Lampung Selatan, NU Media Jati Agung โ Wakil Katib MWCNU Jati Agung, Gus Muhail, menegaskan pentingnya posisi ilmu dalam kehidupan seorang muslim.
Ia menyampaikan hal tersebut kepada NU Media Jati Agung pada Kamis (30/4/2026), dengan mengingatkan bahwa setiap muslim harus memilih jalan yang benar dalam hubungannya dengan ilmu.
Dalam keterangannya, Gus Muhail mengutip hadis Rasulullah SAW:
ููุงูู ุงููููุจูููู ุตููููู ุงููููู ุนููููููู ููุณููููู ู ูููู ุนูุงููู ูุง ุฃููู ู ูุชูุนููููู ูุง ุฃููู ู ูุณูุชูู ูุนูุง ุฃููู ู ูุญูุจููุงุ ููููุง ุชููููู ุงููุฎูุงู ูุณูุฉู ููุชููููููู( ุฑูุงู ุจูููู)
“Jadilah alim, atau penuntut ilmu, atau pendengar, atau pecinta ilmu. Jangan jadi yang kelima (pembenci), maka engkau akan binasa.” (HR Baihaqi)
Menurutnya, hadis ini bukan sekadar nasihat, melainkan peta hidup yang menentukan keselamatan atau kebinasaan seseorang.
Empat Jalan Selamat dalam Ilmu
Gus Muhail menjelaskan bahwa terdapat empat golongan yang berada di jalan keselamatan.
Pertama, โalim, yakni orang berilmu yang mengamalkan serta mengajarkan ilmunya. Ia menegaskan bahwa ini adalah derajat tertinggi.
Dalam kitab Ihyaโ Ulumiddin, orang alim diibaratkan seperti matahari yang mampu menerangi dirinya dan orang lain.
Kedua, mutaโallim atau penuntut ilmu. Golongan ini merupakan jalan yang ditempuh mayoritas umat.
Namun demikian, Gus Muhail menekankan bahwa niat menjadi kunci utama. Penuntut ilmu harus belajar karena Allah, bersikap tawadhuโ kepada guru, dan tidak merasa cukup dengan ilmu yang dimiliki.
โBelajar jangan untuk mencari kedudukan, tapi untuk menghilangkan kebodohan,โ ujarnya.
Ketiga, mustamiโ, yakni mereka yang mendengarkan ilmu. Meski hanya sebagai pendengar di majelis, peran ini tetap bernilai.

Ia menambahkan bahwa telinga yang terbuka terhadap nasihat dapat menjadi pintu hidayah bagi seseorang.
Keempat, muhibb, yaitu pecinta ilmu dan ulama. Menurutnya, meskipun berada di tingkatan paling dasar, golongan ini tetap termasuk orang yang selamat.
Sebab, kecintaan kepada orang saleh dapat menjadi sebab seseorang dikumpulkan bersama mereka kelak.
Satu Jalan Binasa: Membenci Ilmu
Selain empat golongan tersebut, Gus Muhail juga mengingatkan adanya satu golongan yang harus dihindari, yaitu pembenci ilmu.
Ia menjelaskan bahwa sikap meremehkan ulama, malas belajar, hingga memusuhi kebenaran merupakan tanda dari golongan ini. Dalam hadis disebutkan ููุชููููููู yang berarti akan binasa.
Mengutip pandangan Imam Al-Ghazali, ia menyebutkan bahwa ilmu adalah cahaya, sedangkan kebodohan adalah kegelapan.
Oleh karena itu, menolak ilmu sama saja dengan memilih hidup dalam kesesatan.
Ajakan Menentukan Jalan Hidup
Sebagai penutup, Gus Muhail mengajak masyarakat untuk segera menentukan posisi dalam empat golongan yang selamat tersebut.
โMinimal jadilah pecinta ilmu. Tapi jangan sampai kita masuk golongan yang kelima,โ tegasnya.
Ia berharap pesan ini dapat menjadi pengingat bagi umat Islam, khususnya warga Nahdliyin di Jati Agung, agar terus mendekatkan diri kepada ilmu sebagai jalan menuju keselamatan dunia dan akhirat. (ARIF)

