Pangdam XXI Resmikan Jembatan Garuda untuk Akses Warga
Bandar Lampung, NU Media Jati Agung β Pangdam XXI resmikan Jembatan Garuda di Pringsewu untuk meningkatkan akses transportasi masyarakat di wilayah pedesaan.
Peresmian jembatan berlangsung di Kecamatan Gading Rejo, Kabupaten Pringsewu, Lampung, Senin (9/3/2026).
Pangdam XXI/Raden Inten Mayjen TNI Kristomei Sianturi meresmikan Jembatan Perintis Garuda yang menghubungkan Pekon Sukoharjo IV dengan Pekon Jogjakarta, Dusun 3.
Program pembangunan tersebut menjadi bagian dari program TNI Angkatan Darat yang menargetkan pembangunan 200 jembatan di berbagai wilayah Indonesia guna mempercepat mobilitas masyarakat.
Kristomei menjelaskan bahwa jajaran TNI melaksanakan peresmian jembatan secara serentak bersama program nasional pembangunan jembatan.
βHari ini kita melaksanakan peresmian jembatan yang dipimpin langsung oleh Bapak Kepala Staf Angkatan Darat secara serentak untuk pembangunan 200 jembatan di seluruh Indonesia,β kata Kristomei dalam keterangannya di Bandar Lampung, Senin.
Jembatan Garuda Kedua di Wilayah Kodam XXI
Kristomei menyebut jembatan di Kabupaten Pringsewu sebagai Jembatan Perintis Garuda kedua di wilayah Kodam XXI/Raden Inten.
Sebelumnya, TNI membangun jembatan serupa di Pekon Way Umbar, Kecamatan Kelumbayan, Kabupaten Tanggamus.
Jembatan tersebut memiliki panjang sekitar 80 meter dengan lebar 1,2 meter. Pemerintah mengalokasikan anggaran sekitar Rp527 juta untuk pembangunan jembatan itu.
Prajurit TNI AD dari Kodim 0424/Tanggamus memimpin proses pembangunan selama hampir satu bulan. Mereka bekerja bersama relawan Vertical Rescue Indonesia, Bhabinkamtibmas, unsur pemerintah daerah, serta masyarakat setempat.
Jembatan Garuda Dukung Akses Ekonomi dan Pendidikan
Kristomei menilai keberadaan jembatan tersebut akan mempercepat mobilitas masyarakat, terutama dalam kegiatan ekonomi dan pendidikan.
Ia juga menegaskan bahwa masyarakat dua pekon harus memanfaatkan jembatan tersebut untuk mendukung aktivitas sehari-hari.
βHarapannya masyarakat di kedua pekon bisa memanfaatkan jembatan ini untuk aktivitas perekonomian, terutama anak-anak sekolah agar aksesnya lebih cepat dan mudah,β ujarnya.
Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas menyampaikan apresiasi kepada TNI karena berhasil bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk merealisasikan pembangunan jembatan tersebut.
Ia juga menjelaskan bahwa warga sering mengalami kesulitan ketika debit sungai meningkat.
Riyanto menggambarkan kondisi warga saat banjir datang.

βKalau banjir seperti ini nyaris tidak bisa melakukan kegiatan karena sungainya meluap. Saat air surut, warga biasanya menyeberang menggunakan getek,β kata Riyanto.
Menurutnya, jembatan tersebut akan mempermudah aktivitas masyarakat dalam sektor pertanian, perikanan, peternakan, dan pendidikan.
Riyanto juga menekankan pentingnya akses transportasi bagi warga desa.
βAnak-anak yang sekolah juga lebih mudah aksesnya. Begitu juga aktivitas ekonomi warga, seperti membawa pupuk atau hasil pertanian, tidak perlu memutar jauh lagi,β ujarnya.
Warga Rasakan Perubahan Besar Setelah Puluhan Tahun
Warga setempat merasakan perubahan besar setelah puluhan tahun mengandalkan sarana penyeberangan sederhana.
Cipto Wardoyo (54), salah satu warga, mengatakan masyarakat di kawasan tersebut telah menggunakan getek untuk menyeberangi sungai sejak tahun 1980.
Ia kemudian menjelaskan kebiasaan warga ketika menyeberangi sungai.
βDulu menyeberangnya pakai getek dari bambu,β katanya.
Ia juga sering melintasi sungai tersebut ketika berdagang sangkar burung ke wilayah Pringsewu. Kehadiran jembatan baru membuat aktivitasnya jauh lebih mudah dan aman.
Cipto menegaskan bahwa jembatan tersebut memberikan kemudahan besar bagi masyarakat.
βTerima kasih sudah dibuatkan jembatan dari negara,β ujarnya.
Selain itu, pemerintah daerah bersama TNI mengajak masyarakat menjaga dan merawat jembatan tersebut agar jembatan terus memberi manfaat bagi warga dalam jangka panjang.
(Ahmad Royani, S.H.I.,)


