Festival di Tanjung Bintang Berlangsung 31 Oktober hingga 7 November
Lampung Selatan, NU Media Jati Agung— Festival Festoria X Tabita Raya 2026 siap meramaikan Lapangan Sri Tanjung, Desa Jati Baru, Kecamatan Tanjung Bintang, Kabupaten Lampung Selatan, pada 31 Oktober hingga 7 November 2026.
Selama delapan hari, festival ini akan menghadirkan hiburan, wahana permainan, kegiatan sosial, serta puluhan tenant kuliner yang melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Ketua Pelaksana Festoria X Tabita Raya 2026, Ummu Hani, menjelaskan bahwa penyelenggara merancang kegiatan ini sebagai ruang kolaborasi bagi berbagai sektor.
Melalui kegiatan tersebut, panitia ingin memperkuat kebersamaan sekaligus membuka peluang promosi bagi pelaku UMKM dan berbagai pihak yang terlibat.
Menurut Ummu Hani, penyelenggara kembali menggelar Festoria dalam volume kedua.
Kali ini, mereka menggandeng Tabita Raya, pengembang perumahan yang berlokasi di Desa Serdang Kecamatan Tanjung Bintang, untuk memperluas kolaborasi dan mendukung perkembangan kawasan.
“Festoria ini adalah event di volume kedua. Dan kali ini di volume kedua ini kami berkolaborasi bersama Tabita Raya, yang mungkin teman-teman semua sudah ada yang dengar atau belum, tapi mulai udah semakin mengenal Tabita Raya itu adalah perumahan yang terletak di Desa Serdang Kecamatan Tanjung Bintang. Jadi developer yang merupakan perumahan subsidi komersial yang luar biasa, punya set plan yang mudah-mudahan bisa membawa Tanjung Bintang lebih maju lagi,” ungkap Ummu Hani, Selasa (27/10/2026) di moment technical meeting di rumah makan varigata randoe.
Festoria X Tabita Raya Libatkan 64 Tenant Kuliner
Selain menghadirkan hiburan, festival ini memberikan ruang bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan produk mereka kepada masyarakat.

Panitia mencatat sebanyak 64 tenant kuliner akan meramaikan kegiatan tersebut, di luar tenant wahana permainan.
“Untuk tenant kita di sini totalnya ada 64 tenant kuliner. 64 tenant kuliner yang pelaku UMKM di luar yang wahana permainan, yang wahana permainan kita insyaallah ada 12 titik,” terang Ummu Hani.
Dengan keterlibatan puluhan tenant kuliner dan 12 titik wahana permainan, festival ini menawarkan beragam pilihan aktivitas bagi pengunjung.
Selain itu, panitia juga menyiapkan berbagai hadiah menarik dari sponsor sebagai bagian dari rangkaian acara.

Ummu Hani menegaskan bahwa Festoria tidak hanya berorientasi pada hiburan. Sebaliknya, panitia ingin menjadikan kegiatan ini sebagai sarana untuk mempertemukan berbagai pihak dalam kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat.
“Insyaallah, bukan hanya sekedar kegiatan ajang hiburan, tapi ini juga adalah ruang di mana kita bisa saling berkolaborasi, di mana ini adalah kolaboratif aktif yang kita bisa sama-sama bersinergi, baik dalam hiburan, kuliner, dan banyak banget kegiatan sosial masyarakat yang akan kita lakukan, dan di sini juga bakal banyak banget juga hadiah-hadiah menarik yang diberikan oleh para sponsor kepada kita nanti,” jelasnya.
Opening Dijadwalkan Pukul 16.00 WIB
Panitia menjadwalkan pembukaan Festoria X Tabita Raya 2026 pada pukul 16.00 WIB. Masyarakat dapat mengunjungi Lapangan Sri Tanjung, Desa Jati Baru, Kecamatan Tanjung Bintang, selama periode pelaksanaan festival.
“Acara ini bertempat di Lapangan Sri Tanjung Jati Baru, Tanjung Bintang, Lampung Selatan. Ya insyaallah kalau opening itu kita so opening di jam 4 sore,” tambahnya.
Sementara itu, panitia juga mengatur persiapan teknis bagi para peserta dan tenant sebelum kegiatan dimulai.
Ummu Hani menyebut proses loading atau pemasukan barang dan perlengkapan tenant dijadwalkan berlangsung pada Rabu.
“Kita technical meeting, insya’allah loading itu udah di hari Rabu, Hari Rabu kita udah loading semua tenant-tenant peserta. Untuk yang belum registrasi ulang bisa registrasi kembali di adminnya Mas Yuda,” pungkasnya.
Dorong Promosi UMKM dan Kolaborasi Masyarakat
Melalui penyelenggaraan Festoria X Tabita Raya 2026, panitia berharap masyarakat memperoleh pilihan hiburan sekaligus kesempatan mengenal produk UMKM lokal.
Di sisi lain, keterlibatan berbagai pihak diharapkan membuka peluang kolaborasi yang lebih luas.

Karena itu, festival ini tidak hanya menjadi agenda hiburan, tetapi juga berpotensi menjadi ruang promosi usaha dan interaksi sosial bagi masyarakat Lampung Selatan.
Panitia mengajak masyarakat untuk mencatat jadwal pelaksanaan dan mengunjungi lokasi kegiatan sesuai informasi resmi penyelenggara. (Erwin indra saputra).

