Hari Santri 2026 Jadi Fokus Persiapan MWC NU
Lampung Selatan, NU Media Jati Agung ā Menjelang Hari Santri 2026, Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Tanjung Bintang, Lampung Selatan, terus mematangkan persiapan berbagai kegiatan yang akan berlangsung pada 18 hingga 22 Oktober 2026.
Tahun ini, panitia menyiapkan rangkaian agenda yang melibatkan santri, kader, pengurus, badan otonom NU, hingga masyarakat, mulai dari perlombaan antarsantri, Simaāan Al-Qurāan 30 Juz, pawai obor, upacara, kegiatan sosial, sarasehan, hingga pengajian akbar sebagai penutup.
Sekretaris MWCNU Tanjung Bintang, Asep Kristiyanto, S.TH., mengatakan panitia telah beberapa kali menggelar rapat persiapan dan pemantapan untuk memastikan seluruh agenda berjalan sesuai rencana.
āPanitia sudah beberapa kali melakukan rapat persiapan dan pemantapan. Kami berupaya agar seluruh rangkaian kegiatan Hari Santri tahun ini dapat terlaksana dengan baik dan melibatkan santri, kader, pengurus, serta badan otonom NU di Kecamatan Tanjung Bintang,ā ujar Asep, Rabu (7/10/2026).
Perlombaan Antar Santri Buka Rangkaian
Rangkaian Hari Santri 2026 akan dimulai melalui perlombaan antar santri se-Kecamatan Tanjung Bintang pada Minggu, 18 Oktober 2026.

Panitia akan menggelar kegiatan tersebut mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai di MIN 2 Lampung Selatan.
Sejumlah cabang perlombaan telah panitia siapkan, yakni Futsal Antar-Santri, Lomba Daāi dan Daāiyah, serta Lomba MC Santri.
Simaāan Al-Qurāan 30 Juz
Selanjutnya, MWC NU Tanjung Bintang akan menggelar Simaāan Al-Qurāan 30 Juz pada Rabu, 21 Oktober 2026.
Kegiatan tersebut akan berlangsung mulai pukul 07.30 WIB hingga selesai di Mushola MIN 2 Lampung Selatan
JMQH Tanjung Bintang bersama para hafiz dan hafizah di wilayah Tanjung Bintang akan mengikuti kegiatan tersebut.
Pawai Obor Santri Meriahkan Malam Hari Santri
Pada malam harinya, panitia akan melanjutkan rangkaian kegiatan melalui Pawai Obor Santri 2026 di Desa Sukanegara, Kecamatan Tanjung Bintang.
Kegiatan yang akan dimulai pukul 20.00 WIB hingga selesai tersebut menjadi salah satu agenda untuk menyemarakkan peringatan Hari Santri.
Selain itu, pawai obor juga menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan antara santri dan masyarakat.
Upacara Hari Santri Digelar 22 Oktober
Rangkaian Hari Santri 2026 berlanjut pada Kamis, 22 Oktober 2026. Pada pagi hari, panitia akan menggelar Upacara Hari Santri Nasional mulai pukul 07.00 WIB di halaman MIN 2 Lampung Selatan.

Santri, pengurus, kader, badan otonom NU, serta masyarakat akan mengikuti upacara tersebut.
Donor Darah dan Lomba Tumpeng
Usai upacara, panitia akan menggelar donor darah mulai pukul 10.00 WIB di MIN 2 Lampung Selatan.
Dalam kegiatan sosial tersebut, panitia akan bekerja sama dengan PMI Lampung. Pada waktu yang sama, panitia juga akan menggelar Lomba Tumpeng antar Ranting Muslimat NU.
Sarasehan Santri Jadi Ruang Bertukar Gagasan
Pada siang harinya, rangkaian Hari Santri berlanjut melalui Sarasehan Santri di Balai Desa Sukanegara.
Kegiatan itu akan berlangsung mulai pukul 13.00 WIB hingga selesai dan menyasar kader, pengurus, serta badan otonom NU se-Kecamatan Tanjung Bintang.
Melalui sarasehan ini, panitia membuka ruang silaturahmi sekaligus pertukaran gagasan.
Kegiatan tersebut juga diharapkan dapat memperkuat semangat kader dan santri dalam menjalankan khidmat di tengah masyarakat.
Pengajian Akbar Tutup Rangkaian Hari Santri
Sebagai penutup, panitia akan menggelar pembagian hadiah bagi para pemenang perlombaan yang kemudian berlanjut dengan Pengajian Akbar pada Kamis malam.
Kegiatan tersebut akan berlangsung mulai pukul 20.00 WIB di halaman MIN 2 Lampung Selatan.
Rencananya, Rais Syuriyah PCNU Bandar Lampung, KH Izzuddin dari Kaliawi, Bandar Lampung, akan mengisi Pengajian Akbar tersebut.
Ketua Panitia HSN 2026, Ustadz Agus Arifuddin, bersama jajaran panitia terus melakukan koordinasi dan pemantapan agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan lancar sesuai dengan rencana.
Melalui seluruh rangkaian tersebut, MWCNU Tanjung Bintang berharap Hari Santri 2026 tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial.
Lebih dari itu, momentum tersebut diharapkan mampu mempererat ukhuwah, menumbuhkan semangat belajar dan berkhidmat, serta memperkuat peran santri dalam kehidupan bermasyarakat. (ARIF)

