Prestasi Santriwati Darussa’adah Talang Padang
Bandar Lampung, NU Media Jati Agung— Salma Damayanti berhasil meraih Juara 3 MTQ pada Pekan Kreativitas Mahasiswa (PKM) IV PTKIN se-Sumatera yang berlangsung di UIN Raden Fatah Palembang, 30 September–2 Oktober 2026.
Mahasiswa Fakultas Syari’ah Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung (RIL) itu mengikuti cabang Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) dalam ajang yang mempertemukan mahasiswa perguruan tinggi keagamaan Islam negeri se-Sumatera.
Salma yang juga merupakan santriwati Pondok Pesantren Darussa’adah Talang Padang menjadikan kompetisi tersebut sebagai kesempatan untuk mengembangkan kemampuan sekaligus menambah pengalaman.
MTQ Jadi Ruang Mengembangkan Kemampuan
Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) menguji kemampuan peserta dalam membaca dan melafalkan ayat-ayat suci Al-Qur’an.
Karena itu, peserta perlu menguasai tajwid, irama, kelancaran bacaan, serta adab dan etika ketika membaca Al-Qur’an.
Salma mengikuti kompetisi tersebut bukan semata-mata untuk mengejar gelar juara. Ia justru melihat setiap perlombaan sebagai ruang untuk terus belajar dan mengasah kemampuan.
Mahasiswa Program Studi Hukum Keluarga Islam angkatan 2023 itu menghadapi setiap kompetisi dengan persiapan dan latihan.
Menurutnya, setiap perlombaan menghadirkan tantangan yang mendorong dirinya untuk terus meningkatkan kemampuan.
“Dengan mengikuti perlombaan, khususnya MTQ, tentu ini menjadi salah satu jalan untuk mewujudkan keinginan saya menjadi mahasiswa berprestasi,” ucapnya.
Salma Damayanti Jadikan Kompetisi sebagai Pengalaman
Selain hasil akhir, Salma juga memandang proses selama mengikuti kompetisi sebagai pengalaman penting.
Ia bertemu dengan peserta dari berbagai perguruan tinggi dan merasakan langsung suasana perlombaan pada tingkat regional.

Pengalaman tersebut kemudian menjadi bekal bagi dirinya untuk menghadapi kompetisi berikutnya. Salma juga terus melakukan evaluasi terhadap kemampuan yang ia miliki.
“Proses tersebut menjadi pengalaman yang sangat berharga untuk lebih percaya diri, mempersiapkan diri dengan lebih baik, dan terus mengevaluasi kemampuan agar ke depan bisa memberikan penampilan yang lebih maksimal,” ujarnya.
Capaian Juara 3 MTQ kemudian memberikan kebanggaan sekaligus motivasi bagi Salma untuk terus meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an.
Prestasi Bukan Titik Akhir
Bagi Salma, prestasi bukanlah akhir dari sebuah perjalanan. Sebaliknya, capaian tersebut menjadi bagian dari proses untuk terus belajar dan berkembang.
Sebagai santriwati Pondok Pesantren Darussa’adah Talang Padang, Salma ingin terus memperbaiki kemampuan membaca Al-Qur’an, termasuk aspek tajwid, irama, dan penghayatan.
“Capaian ini menjadi pengalaman yang sangat berarti sekaligus menjadi motivasi untuk terus belajar dan berlatih. Masih banyak hal yang perlu saya tingkatkan, baik dari segi tajwid, irama, maupun penghayatan dalam membaca Al-Qur’an,” katanya.
Salma Sampaikan Terima Kasih atas Dukungan
Salma juga menyampaikan apresiasi kepada keluarga, kerabat, orang-orang terdekat, serta pihak kampus yang terus memberikan dukungan selama persiapan hingga pelaksanaan kompetisi.
Dukungan dan doa dari berbagai pihak turut memberikan semangat bagi Salma dalam mengikuti ajang MTQ pada PKM IV PTKIN se-Sumatera.
“Harapannya prestasi ini menjadi kebanggaan bagi saya pribadi, keluarga, kerabat, orang-orang terdekat, dan juga kampus tercinta, khususnya. Saya sangat bersyukur karena dalam proses ini banyak pihak yang memberikan dukungan dan doa,” ungkapnya.
Dorong Mahasiswa Berani Berkompetisi
Setelah meraih Juara 3 MTQ, Salma berharap mahasiswa lain juga berani mengembangkan potensi dan mengikuti kompetisi sesuai dengan bidang yang mereka minati.
Menurutnya, keberanian untuk mencoba dapat membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman baru sekaligus menemukan kemampuan terbaik dalam dirinya.
“Semoga ini dapat memberikan motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus mengembangkan potensi yang dimiliki serta jangan takut untuk mencoba dan mengikuti perlombaan, karena dari setiap proses itulah kita bisa belajar, berkembang, dan menemukan kemampuan terbaik dalam diri kita,” pungkasnya. (Hafidz Fatur Rahman)

