Lompat ke konten utama

NU MEDIA JATI AGUNG

NU MEDIA JATI AGUNG
Logo NU Jatiagung

NU Jatiagung - Situs Resmi

01 / 01

Talk Show Muktamar NU ke-35 Bahas Kemandirian Ekonomi Pesantren

Kemandirian Ekonomi Pesantren Jadi Perhatian

Jawa timur, NU Media Jati Agung — Kemandirian ekonomi pesantren menjadi salah satu isu yang dibahas dalam Talk Show Expo dan Bazar Muktamar NU ke-35 di Jombang, Senin (24/8/2026). Kegiatan tersebut mengangkat tema Pengembangan Kemandirian Ekonomi Pesantren: Menguatkan Pesantren, Menggerakkan Ekonomi Umat.

Talk show berlangsung di area Expo dan Bazar Muktamar NU ke-35 mulai pukul 09.30 hingga 11.30 WIB. Kegiatan ini menjadi ruang berbagi pengetahuan mengenai peluang penguatan ekonomi pesantren serta perannya dalam menggerakkan perekonomian umat.

Acara menghadirkan Erlangga Febrianno, Deputi Kepala Divisi Ekonomi dan Keuangan Daerah Bank Indonesia Jawa Timur, sebagai narasumber. Sementara itu, jalannya diskusi dipandu moderator Abdul Hadi, Manager Unit KJIB Bank Indonesia Jawa Timur.

Kemandirian Ekonomi Pesantren Jadi Perhatian

Salah seorang peserta, Okta, mengatakan talk show diawali dengan penampilan video mengenai Muktamar NU. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan pembukaan oleh moderator dan sesi berbagi pengetahuan mengenai perekonomian pesantren.

ā€œSetelah itu dilanjutkan dengan sesi berbagi pengetahuan atau sharing knowledge mengenai perekonomian pesantren bersama narasumber,ā€ ujar Okta.

Menurutnya, materi yang disampaikan memberikan gambaran mengenai pentingnya pengembangan potensi ekonomi di lingkungan pesantren.

Okta melihat pesantren tidak hanya memiliki peran sebagai lembaga pendidikan keagamaan. Pesantren juga mempunyai potensi untuk mengembangkan berbagai kegiatan ekonomi yang dapat mendukung keberlangsungan lembaga sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat.

ā€œYang menarik adalah bagaimana pesantren tidak hanya berperan dalam pendidikan keagamaan, tetapi juga bisa mengembangkan potensi ekonomi secara mandiri,ā€ katanya.

Pesantren Berpotensi Menggerakkan Ekonomi Umat

Pembahasan mengenai kemandirian ekonomi pesantren juga dinilai penting karena berkaitan dengan kemampuan pesantren dalam mengembangkan sumber daya dan usaha produktif.

Okta menilai penguatan ekonomi dapat membantu pesantren mendukung berbagai kegiatan sekaligus membuka peluang bagi masyarakat sekitar.

ā€œDengan adanya kemandirian ekonomi, pesantren bisa memiliki sumber daya dan usaha yang dapat mendukung berbagai kegiatan pesantren. Selain itu, pesantren juga bisa ikut menggerakkan perekonomian masyarakat dan membuka peluang usaha,ā€ jelasnya.

Pandangan tersebut menunjukkan bahwa pengembangan ekonomi pesantren tidak hanya berkaitan dengan penguatan internal lembaga. Lebih luas, aktivitas ekonomi pesantren dapat menjadi bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat.

Peserta Mendapat Pengetahuan Baru

Bagi Okta, talk show di Expo dan Bazar Muktamar NU ke-35 memberikan manfaat karena peserta memperoleh wawasan baru mengenai pengembangan ekonomi pesantren.

Setelah pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Peserta mendapatkan kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan dan menggali informasi lebih jauh mengenai perekonomian pesantren.

Moderator kemudian memberikan rangkuman dari pembahasan sebelum kegiatan ditutup dengan foto bersama.

Okta berharap pengetahuan yang diperoleh dalam kegiatan tersebut dapat menjadi bekal untuk melihat dan mengembangkan potensi ekonomi yang ada di lingkungan pesantren.

ā€œSaya ingin lebih memahami bagaimana potensi yang ada di lingkungan pesantren bisa dikembangkan menjadi kegiatan ekonomi yang produktif dan memberikan manfaat bagi banyak orang,ā€ ujarnya.

Dorong Pesantren Semakin Mandiri

Okta juga berharap pengembangan ekonomi pesantren dapat terus diperkuat sehingga semakin banyak pesantren yang mampu menjalankan usaha secara mandiri.

Menurutnya, keberhasilan pengembangan usaha pesantren bukan hanya memberikan manfaat bagi lembaga, tetapi juga berpotensi menciptakan peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar.

ā€œHarapannya semakin banyak pesantren yang mampu mandiri secara ekonomi, memiliki usaha yang berkembang, dan bisa memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar,ā€ ungkapnya.

Ia menilai pesantren memiliki posisi strategis untuk menjalankan peran lebih luas dalam kehidupan masyarakat.

ā€œJadi pesantren tidak hanya menjadi pusat pendidikan, tetapi juga bisa menjadi penggerak ekonomi umat,ā€ pungkas Okta.

Talk show ā€œPengembangan Kemandirian Ekonomi Pesantrenā€ tersebut menjadi salah satu rangkaian kegiatan di Expo dan Bazar Muktamar NU ke-35. Forum ini mempertemukan gagasan mengenai penguatan pesantren dengan upaya mendorong aktivitas ekonomi yang memberikan manfaat bagi umat.Ā (Erwin Indra Saputra)