” ujarnya.
Karena itu, pemerintah desa mendorong setiap lingkungan untuk mengembangkan potensi dan inisiatif sesuai kebutuhan masyarakat.
Desa Helau Dimulai dari Kesadaran Warga
Suhaimi mengatakan pembangunan lingkungan tidak selalu harus menunggu program dengan anggaran besar. Menurutnya, perubahan dapat dimulai melalui kesadaran masyarakat dan keteladanan dari lingkungan terkecil.
Ia juga mengaitkan upaya tersebut dengan program Desa Helau yang dicanangkan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan.
“Mungkin dimulai dengan Lomba Desa Helau. Walaupun untuk tahun ini kita belum mendapatkan juaranya, tapi mudah-mudahan dari Desa Hajimena tetap mendukung program Bupati tersebut,” kata Suhaimi.
Menurutnya, apa yang dilakukan warga RT 09 dapat menjadi awal untuk menularkan kebiasaan positif kepada lingkungan lain.
“Insya Allah sekali lagi saya katakan kita mulai dari RT Sejahtera ini. Nanti kita tularkan ke RT-RT yang lainnya,” lanjutnya.
Sampah Jadi Perhatian Desa Hajimena
Selain penataan lingkungan, persoalan sampah menjadi salah satu perhatian pemerintah Desa Hajimena. Suhaimi mengajak ketua RT dan kepala dusun untuk bersama-sama membangun kesadaran warga mengenai kebersihan.
“Terutama sekali yang jadi permasalahan agak besar ini masalah sampah di Desa Hajimena ini. Karena sampah itu bertebaran di mana-mana,” katanya.
Menurut Suhaimi, bank sampah di RT 09 dapat menjadi contoh sederhana bagi masyarakat dalam mengelola sampah dari lingkungan terdekat.
Karena itu, ia berharap masyarakat tidak hanya menerima imbauan, tetapi juga melihat contoh nyata yang berjalan di lingkungannya.
Gotong Royong Perkuat Lingkungan Hajimena
Fasilitas kesehatan, perpustakaan mini, bank sampah, dan taman di RT 09 menunjukkan peran masyarakat dalam membangun lingkungan. Warga mengembangkan berbagai fasilitas tersebut dengan semangat gotong royong dan kepedulian terhadap kebutuhan bersama.
Pada saat yang sama, dukungan pemerintah desa dapat memperkuat inisiatif masyarakat agar berkembang ke lingkungan lainnya.
Dengan menjadikan RT 09 Perumahan Sejahtera sebagai salah satu contoh awal, Desa Hajimena memiliki ruang untuk menumbuhkan budaya gotong royong dan kesadaran lingkungan secara berkelanjutan.
Program Desa Helau Hajimena pada akhirnya tidak hanya berkaitan dengan perlombaan atau penilaian. Semangat tersebut dapat tumbuh melalui kebiasaan warga menjaga kebersihan, membangun fasilitas bersama, serta menciptakan lingkungan yang sehat, tertata, dan nyaman.(Erwin indra saputra).

