Lompat ke konten utama

NU MEDIA JATI AGUNG

NU MEDIA JATI AGUNG
Logo NU Jatiagung

NU Jatiagung - Situs Resmi

01 / 01

Kepemimpinan Desa Hajimena Berbasis Transparansi dan Gotong Royong

Kepemimpinan Desa Hajimena Bangun Kepercayaan Warga

Hajimena, NU Media Jati Agung – Kepemimpinan Desa Hajimena kecamatan Natar ,kabupaten lampung selatan, di bawah Suhaimi Abu Bakar menempatkan transparansi, pelayanan masyarakat, dan gotong royong sebagai bagian penting dalam menjalankan pemerintahan desa.

Di tengah penyesuaian anggaran desa, ia mendorong masyarakat untuk kembali memperkuat budaya kebersamaan dan kemandirian dalam pembangunan.

Bagi Suhaimi, pembangunan desa tidak hanya bergantung pada anggaran pemerintah. Partisipasi masyarakat juga memiliki peran penting, terutama ketika warga memiliki kepercayaan terhadap pemerintah desa dan mengetahui secara jelas penggunaan setiap dukungan yang mereka berikan.

Dari Dunia Kehutanan Menuju Pengabdian Desa

Suhaimi Abu Bakar lahir pada 24 Januari 1968. Ia menyelesaikan pendidikan SLTA pada 1988 dan mengawali perjalanan karier di sektor penanaman pohon akasia di wilayah Sumatera Selatan sejak awal 1990-an.

Pengalaman bekerja di kawasan industri kehutanan menempa kemandirian dan ketahanannya. Namun, demi komitmen terhadap keluarga, Suhaimi memilih mengundurkan diri pada 1997 dan kembali ke tanah kelahirannya.

Kepercayaan masyarakat dan dorongan keluarga kemudian membawa Suhaimi mengemban amanah sebagai Kepala Desa Hajimena. Selain memimpin pemerintahan desa, ia juga mendapat amanah sebagai Ketua APDESI di tingkat lokal.

Pengabdian Jadi Dasar Kepemimpinan

Suhaimi memandang kepemimpinan sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat. Ia menegaskan bahwa dirinya menjalankan amanah tersebut tanpa politik uang.

ā€œTujuannya udah pastilah untuk kepentingan masyarakat, mengabdi kepada masyarakat. Kami enggak ada politik uang segala macam itu. Jadi syukur, enggak jadi ya enggak apa-apa, kita enggak ada beban. Murni.ā€ ungkapnya di kantor kepala desa hajimena (07/10/2026)

Pernyataan tersebut menjadi bagian dari prinsip yang ia pegang dalam menjalankan amanah pemerintahan desa. Baginya, kepercayaan masyarakat menjadi dasar penting dalam menjalankan tanggung jawab sebagai kepala desa.

Kepemimpinan Desa Hajimena Utamakan Pelayanan

Dalam menjalankan tugas, Suhaimi melihat kepala desa sebagai tempat masyarakat menyampaikan berbagai persoalan. Karena itu, ia berupaya memberikan pelayanan sesuai kemampuan dan kewenangan yang dimiliki.

ā€œKita selaku kepala desa, semua keluhan itu masuknya ke kepala desa. Mau urusan rumah tangga, urusan apa… Enggak kenal malam, enggak kenal waktu. Apa pun bentuknya, semampu saya, saya bantu.ā€pungkasnya.

Menurutnya, pelayanan masyarakat tidak hanya berlangsung pada jam kerja. Berbagai persoalan dapat muncul kapan saja sehingga kepala desa perlu membangun kepedulian terhadap kondisi warganya.

RT Jadi Motor Penggerak Masyarakat

Dalam pembangunan Desa Hajimena, Suhaimi menempatkan ketua RT sebagai salah satu unsur penting. RT berhubungan langsung dengan masyarakat sehingga memiliki ruang besar untuk menggerakkan warga dalam berbagai kegiatan.

ā€œSegala sesuatunya menurut pengalaman saya itu tergantung RT. Kalau RT itu mau memajukan warganya, pasti bisa. Yang paling pokok itu ada motor di bawahnya yang mau menggerakkan.ā€

Karena itu, Suhaimi mendorong pengurus RT untuk aktif membangun komunikasi dengan warga. Ia melihat partisipasi masyarakat dapat tumbuh ketika ada penggerak yang mampu mengajak dan merangkul warga.

Transparansi Jadi Kunci Partisipasi Warga

Selain pelayanan, Suhaimi menaruh perhatian pada transparansi dalam pengelolaan sumbangan masyarakat. Ia meminta pengurus lingkungan menyampaikan laporan secara jelas mengenai dana yang masuk dan penggunaannya.

