NU MEDIA JATI AGUNG

NU MEDIA JATI AGUNG
Logo NU Jatiagung

NU Jatiagung - Situs Resmi

Umrah Terancam, 58.873 Jamaah RI Tertahan

Umrah Terdampak Konflik Timur Tengah

Jakarta, NU Media Jati Agung–Umrah terdampak situasi mencekam di Timur Tengah setelah serangan udara Amerika-Israel terhadap Iran memicu eskalasi konflik regional.

Akibatnya, sejumlah bandara ditutup dan banyak penerbangan ke serta dari kawasan tersebut dibatalkan.

Kondisi ini membuat 58.873 jamaah umrah asal Indonesia terancam tidak dapat segera kembali ke Tanah Air.

Berdasarkan data Sistem Komputerisasi Pengelolaan Umrah dan Haji Khusus (SISKOPATUH), saat ini sebanyak 58.873 jamaah umrah Indonesia masih berada di Arab Saudi.

Pemerintah terus memantau perkembangan situasi demi memastikan keselamatan seluruh jamaah.

Pemerintah Imbau Jamaah Tetap Tenang

Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Haji dan Umrah RI, Puji Raharjo, mengonfirmasi bahwa pemerintah melakukan monitoring intensif terhadap dinamika regional tersebut.

“Kami mengimbau kepada seluruh jemaah umrah agar tidak panik. Tetap tenang dan terus berkoordinasi dengan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) masing-masing untuk memperoleh informasi resmi dan terkini,” ujar Puji Raharjo dalam keterangan tertulis Biro Humas Kementerian Haji dan Umrah RI di Jakarta, Sabtu (28/2/2026) malam WIB.

Selain itu, Puji menegaskan bahwa keselamatan jamaah menjadi prioritas utama pemerintah.

Oleh karena itu, pihaknya terus berkoordinasi dengan Kantor Urusan Haji (KUH), KJRI Jeddah, serta KBRI Riyadh agar setiap perkembangan di lapangan dapat segera ditindaklanjuti.

“Kemenhaj terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan keamanan dan keselamatan jemaah umrah Indonesia tetap menjadi prioritas utama,” tegasnya.

Gambar Artikel

Serangan Amerika-Israel Picu Eskalasi

Sementara itu, konflik memanas setelah Amerika bersama Israel melancarkan serangan ke Iran pada Sabtu (28/2/2026).

Serangan tersebut menewaskan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Khamenei.

Setelah itu, Iran membalas serangan tidak hanya ke Israel, tetapi juga ke negara-negara yang menampung pangkalan militer Amerika Serikat.

Negara yang terdampak antara lain Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Qatar. Eskalasi ini memicu kekhawatiran luas di kawasan Timur Tengah.

Maskapai Batalkan Penerbangan

Akibat situasi tersebut, sejumlah maskapai internasional langsung membatalkan atau menangguhkan penerbangan ke wilayah Timur Tengah. Langkah ini mereka ambil demi menjaga keselamatan operasional dan penumpang.

Beberapa maskapai yang mengumumkan penangguhan penerbangan meliputi Aegean Airlines, Air Algerie, Air France, Air India, British Airways, Cathay Pacific, Etihad, Emirates, Finnair, Garuda Indonesia, Iberia, Indigo, Japan Airlines, KLM, Lufthansa, Norwegian, Oman Air, Pakistan International Airlines, Qatar Airways, Scandinavian Airlines, Swiss International Air Lines, Turkish Airlines, Virgin Atlantic, dan Wizz Air.

Dengan pembatalan tersebut, ribuan jamaah umrah Indonesia berpotensi mengalami penundaan kepulangan.

Namun demikian, pemerintah terus melakukan koordinasi agar proses pemulangan dapat berjalan aman dan terkendali sesuai perkembangan situasi. (ARIF)