Lompat ke konten utama

NU MEDIA JATI AGUNG

NU MEDIA JATI AGUNG
Logo NU Jatiagung

NU Jatiagung - Situs Resmi

01 / 01

Kapolri Tiba di Jombang Jelang Pembukaan Muktamar ke-35 NU

JOMBANG, NU MEDIA JATI AGUNG, — Kapolri tiba di Jombang menjelang pembukaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang berlangsung di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Kamis (27/8/2026).

Kehadiran Kapolri menjadi bagian dari kesiapan pengamanan agenda besar organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut. Pembukaan Muktamar ke-35 NU dijadwalkan di Lapangan Untung Suropati, Tambakberas, dengan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dijadwalkan hadir.

Kapolri Tiba di Jombang, Pengamanan Diperketat

Menjelang pembukaan, aparat gabungan memperketat pengamanan di sejumlah titik strategis. Penjagaan tidak hanya terpusat di arena utama Muktamar, tetapi juga mencakup jalur kedatangan pejabat VVIP, titik pendaratan helikopter, hingga akses menuju lokasi acara.

NU MEDIA Jati Agung melaporkan dilokasi, sejumlah titik di empat penjuru menuju lokasi pendaratan diperkuat aparat gabungan TNI dan Polri. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan pergerakan rombongan VVIP berlangsung aman dan tertib.

Situasi ini juga beriringan dengan meningkatnya kedatangan peserta Muktamar dari berbagai daerah. Sejak beberapa hari terakhir, kendaraan pribadi, minibus, hingga bus rombongan Nahdliyin mulai memasuki Jombang.

Kondisi tersebut membuat aspek keamanan dan kelancaran lalu lintas menjadi perhatian penting. Korlantas Polri bersama Ditlantas Polda Jawa Timur bahkan memperkuat pengaturan lalu lintas untuk mengantisipasi peningkatan volume kendaraan selama rangkaian Muktamar.

Kapolri Tiba di Jombang di Tengah Arus Peserta Muktamar

Kedatangan peserta dari berbagai wilayah membuat kawasan Tambakberas semakin ramai. Sejumlah rombongan telah tiba dan mengikuti proses registrasi sebelum memasuki rangkaian kegiatan Muktamar.

Pantauan yang dilaporkan sejumlah media menunjukkan peserta datang dari berbagai daerah, termasuk Papua, Tuban, Sukabumi, Jawa Barat, hingga rombongan dari luar Pulau Jawa. Panitia juga menyiapkan mekanisme registrasi dengan QR Code atau barcode untuk memastikan akses peserta lebih teratur.

Rais Syuriyah PBNU sekaligus Steering Committee Muktamar ke-35 NU, Prof. Mohammad Nuh, menyebut sekitar separuh peserta telah hadir sebelum puncak registrasi.

“Sekarang ini ini terus berjalan. Sampai tadi malam itu sudah hampir 50 persen lebih. Hari ini juga bisa lihat semuanya pada mendaftar. Insyaallah nanti jam 12.00 WIB itu akan sampai peak-nya dan selesailah. Siap semua quorum demikian hasilnya,” kata Mohammad Nuh.

Arus kedatangan tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi aparat. Pengamanan harus berjalan beriringan dengan pelayanan kepada masyarakat agar aktivitas warga sekitar tidak terganggu.

Pengamanan VVIP Jadi Perhatian Utama

Pembukaan Muktamar ke-35 NU memiliki tingkat pengamanan tinggi karena agenda tersebut dihadiri kepala negara dan sejumlah pejabat penting.

Ketua Panitia Lokal Muktamar ke-35 NU, KH Abdurrozaq Sholeh atau Gus Rozaq, mengatakan pengamanan mencakup lokasi Muktamar, jalur kedatangan, titik pendaratan helikopter, perjalanan menuju lokasi acara, hingga perjalanan kembali.

Panitia juga memperketat akses menuju arena utama. Hanya peserta yang telah melakukan registrasi, perwakilan tertentu dari PCNU dan PWNU, serta undangan pejabat yang diperbolehkan memasuki venue pembukaan.

Sekitar 2.000 personel gabungan dari unsur keamanan panitia lokal, TNI, dan Polri disiapkan untuk mendukung pengamanan pembukaan.

Pengaturan tersebut menunjukkan bahwa skala Muktamar kali ini tidak sekadar menyangkut agenda internal organisasi. Kehadiran ribuan peserta, tokoh nasional, serta pejabat negara membuat pengamanan dan kelancaran mobilitas menjadi bagian penting dari keberhasilan penyelenggaraan.

Muktamar ke-35 NU Memasuki Momentum Penting

Muktamar ke-35 NU berlangsung di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang. Forum ini menjadi momentum penting bagi NU karena tidak hanya membahas agenda organisasi, tetapi juga menentukan arah kepemimpinan PBNU untuk periode berikutnya.

Agenda utama mencakup rangkaian persidangan, pembahasan berbagai persoalan organisasi dan keumatan, hingga pemilihan Rais Aam dan Ketua Umum PBNU.

Karena itu, kesiapan pengamanan menjadi faktor yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Aparat dituntut memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan tetap memberikan ruang bagi masyarakat untuk beraktivitas.

Kehadiran Kapolri di Jombang menjelang pembukaan mempertegas besarnya perhatian aparat terhadap pengamanan Muktamar. Di sisi lain, kepadatan peserta dan meningkatnya aktivitas masyarakat di sekitar Tambakberas menuntut koordinasi yang solid antara aparat, panitia, pemerintah daerah, serta warga.

Muktamar ke-35 NU akhirnya bukan hanya menjadi agenda organisasi, tetapi juga perhelatan besar yang menghadirkan konsekuensi sosial, lalu lintas, keamanan, dan pelayanan publik. Tantangannya jelas: memastikan momentum besar tersebut berlangsung aman tanpa mengorbankan kenyamanan masyarakat Jombang.