NU MEDIA JATI AGUNG

NU MEDIA JATI AGUNG
Logo NU Jatiagung

NU Jatiagung - Situs Resmi

Mama Sinta Bantah Intimidasi TNI, ke Jakarta Biaya Sendiri

Mama Sinta Bantah Isu Intimidasi TNI dan Fasilitas Pesawat Pribadi

Bandar Lampung, NU Media Jati AgungMama Sinta datang ke Jakarta dengan biaya pribadi. Ia juga membantah isu mengenai intimidasi aparat TNI.

Tokoh perempuan adat dan pejuang lingkungan asal Merauke, Papua Selatan, Yasinta Moiwend atau Mama Sinta menyampaikan klarifikasi untuk membantah berbagai narasi yang ramai di media sosial.

Selain itu, ia membantah informasi mengenai penggunaan pesawat pribadi milik pengusaha Haji Isam dalam perjalanannya ke Jakarta. Menurutnya, ia menempuh seluruh perjalanan menuju Ibu Kota secara mandiri dengan transportasi umum.

Sementara itu, akun media lokal @laolao_papua menulis narasi bahwa sejumlah pihak menjemput paksa dirinya serta memberikan fasilitas perjalanan melalui PT Jhonlin Group. Karena itu, Mama Sinta segera memberikan klarifikasi.

Perjalanan ke Jakarta Secara Mandiri

Mama Sinta menjelaskan bahwa ia berangkat dari Wanam menuju Merauke. Setelah itu, ia melanjutkan perjalanan ke Jayapura dan Jakarta dengan membeli tiket sendiri.

Mama Sinta menceritakan perjalanan yang ia tempuh menuju Jakarta bersama penumpang lain menggunakan pesawat komersial.

“Itu tidak benar nak, itu tidak benar. Saya naik pesawat biasa dengan penumpang. Saya tidak naik kapal ke Merauke atau ke Boven Digoel dengan pesawat helikopternya Haji Isam.

Itu tidak ada, itu omong kosong. Itu namanya provokator,” tegas Mama Sinta dalam video, Minggu (31/5).

Selanjutnya, ia menegaskan bahwa ia tidak pernah bertemu Haji Isam selama perjalanan tersebut.

Mama Sinta Tegaskan Tidak Ada Ancaman dari Aparat

Selain membantah isu fasilitas perjalanan, Mama Sinta juga menepis tudingan mengenai intimidasi aparat militer.

Ia menyatakan bahwa keinginannya datang ke Jakarta muncul karena dorongan untuk memperjuangkan harga diri dan hak pribadinya.

“TNI tidak jemput saya, tidak ada intimidasi. Kenapa kalian yang repot dengan saya? Saya datang ke Jakarta karena harga diri saya,” ujarnya.

Mama Sinta Keberatan atas Penggunaan Wajah dalam Film

Mama Sinta meminta masyarakat agar tidak mengaitkan persoalan yang sedang ia hadapi dengan isu Proyek Strategis Nasional (PSN).

Gambar Artikel

Menurutnya, pihak pembuat film memakai wajahnya dalam film dokumenter “Pesta Babi” tanpa meminta izin terlebih dahulu. Karena itu, ia mengajukan keberatan.

Ia juga mengaku merasa rugi karena pihak tertentu terus memutar film tersebut di berbagai tempat.

Selain itu, Mama Sinta menjelaskan bahwa pihak pembuat film memakai identitas pribadinya tanpa persetujuan sehingga ia merasa sakit hati.

“Saya punya wajah ini di mana-mana mereka putar film itu, saya sakit hati. Tanpa izin dari saya. Maka itu saya datang ke Jakarta. Dihentikan! Mulai dari hari ini dihentikan! Seandainya ada yang putar film itu, tolong proses orang itu,” pintanya.

Mama Sinta Tempuh Jalur Hukum

Untuk menempuh jalur hukum, Mama Sinta bersama kuasa hukumnya, TS Hamonangan Daulay, mendatangi Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya pada Jumat (29/5).

Selanjutnya, petugas Polda Metro Jaya mencatat laporan dengan nomor register LP/B/3843/V/2026/SPKT/Polda Metro Jaya.

Kuasa hukum kemudian melaporkan pihak penyelenggara film atas dugaan pelanggaran Pasal 65 juncto Pasal 67 Undang-Undang Pelindungan Data Pribadi (UU PDP).

Di sisi lain, sejumlah pihak menyampaikan informasi mengenai upaya kelompok tertentu yang mencoba membangun narasi bahwa aparat mengancam Mama Sinta di Wanam sehingga ia pergi ke Jakarta.

Namun demikian, Mama Sinta langsung membantah narasi itu saat berada di Jakarta.

“Saya ini hidup sendirian dari dulu. Tidak usah ikut campur urusan saya. Saya di Jakarta ada baik-baik, jadi kalian stop sudah,” pungkas Mama Sinta.

(Ahmad Royani, S.H.I)