Payo Tekankan Kedekatan Warga dan Transparansi Desa
Lampung Selatan, NU Media Jati Agung ā Siswo Handoko, atau yang akrab disapa Payo, mengusung kedekatan dengan masyarakat, transparansi pemerintahan, dan gotong royong sebagai gagasan membangun Desa Kertosari.
Ia menyampaikan gagasan tersebut setelah lolos tes tingkat kabupaten dalam Pemilihan Kepala Desa Pergantian Antarwaktu (PAW) Desa Kertosari, Kecamatan Tanjung Sari, Kabupaten Lampung Selatan.
Payo menyampaikan gagasannya saat diwawancarai NU Media Jati Agung di kediamannya, Dusun Umbul Jati, Desa Kertosari, Selasa (13/10/2026) pekan lalu.
Sebelumnya, panitia menyatakan tiga bakal calon lolos seleksi tingkat kabupaten, yakni Siswo Handoko, Sarwadi, dan Koko Nugroho.
Ketiganya berhak melanjutkan tahapan Pilkades PAW Kertosari setelah enam bakal calon mengikuti seleksi.
Pilkades Kertosari: Dekatkan Pamong dengan Masyarakat
Payo mengatakan, keinginan untuk mengabdi kepada masyarakat menjadi salah satu motivasinya mengikuti Pilkades PAW Kertosari.
Ia ingin membangun hubungan yang lebih erat antara pamong desa dan warga.
āYa, yang pertama ingin mengabdi kepada masyarakat. Intinya, saya ingin mengabdi kepada masyarakat. Saya ingin pamong desa dan masyarakat bisa bersatu,ā ujarnya mengawali wawancara.
Menurutnya, kedekatan antara pamong desa dan masyarakat dapat memperkuat komunikasi.
Ia ingin warga memiliki ruang untuk menyampaikan aspirasi dan membahas persoalan desa bersama pemerintah.
Karena itu, ia menilai musyawarah perlu menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan desa.
āJadi, kalau ada apa-apa, harus dimusyawarahkan. Jangan sampai masyarakat di desa ditinggalkan dan tidak pernah diajak bermusyawarah,ā katanya.
Transparansi Dana Desa Jadi Perhatian
Selain kedekatan dengan masyarakat, Payo menekankan pentingnya keterbukaan pemerintah desa dalam menjelaskan penggunaan anggaran kepada warga.
Menurutnya, transparansi dapat membantu mengurangi pandangan negatif masyarakat terhadap pamong desa.
āJadi, harus transparan. Pengeluaran itu harus dijelaskan kepada masyarakat. Itu tujuannya, agar pandangan negatif masyarakat terhadap pamong desa lama-kelamaan hilang,ā tuturnya.
Ia juga menilai pemerintah desa perlu menanggapi keluhan warga dengan memahami persoalan yang mereka hadapi.
Baginya, keterbukaan dan komunikasi menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap pamong desa.
Pembangunan Jalan untuk Generasi Mendatang
Lebih lanjut, Payo turut menyoroti perlunya pembukaan jalan baru untuk menunjang akses di Desa Kertosari.Ā
Menurutnya, perencanaan pembangunan jalan perlu mempertimbangkan kebutuhan generasi mendatang, terutama anak cucu yang kelak membutuhkan akses menuju lahan di bagian dalam.
āSeperti pembukaan jalan-jalan baru. Kalau jalan yang sudah ada sudah penuh, nanti anak cucu kita yang tidak kebagian tanah akan kesulitan mengakses lahan di bagian dalam jika tidak dibuatkan jalan. Akhirnya, mereka sendiri yang akan kesulitan,ā jelasnya.
Menurut Payo, kebutuhan akses jalan perlu menjadi perhatian dalam perencanaan pembangunan desa. Dengan begitu, kebutuhan generasi mendatang dapat ikut dipertimbangkan.
Dorong Pertanian dan Gotong Royong
Di sektor pertanian, Payo menyoroti keterbatasan lahan di Kertosari. Ia berharap pemimpin desa dapat memberi contoh dan mendorong masyarakat agar hasil pertanian menjadi lebih baik.
āKalau di sektor pertanian, lahan di Kertosari memang kurang memungkinkan. Jadi, kita sebagai orang yang dituakan di desa seharusnya memberi contoh dan mengarahkan masyarakat agar hasil pertanian bisa menjadi lebih baik,ā ujarnya.
Selain pertanian, Payo ingin menghidupkan kembali semangat gotong royong di tengah masyarakat.
Menurutnya, pemimpin desa perlu mendekatkan diri kepada warga untuk menumbuhkan kebersamaan dan mendorong partisipasi dalam pembangunan.
Payo Ajak Generasi Muda Membangun Desa
Lebih jauh Payo juga mengajak generasi muda mengambil peran dalam memajukan Desa Kertosari.
Ia menilai keterlibatan anak muda penting untuk mendukung kemajuan dan keberlanjutan pembangunan desa.
āPesan saya kepada generasi muda, ayo kita membangun desa! Semangat itu harus ada karena tanpa anak muda, desa ini tidak bisa maju. Ayo, beri contoh. Itu harapan saya,ā katanya.
Kepada masyarakat, Payo berpesan agar memilih calon kepala desa berdasarkan komitmen terhadap kepentingan desa.
Ia mengingatkan warga agar tidak menjadikan iming-iming materi sebagai pertimbangan utama dalam menentukan pilihan.
āPesan saya kepada para pendukung, mari kita memilih calon yang benar-benar berkomitmen untuk desa. Jangan memilih calon hanya karena iming-iming materi. Tolong hindari hal seperti itu,ā ungkapnya.
Selain menyoroti pilihan masyarakat, Payo juga menyinggung persoalan biaya pencalonan kepala desa.
Menurutnya, biaya tersebut dapat membuat generasi muda ragu mengikuti kontestasi kepemimpinan di tingkat desa.
āUntuk para pemilih ke depannya, kasihan anak-anak muda yang ingin mencalonkan diri menjadi kepala desa, tetapi sudah takut dengan biaya. Kalau begitu, desa ini tidak akan maju,ā pungkasnya.
Melalui gagasan tersebut, Payo menekankan pentingnya kepemimpinan yang dekat dengan masyarakat, terbuka dalam pengelolaan anggaran, dan mendorong partisipasi warga.
Ia juga menyoroti kebutuhan pembangunan akses jalan, peningkatan hasil pertanian, serta keterlibatan generasi muda dalam membangun Desa Kertosari. (ARIF)Ā

