Trump Sebut Dialog dengan Xi Sukses Besar di Korsel
Korsel, NU Media Jati Agung– Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyebut dialog dengan Xi sebagai “kesuksesan besar” setelah ia bertemu langsung dengan Presiden China Xi Jinping di Korea Selatan.
Kedua pemimpin dunia itu mengadakan pertemuan di Pangkalan Udara Gimhae, Busan, pada Kamis (30/10/2025) pagi waktu setempat, saat ketegangan perang dagang antara AS dan China memuncak.
Pertemuan itu berlangsung tertutup selama satu jam empat puluh menit. Setelah selesai, Trump dan Xi memilih tidak memberi komentar kepada media.
Trump segera meninggalkan Korsel dengan pesawat kepresidenan Air Force One, sedangkan Xi naik ke limusinnya di luar lokasi pertemuan.
Trump Sebut Pertemuan Berlangsung Luar Biasa
Dalam pernyataannya di dalam Air Force One, Trump menyebut hasil dialog dengan Xi itu sebagai “kesuksesan besar.”
“Saya pikir itu pertemuan yang luar biasa,” kata Trump.
“Banyak hal yang kami bawa ke tahap finalisasi (dalam pembicaraan di Busan),” sebutnya.
Trump menegaskan rencananya untuk mengunjungi China pada April tahun depan guna melanjutkan pembicaraan.
“Saya akan pergi ke China pada April dan dia akan datang ke sini beberapa waktu setelah itu, entah di Florida, Palm Beach, atau Washington DC,” ujar Trump.
Bahas Tarif dan Logam Tanah Jarang
Trump juga menjelaskan bahwa pembicaraannya dengan Xi menghasilkan sejumlah kesepakatan penting. Ia menegaskan adanya kesepakatan pemangkasan tarif fentanyl serta perjanjian pasokan logam tanah jarang yang berlaku satu tahun dan bisa diperpanjang.
Pemerintah Beijing sebelumnya mengumumkan pembatasan ekspor logam tanah jarang, sektor yang China kuasai secara dominan.
“Semua logam tanah jarang telah diselesaikan, dan itu untuk dunia,” kata Trump.
Ia menambahkan bahwa para pihak dapat menegosiasikan ulang kesepakatan itu setiap tahun. Trump juga memuji Xi sebagai “pemimpin yang luar biasa dari negara yang sangat kuat.”
“Mengenai fentanyl, kami sepakat bahwa dia akan bekerja sangat keras untuk menghentikan alirannya… Saya mengenakan tarif 20 persen kepada China karena masuknya fentanyl… dan berdasarkan pernyataannya hari ini, saya akan menguranginya sebesar 10 persen,” ujarnya.
Trump menyampaikan bahwa kesepakatan itu juga mencakup pembelian besar-besaran kedelai dan produk pertanian oleh China.
Taiwan Tak Dibahas dalam Dialog
Trump menegaskan bahwa isu Taiwan sama sekali tidak menjadi pembahasan dalam pertemuan tersebut.
“(Taiwan) Tidak pernah muncul (dalam pembicaraan). Itu sebenarnya tidak dibahas,” ujarnya.
Sepakat Kerja Sama Akhiri Perang Ukraina
Selain isu ekonomi, Trump menyebut dirinya dan Xi sepakat untuk bekerja sama dalam mencari solusi atas konflik Ukraina.
“Ukraina muncul sangat kuat (dalam pembicaraan). Kami telah membicarakannya cukup lama, dan kami berdua akan bekerja sama untuk melihat apakah kami bisa mewujudkan sesuatu,” ucap Trump.
“(Xi) Akan membantu kita, dan kita akan bekerja sama terkait Ukraina,” imbuhnya.
Hingga kini, otoritas China belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait hasil pertemuan antara kedua pemimpin tersebut. (ARIF)

