ECO Pesantren Dorong Santri Peduli Lingkungan
Jawa Timur, NU Media Jati Agung ā ECO Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang mengembangkan pendidikan lingkungan yang menggabungkan nilai keislaman, kesadaran ekologis, perubahan perilaku, dan ekonomi kreatif.
Program ini mendorong santri menjadi generasi khalifah fil ardh sekaligus penggerak perubahan di lingkungan pesantren.
Green Behavior Jadi Bagian Pendidikan Santri
Program tersebut mengusung konsep Khalifah Green Behavior. Melalui konsep itu, santri tidak hanya mempelajari pentingnya menjaga lingkungan, tetapi juga membangun kebiasaan dan keterampilan yang dapat mereka terapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Majelis Pengasuh PP Bahrul Ulum Tambakberas Jombang, Dr. KH M. Hasib Wahab Chasbullah, menilai program tersebut menjadi bagian dari amanah keagamaan yang perlu diwujudkan dalam kehidupan pesantren.
āEco Pesantren ini sebagai amanah yang tidak bisa ditolak karena dalam rangka mengimplementasikan hadits āKebersihan adalah sebagian dari imanā (HR. Muslim),ā ujar KH M. Hasib Wahab Chasbullah, Kamis (27/8/2026).
Santri Belajar Mengelola Sampah
Selanjutnya, ECO Pesantren mendorong perubahan melalui kebiasaan sederhana. Santri diarahkan untuk mengurangi sampah, memilah dan mengelolanya, menghemat air dan energi, menjaga kebersihan, serta menggunakan sumber daya secara bertanggung jawab.
KH Abdurrozaq Sholeh mengatakan pendidikan lingkungan perlu membawa santri pada pemahaman tentang tanggung jawab manusia sebagai khalifah di bumi.
Santri kemudian menerjemahkan pengetahuan tersebut melalui perilaku yang mereka lakukan secara konsisten.
āSantri diharapkan mampu memahami bahwa menjaga lingkungan merupakan bagian dari menjalankan amanah sebagai khalifah fil ardh. Kesadaran tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam kebiasaan sehari-hari, seperti mengurangi sampah, memilah dan mengelola sampah, menghemat air dan energi, menjaga kebersihan, serta menggunakan sumber daya secara bertanggung jawab,ā ujarnya.
Kurikulum ECO Pesantren Bangun Kesadaran Ekologis
Dewan Pakar ECO Pesantren, Prof. Dr. Hj. Evi Fatimatur Rusydiyah, M.Ag, menjelaskan program tersebut tidak berhenti pada transfer pengetahuan.
Kurikulum dan modul ECO Pesantren mendorong santri memahami hubungan antara manusia, alam, dan keberlanjutan melalui pengalaman belajar.
āMelalui kurikulum dan modul ECO Pesantren, santri akan mendapatkan pengalaman belajar yang mendorong mereka memahami hubungan antara manusia, alam, dan keberlanjutan,ā katanya.
Menurut Evi, pendekatan Khalifah Green Behavior menempatkan perubahan perilaku sebagai sasaran penting.
Santri diharapkan memiliki kemauan, kemampuan, sekaligus kebiasaan untuk melakukan tindakan yang ramah lingkungan.
Sampah Jadi Bagian dari Ekonomi Kreatif
Di sisi lain, ECO Pesantren melihat sampah dari sudut yang berbeda. Material yang sebelumnya identik dengan persoalan kebersihan kini menjadi bagian dari proses belajar, kreativitas, hingga peluang ekonomi.
Santri akan mengenali, memilah, mengolah, hingga menciptakan produk dari material yang sebelumnya mereka anggap tidak bernilai.
Dengan proses tersebut, santri belajar mengubah persoalan lingkungan menjadi aktivitas produktif.
Dewan Pakar ECO Pesantren, Nur Fitriyatin Yamin, mengatakan pendekatan tersebut dapat membangun dua kesadaran sekaligus, yakni kepedulian terhadap lingkungan dan jiwa kewirausahaan.
Kreativitas Santri Didorong Bernilai Ekonomi
Pengembangan ekonomi kreatif juga memiliki ukuran. Setiap proses melihat kemampuan santri dalam menghasilkan produk atau aktivitas yang memiliki nilai ekonomi melalui pemanfaatan sumber daya yang tersedia.
Mochammad Syafii, M.B.A, anggota tim ahli atau Dewan Pakar ECO Pesantren, menilai aspek tersebut penting agar pengelolaan sampah berkembang menjadi proses pendidikan yang menghasilkan inovasi, kreativitas, keterampilan, sekaligus peluang ekonomi.
ECO Pesantren Siapkan Sistem Evaluasi
Agar perubahan dapat dipantau, ECO Pesantren menggunakan perangkat pembelajaran yang terstruktur.
Kurikulum, modul, aktivitas pembelajaran, praktik lapangan, hingga instrumen evaluasi menjadi satu kesatuan program.
Prof. Dr. Hj. Evi Fatimatur Rusydiyah menjelaskan perangkat tersebut menjadi fondasi untuk memastikan program berjalan sistematis dan dapat dikembangkan secara berkelanjutan.
Selain itu, program juga mengukur keberhasilan dari berbagai aspek. Dr. Arif Mansyuri, S.Pd.I, M.Pd, salah satu Dewan Pakar ECO Pesantren, mengatakan evaluasi tidak hanya melihat tingkat pengetahuan santri, tetapi juga kesadaran ekologis, perubahan perilaku, keterampilan pengelolaan lingkungan, kreativitas, serta kemampuan menciptakan nilai ekonomi.
Dewan Pakar Perkuat Program ECO Pesantren
Pengembangan program tersebut mendapat dukungan Dewan Pakar ECO Pesantren yang terdiri dari Prof. Dr. Hj. Evi Fatimatur Rusydiyah, M.Ag; Dr. Nur Fitriatin, M.Ed; Mochammad Syafii, M.B.A; Dr. Arif Mansyuri, S.Pd.I, M.Pd; serta Faizun Amir, S.Ag, S.Pd, M.Pd.
Kehadiran tim tersebut memperkuat pengembangan ECO Pesantren melalui pendekatan pendidikan, manajemen, dan pengembangan program.
Pesantren menjadi ruang pembelajaran yang mempertemukan nilai keagamaan dengan persoalan ekologis masyarakat.
ECO Pesantren Bangun Budaya Hijau
Pada akhirnya, ECO Pesantren tidak hanya mengejar lingkungan pesantren yang lebih bersih dan hijau.
Program ini membawa misi membentuk santri yang mampu menghubungkan iman, pengetahuan, perilaku, kreativitas, dan kebermanfaatan ekonomi dalam satu gerakan berkelanjutan.
Dari kurikulum lahir pengetahuan. Dari pengetahuan tumbuh kesadaran, lalu kesadaran melahirkan perilaku.
Ketika perilaku dilakukan terus-menerus, perilaku tersebut berpotensi tumbuh menjadi budaya hijau di lingkungan pesantren dan terbawa ke tengah masyarakat.
āMenjadi khalifah berarti menjaga bumi, mengubah perilaku, dan menciptakan kebermanfaatan.ā
Pesan tersebut menjadi bagian dari gagasan ECO Pesantren. PP Bahrul Ulum Tambakberas Jombang menempatkan pendidikan lingkungan sebagai ikhtiar melahirkan generasi santri yang cerdas, berakhlak, peduli terhadap bumi, serta mampu menciptakan inovasi dan nilai ekonomi secara bertanggung jawab. (ARIF)

