Jombang, NU Media Jati Agung – Menko Pangan Zulkifli Hasan menjadi salah satu pejabat negara yang mencuri perhatian dalam rangkaian Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU). Kegiatan berlangsung di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Kamis (27/8/2026).
Kehadiran Zulkifli Hasan tidak hanya terkait pembukaan forum tertinggi NU. Ia juga membawa agenda strategis tentang ketahanan pangan dan kemandirian ekonomi pesantren.
Menteri Koordinator Bidang Pangan itu menjalani sejumlah agenda di Jombang sejak Kamis. Ia menjadi pembicara utama dalam Halaqoh Kebangsaan Ekonomi Bisnis Pesantren 2026 di Aula Universitas Darul Ulum Jombang.
Setelah itu, Zulkifli Hasan menghadiri pembukaan Muktamar ke-35 NU. Acara berlangsung di Lapangan Untung Suropati, kompleks Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas.
Menko Pangan Zulkifli Hasan Bicara Kemandirian Pangan
Dalam Halaqoh Kebangsaan Ekonomi Bisnis Pesantren 2026, Zulkifli Hasan mendorong pesantren dan perguruan tinggi Islam mengambil peran lebih besar. Fokusnya adalah memperkuat ketahanan pangan dan kemandirian ekonomi masyarakat.
Forum tersebut mengangkat tema āPesantren sebagai Penggerak Kemandirian Pangan dan Ekonomi Umat Menuju Indonesia Emas 2045.ā
Tema itu menempatkan pesantren bukan sekadar sebagai pusat pendidikan keagamaan. Pesantren juga menjadi bagian dari ekosistem ekonomi dan pangan nasional.
Zulkifli Hasan menyampaikan bahwa pemerintah telah memasuki bulan ke-22 masa kerja. Ia mengakui terdapat program yang telah menunjukkan hasil. Sementara itu, sebagian lainnya masih berjalan.
āPemerintahan baru berjalan 22 bulan. Dua bulan lagi genap dua tahun. Ada program yang sudah berhasil, ada yang belum, dan ada juga yang masih on going,ā ujarnya.
Menurut dia, keterlibatan pesantren dan kampus Islam penting dalam pembangunan nasional. Peran tersebut terutama dalam memperkuat sektor pangan.
āMelalui kegiatan Hibitren di Darul Ulum ini, kita membahas bagaimana peran pondok pesantren dan kampus-kampus Islam dalam membangun Indonesia, termasuk di sektor pangan,ā katanya.
Pernyataan tersebut menunjukkan pandangan pemerintah terhadap potensi pesantren. Pesantren memiliki modal sosial, jaringan masyarakat, serta sumber daya manusia.
Potensi tersebut dapat dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi produktif.
Pesantren dapat mengembangkan usaha di bidang pertanian, peternakan, dan pengolahan pangan. Berbagai kegiatan ekonomi juga dapat menciptakan nilai tambah bagi masyarakat.
Pendekatan ini membuka ruang bagi pendidikan pesantren untuk berjalan beriringan dengan penguatan keterampilan dan kewirausahaan.
Menko Pangan Zulkifli Hasan Hadiri Pembukaan Muktamar NU
Setelah mengikuti agenda ekonomi pesantren, Zulkifli Hasan melanjutkan kegiatan dengan berziarah ke makam Pahlawan Nasional KH Abdul Wahab Chasbullah atau Mbah Wahab.
Selanjutnya, ia menghadiri pembukaan Muktamar ke-35 NU di Lapangan Untung Suropati, Tambakberas. Pembukaan berlangsung pada Kamis sore.
Presiden Prabowo Subianto, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, serta sejumlah menteri dan tokoh nasional turut hadir.
Zulkifli Hasan hadir bersama sejumlah pejabat Kabinet Merah Putih. Mereka antara lain Menko Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar dan Menteri Agama Nasaruddin Umar.
Hadir pula Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti, serta Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto.
Sejumlah pejabat lainnya juga turut hadir dalam pembukaan tersebut.
Presiden Prabowo tiba sekitar pukul 15.25 WIB. Rais Aam PBNU Miftachul Akhyar, Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf, serta pengasuh Pondok Pesantren Bahrul Ulum Jombang, Hasib Wahab Chazbullah, menyambut kedatangannya.
Muktamar NU Jadi Ruang Strategis Kebangsaan
Muktamar ke-35 NU berlangsung di Jombang pada 27ā31 Agustus 2026. Forum ini menjadi ruang konsolidasi organisasi.
Selain itu, Muktamar menjadi momentum untuk membahas berbagai persoalan strategis. Pembahasannya berkaitan dengan kehidupan umat dan bangsa.
Kehadiran sejumlah pejabat pemerintah memperlihatkan perhatian negara terhadap posisi NU. Perhatian itu mencakup bidang sosial, pendidikan, ekonomi, dan kebangsaan.
Bagi Zulkifli Hasan, keterlibatan pemerintah dalam agenda pesantren memiliki dimensi lebih luas. Ketahanan pangan membutuhkan kebijakan pemerintah dan partisipasi masyarakat.
Lembaga yang memiliki akar kuat di tengah komunitas juga memiliki peran penting.
Dalam konteks itu, pesantren dapat menjadi simpul produksi dan pendidikan keterampilan. Pesantren juga dapat menjadi pusat pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Agenda Zulkifli Hasan di Jombang berlanjut hingga Sabtu (29/8/2026). Pada Jumat, ia dijadwalkan menghadiri Silaturahmi Nasional Super Asparagus atau Aspirasi Para Gus di Pondok Pesantren Bahrul Ulum.
Sementara pada Sabtu, kunjungan kerjanya ditutup dengan peletakan batu pertama pembangunan Kampus 2 Universitas KH A. Wahab Hasbullah (UNWAHA).
Rangkaian agenda tersebut memperlihatkan posisi Jombang sebagai ruang pertemuan berbagai elemen. Pemerintah, pesantren, pendidikan, tokoh agama, dan masyarakat bertemu dalam rangkaian kegiatan tersebut.
Di tengah Muktamar NU yang menjadi perhatian publik nasional, Zulkifli Hasan membawa isu yang lebih konkret. Ia mendorong pesantren mengambil bagian dalam membangun kemandirian pangan dan ekonomi umat.
Tantangannya bukan sekadar membangun program. Pemerintah juga perlu memastikan gagasan tersebut menghasilkan kegiatan produktif.
Kegiatan itu diharapkan mampu memperkuat ekonomi masyarakat dari tingkat akar rumput.
Dengan demikian, kehadiran Menko Pangan Zulkifli Hasan di Jombang tidak berhenti pada agenda seremonial Muktamar ke-35 NU.
Ia juga menjadi bagian dari upaya mempertemukan agenda ketahanan pangan pemerintah dengan potensi pesantren. Pesantren memiliki kekuatan sosial dan ekonomi yang besar bagi bangsa.
(Ahmad Royani, S.H.I)

