Lompat ke konten utama

NU MEDIA JATI AGUNG

NU MEDIA JATI AGUNG
Logo NU Jatiagung

NU Jatiagung - Situs Resmi

01 / 01

Shalat Istisqa di Lampung, Gubernur Ajak Warga Muhasabah

 

Shalat Istisqa Digelar di Lapangan Korpri Lampung

LAMPUNG, NU Media Jati Agung — Shalat Istisqa digelar Pemerintah Provinsi Lampung di Lapangan Korpri, Kompleks Kantor Gubernur Lampung, Kamis (10/9/2026).

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung Zulkarnain turut menghadiri doa bersama tersebut.

Pemerintah Provinsi Lampung menggelar kegiatan itu sebagai ikhtiar bersama untuk memohon turunnya hujan sebagai rahmat Allah SWT.

Selain itu, jamaah juga memanjatkan doa untuk keselamatan dan keberkahan masyarakat Lampung di tengah kemarau berkepanjangan serta kondisi erupsi Gunung Anak Krakatau.

Kegiatan tersebut mengusung tema

ā€œMari Tundukkan Hati, Bersama dalam Doa, Memohon Turunnya Hujan sebagai Rahmat, serta Keselamatan dan Keberkahan bagi Kita Semua.ā€

Pejabat dan Tokoh Agama Hadiri Kegiatan

Sejumlah pejabat dan tokoh masyarakat menghadiri kegiatan tersebut.

Mereka antara lain Gubernur Lampung, Ketua TP PKK Provinsi Lampung, Sekretaris Daerah Provinsi Lampung beserta Ketua DWP Provinsi Lampung, Kapolda Lampung, Kepala BIN Daerah Provinsi Lampung, jajaran TNI dan instansi vertikal.

Selain itu, hadir Kepala Bidang Pendidikan Agama dan Pendidikan Agama Islam Kanwil Kemenag Lampung, Forkopimda, Ketua MUI Provinsi Lampung, Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Lampung, Ketua FKUB Provinsi Lampung, pimpinan organisasi dan lembaga keagamaan, alim ulama, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta jamaah.

Gubernur Lampung Ajak Masyarakat Muhasabah

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengatakan masyarakat Lampung sedang menghadapi ujian berupa erupsi Gunung Anak Krakatau dan kemarau panjang.

Dampak Kemarau Mulai Dirasakan Masyarakat

ā€œBeberapa waktu ini kita merasakan bersama, daerah kita, Provinsi Lampung yang kita cintai ini sedang diuji dengan erupsi Gunung Anak Krakatau dan juga kemarau yang panjang,ā€ ujar Gubernur.

Menurut Gubernur, kondisi tersebut mulai memengaruhi kehidupan masyarakat.

Sumber air mulai mengering, pasokan air untuk lahan pertanian berkurang, sementara debu dan panas ekstrem juga dapat mengganggu kesehatan serta aktivitas sehari-hari.

Karena itu, Gubernur mengajak masyarakat menjadikan kondisi tersebut sebagai momentum untuk melakukan muhasabah dan introspeksi diri.

ā€œDalam Islam, tentunya musibah kekeringan ini bukan hanya fenomena alam biasa. Ini adalah saatnya kita semua untuk bermuhasabah, untuk introspeksi diri,ā€ katanya.

Pemerintah Terus Lakukan Ikhtiar

Mirzani mengatakan pemerintah bersama berbagai pihak telah melakukan sejumlah ikhtiar.

Upaya tersebut mencakup mitigasi aktivitas Gunung Anak Krakatau, penanganan kekeringan dan kebakaran, serta penyampaian informasi dan imbauan kepada masyarakat untuk menjaga kesehatan.

Namun, ia mengingatkan bahwa manusia memiliki keterbatasan dalam menghadapi berbagai kondisi tersebut.

Karena itu, pemerintah dan masyarakat perlu mengiringi ikhtiar dengan doa serta kepasrahan kepada Allah SWT.

