Lompat ke konten utama

NU MEDIA JATI AGUNG – Aktual Informatif dan Terkini

NU MEDIA JATI AGUNG
Logo NU Jatiagung

NU Jatiagung - Situs Resmi

01 / 01

Ghirah Resolusi Jihad! Santri DFN Tunjukkan Dedikasi di HSN Jati Agung

Latihan Siang Malam, Doa, dan Dukungan Warga Mengiringi Perjuangan Santri

Lampung Selatan, NU Media Jati Agung — Semangat Hari Santri Nasional (HSN) 2026 terasa di Lapangan Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan, Kamis (22/10/2026).

Di balik lancarnya upacara, para santri Pondok Pesantren Tri Bhakti Darul Falah Nidhomuttholibin (DFN) Desa Sidodadi Asri, menyimpan kisah perjuangan melalui latihan siang dan malam, doa, serta dukungan masyarakat demi menjalankan tugas sebagai petugas pengibar bendera.

Para santri yang diasuh Gus M. Zamzami itu mendapat kepercayaan untuk bertugas dalam upacara yang dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) dan warga Nahdliyin se-Kecamatan Jati Agung.

Foto Dok Chandra NU Media Jati Agung: Paskibraka Ponpes Tri Bhakti Darul Falah Nidhomuttholibin (DFN).Ā 

Bagi mereka, kesempatan tersebut bukan sekadar menjalankan tugas seremonial. Amanah itu menjadi pengalaman berharga untuk menunjukkan kedisiplinan, kekompakan, dan tanggung jawab sebagai santri.

Latihan Siang Malam Berbuah Pujian

Menjadi petugas pengibar bendera membutuhkan persiapan matang. Setiap gerakan menuntut ketepatan, konsentrasi, dan kekompakan antarpersonel.

Para santri DFN menjalani latihan secara intensif menjelang pelaksanaan HSN. Waktu siang maupun malam mereka manfaatkan untuk mematangkan persiapan agar mampu menjalankan tugas dengan baik.

Kerja keras itu akhirnya membuahkan hasil. Prosesi upacara berlangsung lancar, sedangkan penampilan para santri menuai pujian dari sejumlah pihak.

Sebelum menjalankan tugas, Fahri salah satu petugas tampak memimpin yel-yel untuk membangkitkan semangat rekan-rekannya.

Pantauan NU Media Jati Agung, para santri juga terlihat berdoa dengan khusyuk sebelum melaksanakan tugas di lapangan.

Momen tersebut memperlihatkan perpaduan kedisiplinan, kebersamaan, dan nilai spiritual yang menjadi bagian dari kehidupan pesantren.

Kebanggaan Orang Tua Melihat Perjuangan Santri

Keberhasilan para santri turut menghadirkan kebahagiaan bagi keluarga. Di antara orang tua yang menyaksikan upacara, orang tua Fahri merasakan haru dan bangga melihat anaknya mampu menjalankan tugas dengan baik.

Foto Dok Chandra Prasetya NU Media Jati Agung: Momen pengibaran Sangsaka Merah Putih pada memontum HSN 2026 Kecamatan Jati Agung.Ā 

Fahri merupakan santri Pondok Pesantren Tri Bhakti DFN asal Desa Purwodadi Dalam, Kecamatan Tanjung Sari.

Kesempatan bertugas di hadapan unsur pemerintahan dan masyarakat menjadi pengalaman berharga bagi Fahri sekaligus kebanggaan bagi keluarganya.

Bagi orang tuanya, keberhasilan tersebut bukan hanya tentang penampilan dalam upacara.

Ada proses belajar tentang kedisiplinan, keberanian, dan tanggung jawab yang menyertai perjalanan anak mereka.

Kisah ini juga memperlihatkan pentingnya dukungan keluarga dan lingkungan dalam membentuk generasi santri yang siap mengabdi kepada masyarakat.

Gotong Royong Nahdliyin Menguatkan HSN

Suksesnya peringatan HSN 2026 di Kecamatan Jati Agung tidak terlepas dari keterlibatan berbagai unsur masyarakat.

Pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU), IPPNU, Gerakan Pemuda Ansor, Banser, Muslimat NU, Fatayat NU, serta pondok pesantren di wilayah Jati Agung turut bahu-membahu menyukseskan kegiatan tersebut.

Kebersamaan itu menjadi gambaran semangat khidmah warga Nahdliyin dalam menjaga tradisi, memperkuat persaudaraan, dan menanamkan nilai kebangsaan.

Foto Dok Chandra Prasetya NU Media Jati Agung: Pasukan Pengibar Bendera Ponpes Tri Bhakti DFN, bersiap siap menjalankan tugas pengibaran bendera.Ā 

Dukungan masyarakat Desa Sidodadi Asri juga menjadi bagian penting dalam persiapan keluarga besar Pondok Pesantren Tri Bhakti DFN menjalankan tugas pada peringatan HSN.

Pengasuh Pondok Pesantren Tri Bhakti DFN, Gus M. Zamzami, menyampaikan terima kasih kepada kepala desa beserta keluarga, aparatur Pemerintah Desa Sidodadi Asri, Pengurus Ranting NU, Muslimat NU, masyarakat, kelompok pengajian, serta kelompok pengajian Al-Hidayah Sidodadi Asri.

ā€œBerkat bantuan dan dukungan panjenengan sedoyo, kami dapat menjalankan tugas sebagai petugas Hari Santri Nasional di Lapangan Kecamatan Jati Agung pada tanggal 22 Oktober 2026 dengan lancar dan sukses,ā€ ungkap Gus M. Zamzami.

Ia juga memohon maaf apabila selama latihan, gladi bersih, hingga pelaksanaan upacara, terdapat tutur kata, sikap, atau perilaku para santri dan keluarga besar pesantren yang kurang berkenan.

Gus M. Zamzami berharap dan berdoa seluruh kebaikan masyarakat mendapat balasan dan keberkahan dari Allah SWT.

Menghidupkan Ghirah Resolusi Jihad

Peringatan Hari Santri Nasional setiap 22 Oktober mengingatkan masyarakat pada Resolusi Jihad yang dicetuskan Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari pada 22 Oktober 1945.

Seruan tersebut menjadi bagian penting dalam sejarah perjuangan ulama dan santri untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Semangat perjuangan itu tetap relevan bagi santri masa kini. Pengamalannya tidak hanya melalui upacara dan peringatan sejarah, tetapi juga melalui pendidikan, kedisiplinan, kepedulian sosial, serta pengabdian kepada bangsa.

Sementara itu, perjuangan santri DFN di Jati Agung menghadirkan gambaran sederhana tentang nilai-nilai tersebut.

Mereka belajar menunaikan amanah melalui latihan, membangun persatuan melalui kekompakan, dan menghormati simbol negara dengan menjalankan tugas sebaik-baiknya.

Perjuangan generasi sekarang tentu berbeda dengan perjuangan fisik para pendahulu.

Namun, nilai pengorbanan, tanggung jawab, dan kebersamaan tetap menjadi bekal penting untuk menghadapi tantangan zaman.

Upacara HSN 2026 di Kecamatan Jati Agung turut dihadiri Camat Jati Agung Rizwan Effendi, Danposramil, Bintara Pembina Desa (Babinsa), Bhabinkamtibmas, serta sejumlah kepala desa.

Bagi para santri DFN, pengalaman tersebut menjadi pelajaran tentang arti kedisiplinan, kepercayaan, dan pengabdian.

Sementara bagi orang tua dan masyarakat, keberhasilan mereka menjadi kebanggaan bersama.

Dari Lapangan Kecamatan Jati Agung, semangat Hari Santri kembali menemukan maknanya: meneruskan perjuangan para ulama melalui generasi yang berilmu, berakhlak, disiplin, dan siap memberikan manfaat bagi masyarakat serta bangsa. (ARIF).Ā