Ketersediaan Benih Padi Genjah Lampung untuk Mitigasi Kekeringan
Bandar Lampung, NU Media Jati Agung –Β benih padi genjah Lampung untuk periode April-Mei 2026 mencapai total 73,5 ton. Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura (KTPTH) Provinsi Lampung menyediakan benih tersebut untuk mengurangi dampak El Nino terhadap sektor pertanian.
Selain itu, pemerintah daerah terus melakukan langkah mitigasi agar petani tetap dapat berproduksi meski menghadapi potensi kekeringan. Oleh karena itu, penggunaan varietas padi genjah menjadi salah satu strategi utama.
Pemanfaatan Varietas Padi Genjah
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura (KTPTH) Provinsi Lampung, Elvira Ummihani, menjelaskan bahwa pemerintah mendorong penggunaan varietas genjah karena memiliki masa panen lebih singkat dan tahan terhadap cuaca ekstrem.
Ia menegaskan pentingnya langkah mitigasi untuk menghadapi ancaman kekeringan.
“Jadi untuk melakukan mitigasi dalam mengurangi risiko akan bencana kekeringan, kami melakukan beberapa upaya salah satunya dengan menggunakan varietas padi genjah,” ujar Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura (KTPTH) Provinsi Lampung Elvira Ummihani di Bandar Lampung, Selasa.
Selanjutnya, ia menjelaskan bahwa Lampung memiliki posisi strategis sebagai salah satu produsen benih nasional. Oleh sebab itu, ketersediaan benih genjah relatif terjaga.
“Varietas genjah ini cukup beragam, dan Provinsi Lampung ini merupakan provinsi peringkat keempat produsen benih nasional oleh karena itu pelaku usaha perbenihan yang sudah memproduksi benih padi varietas genjah yang tahan kekeringan ini cukup banyak. Jadi kalau ada petani yang membutuhkan terutama saat musim kering berlangsung dapat selalu tersedia stoknya,” katanya.
Distribusi Varietas Benih
Pemerintah mencatat total ketersediaan benih padi genjah mencapai 73,5 ton. Jumlah tersebut terdiri dari beberapa varietas unggulan.
- Inpago 13 Fortiz: 15 ton
- Inpari 42 Agritan GSR: 3,5 ton
- BK Situbondo 01 Agritan: 48 ton
- Cakrabuana Agritan: 7 ton
Selain itu, pemerintah juga menyiapkan mekanisme bantuan bagi petani yang terdampak kekeringan. Program tersebut memungkinkan penyaluran benih berlangsung lebih cepat.

Ia menegaskan adanya dukungan khusus bagi lahan yang mengalami gagal panen.
“Lalu kalau ada lahan pertanian yang gagal panen akibat kekeringan itu biasanya ada program khusus, dan kami bisa segera mengusulkan bantuan benih pemerintah. Dan biasanya realisasi penyalurannya bisa lebih cepat karena itu program khusus kalau ada yang terkena kekeringan,” tambahnya.
Stok Benih Alternatif untuk Petani
Selain benih genjah, pemerintah juga menyediakan benih padi inbrida sebagai alternatif. Total ketersediaannya mencapai 1.605 ton untuk periode yang sama.
Rincian benih inbrida meliputi:
- Mekongga: 170 ton
- Inpari 32 HDB: 1.150 ton
- Inpari IR Nutrizinc: 3,5 ton
- Inpari 50 Marem: 2,3 ton
- Inpari 49 Jembar: 200 ton
- Cimelati: 0,5 ton
- Biosalin 01 Agritan: 13 ton
- Ciherang: 66,5 ton
Dengan demikian, pemerintah berharap ketersediaan benih tersebut dapat menjaga produktivitas pertanian meskipun terjadi perubahan iklim.
(Ahmad Royani, S.H.I)

