Sebanyak 1.252 mahasantri Ma’had Aly Lirboyo mengikuti Pendidikan Dasar Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PD-PKPNU) Angkatan XVII Tahun 2025 di Aula Muktamar Lirboyo, Kediri. Kegiatan bersejarah ini dibuka langsung oleh Ketua Umum PBNU, KH. Yahya Cholil Tsaquf (Gus Yahya).
Gus Yahya Turun Langsung Gembleng Kader Muda NU
KEDIRI, NU MEDIA JATI AGUNG, – Suasana Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, bergelora oleh semangat ribuan santri. Mereka berbaris rapi memenuhi Aula Muktamar dengan wajah berseri dan mata berbinar. Lagu Yalal Wathon dan Indonesia Raya berkumandang lantang, menggema hingga ke seluruh penjuru pesantren.
Kegiatan PD-PKPNU Angkatan XVII Tahun 2025 ini berlangsung pada 28–30 Oktober 2025. Para peserta mengikuti seluruh rangkaian dengan penuh disiplin. Mereka menyadari, momen tersebut bukan sekadar pelatihan, melainkan awal perjalanan untuk menjadi kader penggerak Nahdlatul Ulama yang tangguh dan berintegritas.
Ketua PCNU Kota Kediri, KH. Abu Bakar Abdul Jalil, menyampaikan sambutan penuh rasa bangga.
“Marhaban bihudurikum kepada Gus Yahya. Ini satu-satunya PD-PKPNU di Kota Kediri yang mendapat kehormatan dikunjungi langsung oleh Ketua Umum PBNU,” ujarnya penuh semangat.
Kehadiran Gus Yahya memberi energi besar bagi seluruh peserta. Beliau menekankan pentingnya membentuk karakter kader NU yang berpikir luas, berakhlak luhur, serta siap berkhidmah untuk bangsa dan agama. Dengan gaya khasnya yang tenang, beliau mengajak para santri memahami bahwa kaderisasi tidak sekadar formalitas, tetapi panggilan perjuangan.
Momentum Sejarah bagi Santri Lirboyo
Kegiatan PD-PKPNU kali ini menandai momentum penting dalam sejarah Ma’had Aly Lirboyo. Para tokoh nasional hadir untuk memberikan dukungan langsung terhadap proses kaderisasi tersebut.
Beberapa pengurus PBNU turut hadir, antara lain KH. Amir Ma’ruf, Wasekjen PBNU, dan KH. Masyhuri Malik, Ketua PBNU Bidang Kaderisasi. Mereka hadir bersama para instruktur dari PBNU dan PWNU Jawa Timur yang memandu setiap sesi pembelajaran.
Dari pihak pesantren, Mudir ‘Am KH. Athoillah Sholahuddin Anwar turut menyambut seluruh tamu kehormatan. Ia didampingi para mudir dan dosen Ma’had Aly Lirboyo. Kehadiran lengkap para tokoh tersebut memperkuat posisi Lirboyo sebagai pusat kaderisasi dan benteng moral Nahdlatul Ulama.
Para peserta mengikuti materi dengan penuh antusias. Setiap sesi dirancang untuk mengasah pemahaman ke-NU-an, wawasan kebangsaan, serta kemampuan berorganisasi. Dengan metode partisipatif, seluruh peserta diajak berdiskusi dan berlatih langsung tentang bagaimana menjadi penggerak di tengah masyarakat.
Menjadi Pasukan Penggerak NU
PD-PKPNU bukan sekadar forum pelatihan. Kegiatan ini menjadi ruang pembentukan karakter, mental, dan ideologi santri. Setiap peserta diajak memahami hakikat pengabdian kepada agama dan bangsa melalui peran aktif di lingkungan Nahdlatul Ulama.
Para santri yang mengikuti kegiatan ini berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Mereka belajar memadukan nilai keilmuan, akhlak, dan kepemimpinan. Tujuannya jelas: mencetak kader yang siap mengemban amanah perjuangan NU di masa depan.
Bagi mahasiswa semester VI Ma’had Aly Lirboyo, PD-PKPNU menjadi salah satu syarat kelulusan akademik tahun 2026. Dengan demikian, mereka resmi tergabung dalam Angkatan IX kaderisasi PCNU Kota Kediri.
Melalui program ini, para santri ditempa untuk:
- Memperkuat komitmen terhadap ajaran Ahlussunnah wal Jama’ah.
- Meneguhkan semangat kebangsaan dan cinta tanah air.
- Menjadi kader yang siap berjuang di tengah masyarakat.
Setiap sesi membangkitkan semangat kolektif. Para santri belajar bahwa perjuangan NU tidak berhenti di ruang kelas. Mereka harus hadir di tengah umat, membawa nilai Islam rahmatan lil ‘alamin dalam tindakan nyata.
Lirboyo, Pusat Gelora Perjuangan Santri
Kegiatan akbar ini kembali menegaskan peran Pondok Pesantren Lirboyo sebagai pusat lahirnya kader ulama dan pemimpin bangsa. Dari pesantren inilah semangat perjuangan Nahdliyyin terus menyala.
Suasana Aula Muktamar Lirboyo menjadi saksi semangat juang ribuan santri. Setiap teriakan takbir menggema bersama doa agar NU tetap kokoh di tengah perubahan zaman. Santri memahami bahwa perjuangan mereka merupakan kelanjutan dari para pendiri NU yang berjuang dengan ilmu dan akhlak.
Selain itu, kegiatan ini memperkuat jalinan antar generasi. Para alumni, pengurus, dan dosen bergandengan tangan membimbing peserta muda agar melanjutkan estafet perjuangan. Dengan demikian, kaderisasi NU tidak berhenti pada tataran formal, tetapi terus berlanjut dalam pengabdian sosial dan spiritual.
Melalui PD-PKPNU, Lirboyo kembali menunjukkan kontribusi nyatanya terhadap bangsa. Pesantren ini bukan hanya tempat menuntut ilmu, tetapi juga kawah candradimuka yang menyiapkan pemimpin masa depan.
Dengan semangat kebersamaan, seluruh peserta menutup kegiatan dengan tekad kuat. Mereka siap menjadi pasukan penggerak NU di masyarakat, di kampus, di desa, hingga di pusat pemerintahan. Semangat itu menjadi bukti bahwa Lirboyo tidak pernah berhenti mencetak pejuang Islam dan penjaga nilai kebangsaan.

