Lompat ke konten utama

NU MEDIA JATI AGUNG

NU MEDIA JATI AGUNG
Logo NU Jatiagung

NU Jatiagung - Situs Resmi

01 / 01

Waryanto Mantapkan Persiapan Hari Santri 2026 Jati Agung

 Waryanto Perkuat Silaturahmi dalam Persiapan Hari Santri

Lampung Selatan, NU Media Jati Agung— Waryanto, S.Pd., Ketua Pelaksana perayaan Hari Santri Nasional 2026 Kecamatan Jati Agung, memantapkan persiapan peringatan Hari Santri melalui rapat koordinasi di Desa Margo Lestari Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan, Kamis (15/10/2026).

Pertemuan tersebut memperkuat silaturahmi, sinergi organisasi, dan koordinasi lintas lembaga menjelang puncak peringatan pada 22 Oktober 2026.

Rapat berlangsung di kediaman Waryanto, yang juga merupakan Ketua PAC Gerakan Pemuda (GP) Ansor ini, melibatkan pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU), pimpinan pondok pesantren, perwakilan lembaga pendidikan Islam, serta badan otonom (Banom) NU.

Unsur yang hadir mencakup Muslimat NU, Fatayat NU, GP Ansor, IPNU, IPPNU, dan Pagar Nusa.

Panitia memusatkan pembahasan pada pemantapan konsep dan rangkaian kegiatan.

Selain itu, mereka memperkuat koordinasi dengan berbagai lembaga pendidikan keagamaan agar peringatan Hari Santri melibatkan masyarakat secara luas.

 Waryanto Ajak Semua Elemen Meriahkan Hari Santri

Dalam sambutannya, Waryanto menekankan bahwa Hari Santri menjadi momentum untuk menghargai peran santri sekaligus mempererat silaturahmi warga Nahdliyin.

Menurutnya, peringatan tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan kesempatan untuk merawat tradisi perjuangan dan memperkuat kebersamaan.

“Sekitar 90 persen dari kita ini pernah mengenyam pendidikan santri, baik yang menetap di pesantren maupun santri kalong. Oleh karena itu, kita semua memiliki peran dan hak yang sama untuk mensukseskan momentum kebahagiaan ini secara bersama-sama,” ungkap Waryanto di hadapan para tokoh dan ulama setempat.

Melalui pesan tersebut, ia mengajak seluruh panitia dan jajaran Banom NU di setiap tingkatan untuk membangun kerja sama.

Dengan koordinasi yang baik, setiap unsur dapat mengambil peran sesuai tugasnya dalam menyukseskan peringatan Hari Santri 2026.

Panitia Jangkau Pesantren dan Lembaga Pendidikan Islam

Selain memperkuat koordinasi internal, panitia berupaya menjangkau berbagai lembaga pendidikan Islam di Kecamatan Jati Agung.

Sasaran koordinasi tersebut meliputi pondok pesantren, Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), Madrasah Aliyah (MA), serta Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ/TPA).

Lebih lanjut, Panitia juga mendorong pengurus Ranting NU untuk membantu menyampaikan informasi dan mengoordinasikan partisipasi lembaga di wilayah masing-masing.

Langkah ini bertujuan membuka ruang keterlibatan yang lebih luas bagi santri, tenaga pendidik, dan masyarakat.

Dengan demikian, peringatan Hari Santri tidak hanya melibatkan pengurus organisasi, tetapi juga merangkul lingkungan pendidikan keagamaan yang menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat Jati Agung.

Waryanto Tekankan Sikap Terbuka dan Semangat Merangkul

Waryanto juga menyoroti pentingnya keterbukaan, sikap lapang dada, dan semangat kebersamaan dalam berorganisasi.

Ia mengajak seluruh panitia untuk mengedepankan pendekatan yang merangkul serta menghargai perbedaan dinamika selama proses persiapan.

“Kewajiban kita adalah mengajak, merangkul, dan memfasilitasi kebersamaan ini. Kehadiran NU sebagai organisasi besar justru diuji dari sejauh mana kita mampu terus bersatu dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas,” tambahnya.

Pesan tersebut menekankan pentingnya kerja sama dan keterlibatan berbagai pihak dalam menjalankan kegiatan organisasi.

Selain itu, nilai Islam Rahmatan lil ‘Alamin menjadi landasan untuk membangun hubungan yang damai, saling menghormati, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.(Erwin indra saputra).