OMI Pesawaran Jadi Ajang Pengembangan Talenta Madrasah
Pesawaran, NU Media Jati Agung ā Kepala Bagian Tata Usaha Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung, Yan Maradonna, memantau pelaksanaan Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) tingkat Kabupaten Pesawaran di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Pesawaran, Selasa (8/9/2026).
Pemantauan itu sekaligus menjadi momentum bagi Kemenag Lampung untuk mendorong peserta didik mengembangkan potensi dan talenta mereka melalui kompetisi.
Yan Maradonna Pantau Pelaksanaan OMI
Dalam kunjungannya, Yan Maradonna meninjau sejumlah titik pelaksanaan lomba serta berinteraksi dengan peserta dan panitia.
Ia memastikan pelaksanaan kompetisi berjalan tertib sekaligus memberikan motivasi kepada para peserta yang mengikuti rangkaian OMI.
Pihaknya juga mendorong peserta mengikuti kompetisi dengan penuh semangat serta menjunjung tinggi nilai kejujuran dan sportivitas.
Menurutnya, OMI tidak semata-mata menjadi ajang untuk menentukan siapa yang menjadi juara.
Kompetisi tersebut juga menjadi bagian dari upaya madrasah menemukan sekaligus mengembangkan potensi peserta didik.
āOMI ini bukan hanya tentang menang atau kalah. Yang lebih penting adalah bagaimana anak-anak mendapatkan pengalaman, mengembangkan kemampuan, dan menunjukkan potensi terbaiknya,ā ujarnya.
OMI Pesawaran Dorong Peserta Kembangkan Kemampuan
Lebih lanjut, Yan berharap pelaksanaan OMI dapat menjadi ruang bagi peserta didik madrasah untuk mengasah kemampuan akademik maupun keterampilan lainnya.
Dari proses tersebut, ia berharap muncul talenta-talenta madrasah yang mampu mengukir prestasi pada tingkat yang lebih tinggi.
āAnak-anak yang mengikuti OMI hari ini adalah bagian dari talenta madrasah yang harus terus kita dorong dan kembangkan. Karena itu, berkompetisilah dengan baik, percaya diri, dan tetap menjaga sportivitas,ā katanya.
Selain memberikan perhatian kepada peserta, Yan juga mengapresiasi para guru dan panitia yang mendukung pelaksanaan OMI di Kabupaten Pesawaran.
Menurutnya, guru memiliki peran penting dalam mendampingi peserta sekaligus memberikan ruang bagi mereka untuk mengembangkan kemampuan sesuai dengan minat dan bakat.
OMI Kabupaten Jadi Tahapan Menuju Kompetisi Berikutnya
Pelaksanaan OMI tingkat kabupaten/kota menjadi salah satu tahapan penting sebelum peserta terbaik melanjutkan kompetisi ke tingkat berikutnya.
Karena itu, proses seleksi dan pelaksanaan kompetisi perlu berlangsung secara objektif, transparan, dan berintegritas.
Lebih lanjut, Yanmar, sapaan akrab Yan Maradonna, menegaskan bahwa prestasi peserta didik tidak lahir secara instan.
Menurutnya, peserta membutuhkan pembinaan secara berkelanjutan. Selain itu, satuan pendidikan juga perlu memberikan dukungan serta menciptakan lingkungan belajar yang memberi kesempatan kepada peserta didik untuk terus berkembang.
āTalenta itu harus ditemukan, kemudian dibina dan diberikan ruang untuk berkembang. OMI menjadi salah satu momentum untuk melihat potensi-potensi tersebut,ā ujarnya.
Peserta Diminta Tidak Berhenti Setelah OMI
Lebih lanjut, Yan berharap semangat berkompetisi yang tumbuh melalui OMI tidak berhenti setelah perlombaan selesai.
Peserta yang belum berhasil meraih juara tetap dapat menjadikan pengalaman tersebut sebagai bagian dari proses belajar.
Karena itu, ia mendorong mereka terus meningkatkan kemampuan dan mempersiapkan diri menghadapi kesempatan berikutnya.
Sementara itu, peserta yang berhasil meraih prestasi juga perlu terus mengembangkan kemampuan.
Yan berpesan agar mereka tidak cepat berpuas diri dan tetap mempersiapkan diri menghadapi kompetisi pada jenjang yang lebih tinggi.
Pada akhirnya, pelaksanaan OMI yang kompetitif dan berintegritas diharapkan semakin memperkuat peran madrasah dalam melahirkan generasi berprestasi.
Selain unggul secara akademik, peserta didik juga diharapkan memiliki karakter, sportivitas, dan kepercayaan diri dalam menghadapi berbagai tantangan. (ARIF)

