Lampung Selatan– NU Media Jati Agung — Semangat warga Nahdliyin di Kecamatan Jati Agung, Lampung Selatan, semakin menyala menjelang Peringatan Hari Santri Nasional 2025.
Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Jati Agung menyiapkan perayaan besar yang akan dihadiri tokoh nasional Prof. Dr. KH. Said Aqil Siraj, MA, Ketua Umum PBNU periode 2010–2021.
Acara tersebut akan berlangsung pada Rabu, 22 Oktober 2025, bertepatan dengan 30 Rabiul Akhir 1447 Hijriah, mulai pukul 07.30 WIB di Lapangan Kantor Camat Jati Agung.
Selain memperingati Hari Santri, kegiatan ini juga menjadi momen penting bagi pelantikan 21 Ranting NU se-Kecamatan Jati Agung.
KH. Said Aqil Siraj Siap Sampaikan Pesan Kebangsaan
Kehadiran KH. Said Aqil Siraj menjadi magnet besar bagi ribuan kader NU di wilayah Jati Agung.
Panitia menjelaskan bahwa kehadiran beliau memberikan motivasi dan semangat baru bagi kader muda untuk terus berjuang di jalur dakwah, sosial, dan pendidikan.
“Kami merasa bangga bisa menghadirkan Kyai Said di tengah masyarakat Jati Agung. Kehadiran beliau memberi energi besar bagi gerakan NU di tingkat desa,” ujar salah satu pengurus MWCNU.
Panitia juga menegaskan bahwa kegiatan ini bertujuan memperkuat peran NU dalam membangun karakter santri yang mandiri, berilmu, dan berdaya saing.
Pengurus dan Warga NU Bergerak Bersama
Seluruh pengurus MWCNU Jati Agung berkomitmen menjadikan acara ini sebagai simbol kebangkitan gerakan Nahdliyin di tingkat desa.
Kepengurusan lengkap mulai dari Mustasyar, Syuriyah, Katib, A’wan, Tanfidziyah, Sekretaris, hingga Bendahara bersatu dalam satu barisan untuk menyukseskan kegiatan.

Panitia menyiapkan beragam rangkaian acara, seperti hadrah santri, pembacaan shalawat, doa bersama, serta sambutan tokoh masyarakat.
Semua elemen bergerak secara gotong royong agar peringatan Hari Santri berjalan tertib, khidmat, dan penuh makna.
“NU Jati Agung ingin memperlihatkan wajah kebersamaan. Kami ingin setiap ranting tampil aktif dan memberi manfaat bagi warga,” kata salah satu pengurus panitia.
Santri Sebagai Penjaga Nilai Kebangsaan
Bagi warga Nahdlatul Ulama, Hari Santri bukan sekadar peringatan tahunan.
Momen ini menjadi pengingat sejarah perjuangan para ulama yang mencetuskan Resolusi Jihad 22 Oktober 1945.
Dari perjuangan itulah muncul semangat cinta tanah air yang tetap hidup di hati setiap santri hingga kini.
MWCNU Jati Agung menegaskan komitmennya untuk melanjutkan perjuangan para ulama.
Melalui pelantikan 21 ranting NU, MWCNU ingin memperkuat barisan organisasi agar lebih dekat dengan masyarakat dan mampu menghadirkan solusi untuk persoalan sosial di tingkat desa.
Ajakan untuk Seluruh Masyarakat
Panitia mengundang seluruh warga Nahdliyin, jamaah majelis taklim, dan santri pondok pesantren untuk hadir dan memeriahkan acara tersebut.
“Kami mengajak seluruh warga datang bersama keluarga untuk memperingati Hari Santri dengan penuh semangat,” ujar panitia dengan antusias.
Ia menambahkan bahwa kegiatan ini akan menjadi ajang silaturahmi terbesar NU Jati Agung sepanjang tahun 2025.
“Insya Allah acara ini menjadi momentum mempererat ukhuwah islamiyah dan meneguhkan komitmen kebangsaan di tengah masyarakat,” pungkasnya. (ARF)

