Lampung Timur, NU Media JAti Agung – Tim SAR gabungan mencari nelayan hilang di perairan Kuala Penet, Lampung Timur, sejak Selasa (28/1/2026).
Pencarian ini melibatkan seorang nelayan bernama Santika (30), warga Pandeglang, Banten. Korban terjatuh saat melaut di wilayah Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung.
Peristiwa tersebut terjadi di Perairan Sekopong, Kuala Penet. Saat itu, Santika mencari ikan bersama kapal nelayan KM Doa Ibu.
Setelah menerima laporan kejadian, tim SAR gabungan langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan pencarian.
Kronologi Nelayan Terjatuh dari Kapal
Kepala Pos SAR Bakauheni Rezie Kuswara menjelaskan kronologi awal kejadian saat korban berada di atas kapal. Ia menyampaikan informasi tersebut saat dihubungi dari Lampung Selatan.
“Iya benar, telah terjadi kecelakaan laut yang mengakibatkan salah seorang nelayan dinyatakan hilang di perairan Kuala Penet, atas kejadian itu tim SAR gabungan langsung melakukan proses pencarian,” kata dia.
Ia mengatakan kejadian tersebut berlangsung pada Selasa sekitar pukul 10.00 WIB. Saat itu, tiga anak buah kapal KM Doa Ibu tengah melakukan lego jangkar untuk membersihkan jaring.
“Korban atas nama Santika berada di buritan kapal sedang memasak, saat itu rekan korban yang sedang membersihkan jaring melihat korban terjatuh,” ujarnya.
Proses Pencarian Terkendala Cuaca Buruk
Tim SAR gabungan terus menyusuri area perairan Kuala Penet dengan menggunakan satu kapal milik Basarnas dan bantuan kapal nelayan setempat.
Namun, kondisi cuaca kurang bersahabat sehingga menyulitkan proses pencarian.
Ia menjelaskan tim menghadapi kendala berupa cuaca buruk dan ombak besar yang menghambat pergerakan armada di laut.
Meski demikian, tim tetap melanjutkan pencarian secara maksimal di sekitar lokasi korban terjatuh.
Setelah kejadian tersebut, rekan korban langsung melakukan upaya pencarian awal secara mandiri. Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil.
“Selanjutnya rekan korban melaporkan kejadian tersebut kepada pembina nelayan serta Pos Pol Air Kuala Penet, dan pembina nelayan menyampaikan kepada Pos SAR Bakauheni dan langsung dilakukan pencarian,” ucap dia.
(Ahmad Royani, S.H.I)

