Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan akhirnya menindaklanjuti kerusakan parah di Jalan Cendana 2 yang menghubungkan Desa Jatimulyo dengan Desa Fajar Baru, Kecamatan Jati Agung. Jalan tersebut rusak hampir sepuluh tahun dan masyarakat terus mengeluhkan kondisinya.
Camat Jati Agung bersama Dinas Pekerjaan Umum (PU) Lampung Selatan serta pihak rekanan proyek telah melakukan pengukuran dan peninjauan lapangan. Wakil Ketua DPRD Lampung Selatan, Benny Raharjo, juga hadir pada kegiatan itu.
“InsyaAllah tahun ini perbaikan jalan akan segera dilakukan sebagai penunjang ekonomi masyarakat,” ujar Hendra, selaku rekanan proyek perbaikan Jalan Cendana 2, Senin (6/10/2025).
Komitmen Pemerintah
LAMPUNG SELATQN, NU MEDIA JATI AGUNG – Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama menegaskan bahwa persoalan jalan rusak masih terjadi di banyak titik wilayah kabupaten, termasuk ruas Jatimulyo–Fajar Baru. Ia menekankan pentingnya mekanisme resmi dalam proses perbaikan.
“Dengan keterbatasan fiskal yang kami miliki, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan tetap berkomitmen memperbaiki jalan rusak. Kami menentukan titik lokasi secara prioritas,” ujar Bupati Egi, seperti dikutip dari Radar Lampung.
Melalui pernyataan itu, pemerintah menegaskan langkah bertahap dalam memperbaiki akses jalan. Perbaikan infrastruktur tetap masuk agenda utama meskipun anggaran daerah terbatas. Pemerintah menargetkan jalur penghubung antar desa dapat mendukung kelancaran mobilitas masyarakat.
Harapan Warga
Rencana perbaikan Jalan Cendana 2 langsung disambut gembira warga sekitar. Misnaini (40), warga Desa Jatimulyo, menyampaikan rasa senangnya setelah mendengar kabar tersebut. Ia mengaku selalu melewati jalan rusak itu setiap hari untuk mengantar serta menjemput anaknya sekolah.
“Ya semoga saja benar cepat diperbaiki. Saya lihat sudah ada yang ngukur-ngukur. Karena gerah sekali kami kalau lewat jalan ini. Rusaknya parah banget, sampai pinggang saya sakit gara-gara jalan berlubang semua,” ungkap Misnaini.
Keluhan warga selama ini muncul akibat kondisi jalan yang semakin memburuk. Lubang berdiameter setengah hingga dua meter tersebar di sepanjang ruas jalan. Pada musim hujan, lubang-lubang tersebut terisi air sehingga jalan menjadi berlumpur dan licin. Kondisi itu sangat berisiko bagi pengguna jalan. Sebaliknya, ketika musim kemarau tiba, jalan penuh debu dan menimbulkan rasa tidak nyaman.
Jalan Strategis untuk Ekonomi
Jalan Cendana 2 berfungsi sebagai akses vital masyarakat Jati Agung. Jalur itu menghubungkan dua desa sekaligus menjadi sarana utama transportasi warga. Banyak petani dan pedagang menggunakan jalur tersebut untuk mengangkut hasil pertanian maupun kebutuhan sehari-hari.
Dengan kondisi rusak bertahun-tahun, aktivitas ekonomi masyarakat jelas terganggu. Warga harus mengeluarkan biaya tambahan untuk perawatan kendaraan. Banyak kendaraan roda dua maupun roda empat rusak akibat sering melewati jalan berlubang.
Selain itu, transportasi anak sekolah juga terkendala. Banyak orang tua mengeluhkan perjalanan menjadi lebih lama dan melelahkan. Oleh karena itu, rencana perbaikan jalan dianggap sebagai kabar baik sekaligus harapan besar bagi masyarakat.
Proses Perbaikan Jalan
Berdasarkan hasil pengukuran, Dinas PU bersama pihak kontraktor segera menyiapkan tahapan teknis perbaikan. Pemerintah daerah akan memastikan material, kualitas pengerjaan, serta anggaran digunakan sesuai prosedur.
Peninjauan langsung yang dilakukan camat, dinas terkait, dan DPRD menunjukkan keseriusan pemerintah. Kehadiran pejabat daerah di lapangan membuktikan bahwa pemerintah menindaklanjuti aspirasi masyarakat dengan langkah nyata.
Antusiasme dan Optimisme
Warga menilai rencana perbaikan sebagai langkah penting untuk memajukan pembangunan desa. Mereka berharap proyek berjalan tepat waktu dan sesuai rencana. Dengan begitu, jalan yang sudah lama mereka impikan akhirnya dapat digunakan kembali secara layak.
Selain itu, warga juga menaruh harapan besar agar proyek tidak berhenti di tengah jalan. Mereka menginginkan kualitas perbaikan sesuai standar sehingga jalan tahan lama. Antusiasme tersebut menunjukkan betapa pentingnya akses jalan dalam menunjang kehidupan sehari-hari.
Dampak Positif Setelah Perbaikan
Apabila Jalan Cendana 2 selesai diperbaiki, banyak dampak positif dapat dirasakan masyarakat. Mobilitas barang dan jasa akan lebih lancar. Biaya transportasi juga dapat ditekan karena kendaraan tidak lagi mengalami kerusakan akibat jalan berlubang.
Dengan akses jalan yang baik, sektor pendidikan dan kesehatan pun mendapat keuntungan. Anak-anak bisa berangkat sekolah lebih nyaman. Warga yang membutuhkan layanan kesehatan juga dapat menjangkau fasilitas dengan cepat.
Selain itu, desa sekitar berpotensi berkembang lebih pesat. Perbaikan infrastruktur membuka peluang investasi dan mendorong peningkatan ekonomi lokal. Jalan mulus menjadi faktor penting dalam meningkatkan daya saing desa.
Kerusakan jalan di wilayah Lampung Selatan memang masih menjadi masalah serius. Namun, langkah pemerintah memperbaiki Jalan Cendana 2 menunjukkan adanya perhatian nyata terhadap kebutuhan masyarakat. Warga kini menaruh harapan besar agar perbaikan berjalan sesuai rencana dan memberikan manfaat jangka panjang.
Dengan begitu, Jalan Cendana 2 tidak hanya menjadi penghubung antar desa, tetapi juga jalur penting yang mampu menggerakkan roda perekonomian di Kecamatan Jati Agung.

