Yogyakarta, NU Media Jati Agung ā Harapan Ketua PWNU kepada kepengurusan baru PW Pergunu DIY mengemuka dalam pelantikan Pimpinan Wilayah Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PW Pergunu) DIY Masa Khidmat 2026ā2031, Ahad (5/7/2026).
Ketua Tanfidziyah PWNU DIY, KH Ahmad Zuhdi Muhdlor, mengajak seluruh pengurus menjadikan pelantikan sebagai momentum memperkuat khidmah organisasi.
Ia juga mendorong Pergunu membangun pendidikan Nahdlatul Ulama yang unggul, profesional, dan berkemajuan.

Panitia menggelar pelantikan di Gedung DPD RI Daerah Istimewa Yogyakarta. Jajaran Syuriyah dan Tanfidziyah PWNU DIY turut menghadiri kegiatan tersebut.
Selain itu, para pengurus PCNU se-DIY, pimpinan lembaga dan badan otonom NU, masyayikh, pengasuh pondok pesantren, kepala sekolah, dosen, akademisi, serta ratusan guru Nahdliyin juga hadir.

Pendidikan Jadi Pilar Peradaban
Dalam sambutannya, Kiai Zuhdi menegaskan bahwa pendidikan menjadi pilar utama pembangunan peradaban.
Karena itu, Pergunu sebagai badan otonom Nahdlatul Ulama memikul tanggung jawab besar. Organisasi ini harus melahirkan pendidik yang unggul secara akademik.

Selain itu, para guru juga harus memiliki akhlak, integritas, dan komitmen kebangsaan yang kuat.
Kiai Zuhdi kembali menegaskan pentingnya peran guru dalam membentuk karakter generasi masa depan.

“Guru Nahdlatul Ulama harus menjadi teladan. Mengajar bukan sekadar mentransfer ilmu, tetapi membentuk karakter, menanamkan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah An-Nahdliyah, serta mempersiapkan generasi yang mampu menghadapi tantangan zaman tanpa kehilangan jati dirinya,” ujar Kiai Zuhdi.
Harapan untuk Kepengurusan Baru Pergunu DIY
Kiai Zuhdi menyatakan bahwa arah tersebut sejalan dengan penguatan organisasi, pendidikan, dan kaderisasi di lingkungan PWNU DIY.

Selanjutnya, ia berharap H Fauzan Satyanegara sebagai Ketua dan Ahmad Faozi sebagai Sekretaris mampu menjalankan berbagai program yang berdampak nyata.
Program tersebut diharapkan meningkatkan kualitas guru, memperkuat tata kelola organisasi, serta mendorong inovasi pendidikan.
Selain itu, kepengurusan baru diharapkan memperluas kolaborasi dengan pesantren, sekolah, madrasah, perguruan tinggi, dan pemerintah.
Pimpinan Pusat Pergunu menetapkan kepengurusan tersebut melalui Surat Keputusan.
Perkuat Sinergi dan Kolaborasi
Selain itu, Kiai Zuhdi mengajak seluruh jajaran Pergunu DIY memperkuat sinergi dengan PWNU DIY, PCNU se-DIY, serta seluruh lembaga dan badan otonom Nahdlatul Ulama.
Menurutnya, dunia pendidikan menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Karena itu, Pergunu perlu menjawab tantangan tersebut melalui kolaborasi, inovasi, dan semangat kebersamaan dalam berkhidmah kepada umat.
Pada akhir sambutannya, Kiai Zuhdi mengingatkan bahwa jabatan organisasi merupakan amanah.
Karena itu, setiap pengurus harus membuktikannya melalui kerja nyata, bukan sekadar simbol kepemimpinan.
Ia berharap Pergunu DIY menjadi motor penggerak peningkatan mutu pendidikan. Selain itu, organisasi ini diharapkan memperkuat karakter Aswaja An-Nahdliyah.
Pergunu DIY juga diharapkan mencetak generasi yang cerdas, berakhlakul karimah, cinta tanah air, serta siap membangun Indonesia yang maju, bermartabat, dan berkeadaban.
(Ahmad Royani, S.H.I)