ā€œSebesar apa pun ikhtiar pemerintah, sebesar apa pun ikhtiar masyarakat, sebesar apa pun ikhtiar seluruh makhluk di muka bumi ini, kita tetap memiliki keterbatasan,ā€ ujarnya.

Shalat Istisqa Jadi Momentum Perkuat Ketakwaan

Gubernur menegaskan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan memohon hujan. Menurutnya, shalat istisqa juga menjadi momentum untuk menundukkan hati, memperbanyak istighfar, memohon ampun, dan memperkuat ketakwaan kepada Allah SWT.

Gubernur Ajak Masyarakat Berdoa

ā€œMari bersama-sama dengan hati yang tulus, dengan hati yang ikhlas, tidak ada kebencian, tidak ada dendam, tidak ada hasrat, tidak ada dengki. Dengan niat tobat, dengan hati yang ikhlas, mari kita ketuk pintu langit dengan doa-doa yang tulus,ā€ ajaknya.

 

Gubernur berharap Allah SWT mengampuni dosa masyarakat, menerima taubat, serta segera menurunkan hujan yang membawa keberkahan. Ia juga berharap hujan tersebut dapat menghidupkan bumi dan memberikan manfaat bagi manusia, hewan, serta tumbuh-tumbuhan.

Kakanwil Kemenag Lampung Dorong Doa dan Ikhtiar

Kakanwil Kemenag Lampung Zulkarnain mengatakan pelaksanaan shalat istisqa menjadi bagian dari ikhtiar spiritual umat Islam ketika menghadapi kekeringan dan membutuhkan hujan.

Shalat Istisqa Mengingatkan Keterbatasan Manusia

Menurut Zulkarnain, shalat istisqa juga mengandung pesan agar manusia menyadari keterbatasannya dan menggantungkan harapan kepada Allah SWT.

ā€œShalat istisqa bukan sekadar memohon turunnya hujan, tetapi juga menjadi momentum untuk menundukkan hati, memperbanyak istighfar, memohon ampun kepada Allah SWT, dan memperkuat ketakwaan,ā€ kata Zulkarnain.

Selain berdoa, Zulkarnain mengingatkan masyarakat agar terus melakukan ikhtiar nyata. Masyarakat juga perlu mengikuti arahan pemerintah serta menjaga keselamatan dan kesehatan dalam menghadapi dampak erupsi Gunung Anak Krakatau dan kemarau.

ā€œDoa dan ikhtiar harus berjalan bersama. Kita memohon kepada Allah SWT agar hujan segera diturunkan sebagai rahmat, tetapi ikhtiar untuk menjaga keselamatan, kesehatan, dan lingkungan juga harus terus dilakukan,ā€ ujarnya.

Kemenag Ajak Masyarakat Laksanakan Shalat Istisqa

Zulkarnain menyambut ajakan Gubernur Lampung agar masyarakat melaksanakan shalat istisqa secara lebih luas di berbagai wilayah.

ā€œKami mengajak jajaran Kementerian Agama, para ulama, penyuluh agama, tokoh agama, dan masyarakat untuk bersama-sama menghidupkan doa dan shalat istisqa di masjid, mushala, pondok pesantren, serta tempat-tempat berjamaah di daerah masing-masing,ā€ tutur Zulkarnain.

Ia berharap doa bersama tersebut menjadi ikhtiar batin masyarakat Lampung dalam menghadapi kondisi yang terjadi.

Doa untuk Keselamatan Masyarakat Lampung

ā€œSemoga Allah SWT mengabulkan doa kita, menurunkan hujan yang membawa rahmat dan keberkahan, memberikan keselamatan kepada seluruh masyarakat Lampung, serta memberikan kekuatan kepada kita dalam menghadapi setiap ujian,ā€ pungkasnya.

Shalat istisqa berlangsung khidmat.

Para jamaah mengikuti rangkaian ibadah dan doa dengan penuh kekhusyukan. Mereka memohon hujan yang membawa manfaat sekaligus perlindungan bagi masyarakat dan lingkungan di Provinsi Lampung.