ā€œYang sering saya pesankan ke RT-RT itu, ketika kita mengambil sumbangan dari warga, kuncinya transparan dan jujur. Masuk berapa kita laporkan, keluar berapa kita laporkan. Kuncinya di situ, masyarakat itu enggak keberatan sumbangan apa pun, yang penting jelas peruntukannya.ā€jelasnya.

Menurut Suhaimi, keterbukaan dapat menjaga kepercayaan masyarakat. Ketika warga mengetahui jumlah dana dan peruntukannya, masyarakat memiliki dasar yang jelas untuk mendukung kegiatan pembangunan secara sukarela.

Kejujuran Perkuat Kepercayaan

Suhaimi menilai kejujuran menjadi fondasi penting dalam membangun hubungan antara pemerintah desa dan masyarakat. Karena itu, setiap bentuk dukungan warga perlu mendapatkan pertanggungjawaban yang jelas.

Keterbukaan tersebut juga dapat mendorong masyarakat untuk tetap berpartisipasi dalam pembangunan lingkungan. Dengan begitu, pemerintah desa dan warga dapat membangun hubungan berdasarkan kepercayaan.

Gotong Royong Desa Hajimena Kembali Didorong

Menghadapi penyesuaian alokasi Dana Desa pada 2026 yang menurut Suhaimi berkurang hingga 70 persen, ia mengajak masyarakat tidak bersikap pasif.

Sebaliknya, ia mendorong warga untuk menghidupkan kembali budaya gotong royong yang menurutnya pernah menjadi kekuatan masyarakat sebelum adanya Dana Desa.

ā€œGimana caranya kita menggairahkan lagi masyarakat itu kembali seperti dulu. Kalau dulu sebelum ada Dana Desa, semangat gotong royong masyarakat ini kan luar biasa. Jadi kalau ada apa-apa, kita gotong royong.ā€ujarnya.

Menurutnya, gotong royong dapat menjadi kekuatan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan lingkungan secara bersama-sama. Semangat tersebut juga dapat memperkuat hubungan sosial antarwarga.

Kemandirian Masyarakat Jadi Perhatian

Bagi Suhaimi, keterbatasan anggaran tidak harus menghentikan partisipasi masyarakat. Sebaliknya, kondisi tersebut dapat menjadi momentum untuk menguatkan kembali kemandirian warga.

Melalui gotong royong, masyarakat dapat mengambil peran dalam berbagai kegiatan sesuai kemampuan masing-masing. Pemerintah desa kemudian dapat mengarahkan dan memfasilitasi partisipasi tersebut sesuai kebutuhan pembangunan.

Desa Hajimena Perkuat Kesiapsiagaan Bencana

Selain pembangunan dan pemberdayaan masyarakat, Suhaimi juga memperhatikan potensi bencana di wilayah Desa Hajimena. Salah satu langkah yang ia dorong ialah pembentukan program Desa Tangguh Bencana atau Destana.

Program tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi potensi banjir.

Dengan keterlibatan masyarakat, kesiapsiagaan bencana dapat menjadi tanggung jawab bersama. Warga dapat memahami pentingnya kewaspadaan dan kesiapan menghadapi kondisi darurat di lingkungan masing-masing.

Pemuda Didorong Aktif dalam Kegiatan Positif

Suhaimi juga memberikan perhatian terhadap generasi muda. Ia mendorong aktivasi Karang Taruna serta kegiatan positif seperti olahraga.

Kegiatan tersebut dapat memberikan ruang bagi pemuda untuk beraktivitas, membangun kebersamaan, dan mengembangkan potensi. Karena itu, pemberdayaan pemuda menjadi salah satu bagian dari upaya membangun masyarakat desa.

Kepemimpinan Desa Hajimena Bertumpu pada Kebersamaan

Perjalanan Suhaimi Abu Bakar dari sektor kehutanan hingga mengemban amanah sebagai Kepala Desa Hajimena menjadi bagian dari perjalanan pengabdiannya kepada masyarakat.

Dalam menjalankan pemerintahan desa, ia mendorong pelayanan masyarakat, penguatan peran RT, pemberdayaan pemuda, transparansi, kesiapsiagaan bencana, serta gotong royong.

Transparansi dan kejujuran menjadi dasar untuk menjaga kepercayaan. Sementara itu, gotong royong menjadi cara untuk memperkuat partisipasi masyarakat dalam pembangunan.

Dengan melibatkan warga hingga tingkat lingkungan, Kepemimpinan Desa Hajimena diarahkan untuk membangun kebersamaan antara pemerintah desa dan masyarakat. Semangat tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kemandirian dan kepedulian warga terhadap lingkungan tempat tinggalnya.(Erwin indra saputra)