Lompat ke konten utama

NU MEDIA JATI AGUNG

NU MEDIA JATI AGUNG
Logo NU Jatiagung

NU Jatiagung - Situs Resmi

01 / 01

Pesan Prof Mukri di Musda MUI Lampung: Utamakan Kolaborasi

Musda MUI Lampung Tekankan Persatuan dan Kolaborasi Umat

Bandar Lampung, NU Media Jati Agung — Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Lampung, Prof KH Moh Mukri, menegaskan pentingnya kolaborasi antarorganisasi kemasyarakatan (ormas) Islam dalam memperkuat persatuan umat.

Ia menyampaikan pesan tersebut dalam Musyawarah Daerah (Musda) XI MUI Lampung pada 15–17 Oktober 2026 di Horison.

Musda XI mengangkat tema ā€œMeneguhkan Khidmah Ulama, Memperkuat Ketahanan Umat, dan Membangun Lampung Berkeadabanā€.

Forum ini menjadi momentum untuk memperkuat pengabdian ulama dan membangun kerja sama dalam melayani masyarakat.

Dalam sambutannya, Prof Mukri menegaskan bahwa MUI bukan ruang persaingan, melainkan rumah bersama bagi berbagai ormas Islam untuk menyatukan potensi dan memperkuat pengabdian.

ā€œPerbedaan adalah keniscayaan. Khittah MUI adalah berkumpul bersama seluruh ormas yang ada. Di MUI bukan kompetisi, tetapi kolaborasi. Apa pun yang dikerjakan sendiri tidak akan menghasilkan sesuatu yang maksimal,ā€ ungkapnya.

Prof Mukri: Perbedaan Harus Disikapi dengan Kebersamaan

Prof Mukri menjelaskan bahwa kekuatan utama MUI terletak pada kolaborasi seluruh unsur yang tergabung di dalamnya.

Semangat tersebut sejalan dengan tema Musda XI yang menempatkan khidmah ulama dan ketahanan umat sebagai agenda penting.

Ia juga menyoroti keberagaman masyarakat Lampung. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi kekayaan daerah sekaligus membutuhkan komitmen bersama untuk menjaga kerukunan dan mencegah kegaduhan sosial.

Karena itu, seluruh ormas Islam perlu membangun kesadaran untuk bekerja sama. Kepentingan umat harus menjadi prioritas dalam menghadapi berbagai persoalan yang berpotensi mengganggu keharmonisan masyarakat.

ā€œMUI merupakan payung besar tempat berteduh bagi keberagaman umat Islam. Kita ingin menghadirkan kenyamanan bagi semuanya, dengan semangat saling menghargai dan saling memanusiakan manusia,ā€ jelasnya.

Ia menambahkan, khidmah atau pengabdian ulama tidak hanya mencakup penyampaian tuntunan keagamaan.

Pengabdian tersebut juga mencakup upaya menjaga persatuan, menyelesaikan persoalan sosial, serta memperkuat nilai moral dan spiritual masyarakat.

Sekjen MUI Pusat Ingatkan Tiga Tugas Utama MUI

Sementara itu, Sekretaris Jenderal MUI Pusat, H Amirsyah Tambunan, berharap Musda XI menghasilkan kepemimpinan yang mewakili umat Islam dari berbagai unsur dan organisasi kemasyarakatan.

Menurutnya, MUI harus menjadi kekuatan pemersatu antara ulama dan umara atau pemerintah.

Sinergi tersebut penting untuk menjawab berbagai persoalan keumatan dan kebangsaan.

Amirsyah juga mengingatkan tiga tugas utama MUI, yakni khadimul ummah (pelayan umat), himayatul ummah (pelindung umat), dan shadiqul hukumah (mitra pemerintah).

MUI harus menjalankan ketiga tugas tersebut melalui program organisasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Sebagai pelayan umat, MUI perlu memberikan bimbingan dan solusi atas persoalan keagamaan.

Sebagai pelindung umat, MUI bertanggung jawab menjaga akidah, moral, dan kemaslahatan masyarakat.

Adapun sebagai mitra pemerintah, MUI diharapkan membangun kerja sama yang konstruktif dengan tetap menjaga independensi organisasi.

Melalui forum tersebut, Amirsyah berharap MUI melahirkan kepemimpinan yang inklusif, mampu merangkul seluruh elemen umat Islam, memperkuat hubungan ulama dan umara, serta mengedepankan kolaborasi demi kemaslahatan masyarakat Lampung.

Gubernur Lampung membuka Musda XI MUI Lampung melalui Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Drs. M. Firsada, yang mewakilinya.

Pimpinan MUI Provinsi Lampung dan perwakilan MUI dari 15 kabupaten dan kota turut menghadiri kegiatan tersebut.

(Ahmad Royani, S.H.I.)