Suci Hadiri Muktamar NU untuk Bersilaturahmi
JOMBANG, NU Media Jati Agung — Suci hadiri Muktamar NU ke-35 setelah menempuh perjalanan dari Jakarta menuju Jombang, Jawa Timur. Perempuan berusia 23 tahun asal Jakarta itu datang untuk merasakan langsung suasana Muktamar, memperluas silaturahmi, bertemu warga NU dari berbagai daerah, serta sowan kepada para kiai dan nyai.
Suci tiba di Jombang setelah menempuh perjalanan menggunakan kereta api. Ia berangkat pada sore hari dan tiba hingga menjelang subuh.
Bagi Suci, kehadiran di Muktamar ke-35 NU bukan sekadar mengikuti agenda organisasi. Ia ingin menikmati suasana Muktamar sekaligus bertemu dan berbagi cerita dengan warga Nahdliyin dari berbagai daerah.
Pertama Kali Hadiri Muktamar NU
Muktamar ke-35 NU menjadi pengalaman pertama bagi Suci. Sebelumnya, ia belum pernah menghadiri langsung perhelatan Muktamar NU.
“Ini yang pertama kali,” ujar Suci saat ditemui di Jombang.
Meski perjalanan cukup panjang, Suci mengatakan perjalanannya berlangsung lancar. Kereta menjadi pilihan karena dinilai lebih praktis dan terhindar dari kemacetan di perjalanan.
Setibanya di Jombang, Suci bersama ibu dan seorang temannya langsung beristirahat. Setelah itu, mereka menikmati suasana sekitar dengan berkeliling menggunakan becak motor atau bentor.
Datang untuk Merasakan Suasana Muktamar
Suci mengaku alasan utama dirinya datang ke Jombang adalah ingin merasakan secara langsung atmosfer Muktamar ke-35 NU.
Menurutnya, Muktamar menjadi momentum penting bagi warga NU untuk bertemu, bersilaturahmi, dan berbagi pengalaman dengan sesama warga Nahdliyin dari berbagai daerah.
“Karena mau mencari suasananya sih, seru banget pastinya. Ketemu, silaturahmi, sowan dengan para kiai, nyai, saudara-saudara juga dari organisasi NU,” ungkapnya.
Bagi Suci, keberagaman orang yang hadir menjadi salah satu daya tarik tersendiri. Ia berharap dapat mendengar berbagai cerita dan pengalaman dari warga NU yang datang dari berbagai daerah.
“Pastinya banyak cerita juga kan dari berbagai daerah. Kita bisa mendengar juga, berbagi cerita, silaturahmi, pastinya itu yang menjadi tujuan utama kita,” katanya.
Aktif di PB PMII dan KOPRI
Kehadiran Suci di Muktamar juga tidak terlepas dari aktivitasnya di lingkungan organisasi kemahasiswaan dan kepemudaan NU.
Ia mengungkapkan bahwa saat ini dirinya aktif di PB PMII, khususnya KOPRI. Sementara itu, sang ibu aktif di PP ISNU.
“Sebenarnya kalau aku pribadi sekarang aktifnya di PB PMII, di KOPRI. Cuma kalau Ibu di PP ISNU,” jelas Suci.
Ia datang bersama sang ibu dan seorang teman perempuan. Ketiganya ingin menikmati suasana Muktamar sekaligus mempererat hubungan dengan sesama warga NU.
Keliling Jombang Naik Bentor
Tidak hanya menghadiri kegiatan Muktamar, Suci juga memanfaatkan waktu setelah tiba di Jombang untuk mengenal lingkungan sekitar.
Bersama ibu dan temannya, ia berkeliling menggunakan bentor. Mereka menyempatkan diri mengunjungi sejumlah pesantren dan kawasan sekitar.
Suci menyebut salah satu pengalaman menariknya adalah mengunjungi kawasan pesantren seperti Al-amanah 2 Krapyak dan Al-Lathifiyyah.
“Yang menarik sih pas keliling naik bentor. Kita sempat ke pesantren-pesantren. Al-amanah 2, terus ke Al-Lathifiyyah juga. Ya keliling-keliling sih, silaturahmi, ketemu orang baru lagi,” tuturnya.
Meski tidak memiliki keluarga di Jombang, hal tersebut tidak mengurangi semangatnya untuk datang.
Ia mengatakan kehadirannya memang murni untuk menikmati suasana Muktamar dan bersilaturahmi dengan warga NU.
Muktamar Jadi Ruang Bertemu dan Berbagi Cerita
Bagi Suci, Muktamar ke-35 NU memiliki makna tersendiri. Perhelatan besar tersebut menjadi ruang perjumpaan bagi warga NU dari berbagai latar belakang dan daerah.
Pertemuan itu membuka kesempatan untuk saling mengenal, bertukar cerita, sekaligus memperkuat silaturahmi.
Kehadiran Suci juga memperlihatkan antusiasme generasi muda Nahdliyin dalam merasakan langsung suasana Muktamar. Selain mengikuti agenda besar NU, Suci memanfaatkan momentum tersebut untuk bertemu dengan warga NU dari berbagai daerah.
Dengan perjalanan dari Jakarta menuju Jombang, Suci berharap dapat membawa pulang pengalaman dan cerita baru dari Muktamar ke-35 NU.
Bagi perempuan berusia 23 tahun itu, perjalanan tersebut bukan hanya tentang sampai di lokasi Muktamar. Lebih dari itu, ia ingin menemukan pengalaman, persaudaraan, dan suasana kebersamaan yang menjadi bagian penting dari kehidupan warga Nahdliyin. (Erwin Indra Saputra).

