NU MEDIA JATI AGUNG

NU MEDIA JATI AGUNG
Logo NU Jatiagung

NU Jatiagung - Situs Resmi

China Cermati Penembakan Washington di Acara Gala AS

China Cermati Penembakan Washington Saat Acara Gala

Beijing, NU Media Jati Agung — China cermati penembakan Washington yang terjadi dalam acara jamuan makan malam tahunan “White House Correspondents’ Association” di Amerika Serikat.

Pemerintah China menyatakan sikap tegas dengan mengutuk segala bentuk kekerasan yang melanggar hukum.

Kronologi Penembakan di Acara Gala Washington

Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu malam (25/4/2026) di Hotel Hilton Washington, lokasi berlangsungnya jamuan antara pejabat pemerintah dan wartawan Gedung Putih.

Saat itu, suara tembakan tiba-tiba terdengar di dalam area acara. Selanjutnya, petugas langsung mengevakuasi seluruh tamu yang hadir, termasuk Presiden AS Donald Trump dan istrinya Melania Trump.

China Kutuk Kekerasan dan Pantau Perkembangan 

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Lin Jian, menegaskan bahwa pemerintahnya terus memantau perkembangan insiden tersebut.

“Insiden penembakan ini telah menarik perhatian China. Kami tentu menentang dan mengutuk kekerasan yang tidak sesuai hukum,” kata Lin Jian dalam konferensi pers di Beijing, Senin (27/4/2026).

Pelaku Ditangkap, Aparat Keamanan Bergerak Cepat

Sementara itu, aparat keamanan Amerika Serikat langsung menangkap tersangka di lokasi kejadian.

Gambar Artikel

Pelaku diketahui bernama Cole Allen, yang sebelumnya kerap mengkritik kebijakan Pemerintah AS terkait bantuan ke Ukraina.

Selain itu, Kepolisian Washington mengungkapkan bahwa pelaku membawa sejumlah senjata, termasuk senapan gentel (shotgun), pistol, dan beberapa pisau.

Akibat insiden tersebut, seorang agen Secret Service mengalami cedera saat menjalankan tugas pengamanan.

FBI Evaluasi Sistem Pengamanan Presiden
Di sisi lain, Direktur Federal Bureau of Investigation (FBI), Kash Patel, menyatakan akan melakukan perombakan total terhadap sistem pengamanan Presiden dalam acara serupa ke depan.

Langkah ini diambil sebagai respons atas insiden penembakan yang terjadi di tengah acara resmi tersebut. (ARIF)