NU MEDIA JATI AGUNG

NU MEDIA JATI AGUNG
Logo NU Jatiagung

NU Jatiagung - Situs Resmi

Tiga Kandidat Maju, Ansor Jati Agung Siap Tentukan Pemimpin Baru 2026–2029

Lampung Selatan, NU Media Jati Agung Konferensi Anak Cabang (Konferancab) Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor Jati Agung dijadwalkan berlangsung pada Sabtu malam Ahad (25/4/2026) di Pondok Pesantren Roudhatul Qur’an 4, Desa Marga Agung, Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan.

Forum ini menjadi momentum penting dalam menentukan ketua baru PAC GP Ansor Jati Agung untuk masa khidmat 2026–2029.

Selain itu, Konferancab juga diharapkan mampu memperkuat arah gerakan organisasi kepemudaan di bawah naungan Nahdlatul Ulama di tingkat kecamatan.

Tiga Kandidat Siap Bertarung

Dalam Konferancab kali ini, terdapat tiga kader inti yang akan maju sebagai calon ketua, yakni Waryanto dari Desa Margo Lestari, Faisal Wahyudin dari Desa Margo Rejo, dan Uhibbuddin Al Haqq dari Desa Gedung Agung.

Ketiganya dinilai memiliki potensi untuk memimpin dan mengembangkan organisasi ke depan.

Momentum Strategis Arah Gerakan Ansor

Rois Syuriah MWCNU Jati Agung, Kyai Masduki, menegaskan bahwa Konferancab memiliki arti penting bagi keberlanjutan organisasi, khususnya dalam membangun peran pemuda.

“Sangat penting sekali, karena Ansor adalah salah satu komponen NU, badan otonom NU untuk kalangan pemuda, maka sangat penting sekali,” ujarnya kepada NU Media Jati Agung, Selasa (21/4/2026).

Kriteria Ketua: Siap Berkhidmat dan Bersinergi

Menurut Abah Kyai Masduki, kriteria ketua yang dibutuhkan tidaklah rumit, namun tetap memerlukan kesiapan mental dan komitmen yang kuat.

“Untuk kriteria calon ketua itu dibilang ringan ya ringan, dibilang susah ya susah. Menurut saya mudah saja, yang jelas yang mau berkhidmat dan bisa bersinergi dengan MWCNU Jati Agung,” jelasnya.

Tantangan Rekrutmen Kader Pemuda

Menyoroti dinamika kaderisasi di tingkat kecamatan, Kyai Masduki mengungkapkan bahwa proses rekrutmen pemuda saat ini menjadi tantangan serius bagi organisasi.

“Tantangan terbesar saat ini adalah merekrut anggota atau simpatisan pemuda Ansor yang memang tidak mudah. Namun, di Jati Agung yang memiliki banyak pesantren, peluang kaderisasi dari kalangan santri relatif lebih terbuka,” paparnya.

Gambar Artikel

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya strategi khusus untuk menjangkau kalangan pemuda di luar lingkungan pesantren agar Ansor semakin inklusif dan berkembang.

“Sementara itu, untuk menjangkau pemuda di luar pesantren, Ansor perlu menghadirkan strategi dan solusi yang lebih efektif dalam mempromosikan diri,” tambahnya.

Harapan: Aktif Kegiatan dan Sosial

Lebih lanjut, Kyai Masduki berharap kepemimpinan baru nantinya dapat menghidupkan kegiatan organisasi secara konsisten.

“Sering mengadakan kegiatan, seperti Diklatsar Banser, dan tentu harus bisa membantu masyarakat dengan giat-giat sosial,” tegasnya.

Peran Pesantren dalam Pembentukan Karakter

Pelaksanaan Konferancab di lingkungan pesantren juga dinilai memiliki nilai strategis dalam membentuk karakter kader Ansor.

“ Untuk para kader, sering sering mendekatkan diri ke para kyai, atau ke pengurus MWCNU,” tambahnya.

Pesan: Jaga Soliditas Pasca Pemilihan

Di akhir pernyataannya, Kyai Masduki menekankan pentingnya menjaga persatuan setelah proses pemilihan berlangsung.

“Semuanya harus menerima hasil dari Konferancab yang akan dilaksanakan nanti,” pungkasnya.

Konferancab PAC GP Ansor Jati Agung ini diharapkan tidak hanya menghasilkan pemimpin baru, tetapi juga memperkuat konsolidasi organisasi serta meningkatkan peran pemuda dalam kehidupan sosial dan keagamaan di tengah masyarakat. (ARIF)