NU MEDIA JATI AGUNG

NU MEDIA JATI AGUNG
Logo NU Jatiagung

NU Jatiagung - Situs Resmi

Peran NU dan Banom di Pesantren Perkuat Karakter Santri dan Tradisi Aswaja

Pesantren dan NU Saling Menguatkan dalam Pendidikan dan Dakwah

Lampung Selatan, NU Media Jati Agung β€” Peran Nahdlatul Ulama (NU) dan badan otonom (Banom) di lingkungan pondok pesantren terus menjadi pilar penting dalam membentuk karakter santri sekaligus menjaga tradisi keislaman di Indonesia.

Hal tersebut disampaikan oleh Asisten Pendidikan dan Latihan (Asdiklat) Banser Lampung, Budiono T, kepada NU Media Jati Agung, Kamis (24/4/2026).

Dalam keterangannya, ia menegaskan bahwa hubungan antara pesantren dan NU tidak dapat dipisahkan karena memiliki keterkaitan historis dan ideologis yang kuat.

β€œPondok pesantren dan NU ibarat tubuh dan jiwa. Pesantren menjadi basis pendidikan, sementara NU menjadi wadah pengabdian para kiai dan santri,” ujar Budiono.

Pesantren dan NU Saling Menguatkan

Budiono menjelaskan bahwa NU lahir dari rahim pesantren. Oleh sebab itu, aktivitas NU di lingkungan pesantren merupakan bagian dari kelanjutan sanad keilmuan para ulama.

Ia menambahkan, nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) menjadi fondasi utama dalam menjaga tradisi Islam moderat di tengah masyarakat.

Banom NU Bentuk Karakter dan Jiwa Pengabdian

Lebih lanjut, Budiono menyoroti peran strategis Banom NU dalam membentuk karakter santri.

Menurutnya, Gerakan Pemuda Ansor dan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) tidak hanya hadir sebagai organisasi kepemudaan, tetapi juga sebagai wadah pembinaan kedisiplinan, nasionalisme, serta tanggung jawab sosial.

β€œBanom NU hadir tidak hanya sebagai organisasi, tetapi sebagai ruang kaderisasi yang membentuk mental, akhlak, dan jiwa pengabdian santri,” jelasnya.

Selain itu, Fatayat NU dan Muslimat NU turut memperkuat peran perempuan dalam dakwah dan pemberdayaan keluarga. Sementara itu, IPNU dan IPPNU menjadi ruang belajar kepemimpinan bagi pelajar sejak dini.

Di sisi lain, LAZISNU melalui gerakan Koin NU juga mendorong kemandirian ekonomi pesantren serta menumbuhkan budaya sedekah di tengah masyarakat.

Gambar Artikel

Berkah sebagai Nilai Utama di Pesantren

Budiono juga menjelaskan bahwa keberkahan dalam kehidupan pesantren tidak hanya dimaknai secara spiritual, tetapi juga sebagai bertambahnya kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.

β€œBerkah itu ziyadatul khair, bertambahnya kebaikan. Santri tidak hanya belajar ilmu, tetapi juga mengamalkan nilai tawasuth, tasamuh, dan tawazun,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa hubungan harmonis antara kyai, santri, dan masyarakat serta keterlibatan dalam kegiatan sosial menjadi bagian dari wujud nyata keberkahan tersebut.

Singgung Konferancab Ansor 2026

Dalam kesempatan yang sama, Budiono juga menyinggung agenda penting yang akan segera dilaksanakan, yakni Konferancab PAC GP Ansor Tanjung Sari 2026.

Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 25 April 2026, di Pondok Pesantren Roudlotu Fawaid Kertosari.

Menurutnya, konferensi tersebut bukan sekadar forum organisasi, tetapi juga bagian dari ikhtiar spiritual.

β€œKonferancab ini menjadi bagian dari ikhtiar ngalap berkah sekaligus momentum melanjutkan perjuangan para muassis NU dan memperkuat pengabdian kader,” tegasnya.

Kesimpulan

Dengan demikian, keterlibatan santri dalam NU dan Banom sejak berada di pesantren menjadi proses penting dalam membentuk generasi yang tidak hanya alim secara keilmuan, tetapi juga memiliki jiwa pengabdian kepada umat.

Aktivitas tersebut tidak sekadar rutinitas organisasi, melainkan bagian dari proses merawat tradisi sekaligus menjemput keberkahan dalam kehidupan. (ARIF)