Lailatul Ijtima’ MWCNU Jati Agung Perkuat Organisasi dan Bahas Program Strategis
Lampung Selatan, NU Media Jati Agung—Lailatul Ijtima’ MWCNU Jati Agung kembali digelar untuk kedua kalinya di Gedung Sentral Keluarga Besar Nahdlatul Ulama, Jalan Kotabaru, Dusun Sri Mukti, Desa Sinar Rejeki, Kecamatan Jati Agung, Ahad malam Senin Pon (14/6/2026).
Selain menjadi ajang silaturahmi dan penguatan ukhuwah Nahdliyin, forum tersebut juga menghasilkan berbagai keputusan penting mulai dari pembangunan kantor, pembentukan Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI), kaderisasi NU, hingga persiapan akreditasi organisasi.
Hadir dalam kegiatan tersebut Mustasyar MWCNU Jati Agung Abah Yai Muhammad Ishar dan Abah Yai Muhammad Sulhi, Ketua Tanfidziyah MWCNU Jati Agung Kyai Ahmad Ansori, Ketua UPZISNU Jati Agung Kyai Sukriyanto, Wakil Rois Syuriah Kyai Samroni, Kyai Abdul Roziq, Sekretaris MWCNU Jati Agung Ustadz Nur Rohim, Ketua PAC GP Ansor Jati Agung Sahabat Wariyanto, Rois Syuriah PRNU Jatimulyo H. Zaenal, S.H.I., M.A., serta Ketua Tanfidziyah PRNU Jatimulyo Ustadz Nurrohman.
Rangkaian Acara Berlangsung Khidmat
Sekretaris MWCNU Jati Agung, Ustadz Nur Rohim, membuka kegiatan yang berlangsung penuh kekhidmatan tersebut.
Selanjutnya, peserta mengikuti pembacaan Lagu Indonesia Raya, Mars Syubbanul Wathan, tawasul, sambutan, istighotsah, doa, dan penutup.
Pada kesempatan itu, Wakil Rois Syuriah MWCNU Jati Agung, Kyai Samroni, memimpin pembacaan tawasul sebelum memasuki agenda utama.
Kyai Ahmad Ansori Ajak Nahdliyin Istiqamah
Sementara itu, Ketua Tanfidziyah MWCNU Jati Agung, Kyai Ahmad Ansori, mengajak seluruh pengurus dan jamaah untuk terus menjaga semangat kebersamaan serta istiqamah dalam menjalankan tradisi organisasi.
“Alhamdulillah kita kembali bertatap muka dalam rangkaian kegiatan Lailatul Ijtima’ yang kedua, mudah mudahan kita senantiasa Diistiqomahkan oleh Allah SWT,” ujar Kyai Ahmad Ansori.
Selain itu, pihaknya mengingatkan pentingnya memperbanyak sholawat sebagai bentuk kecintaan kepada Rasulullah SAW.
“Semangat membacakan sholawat karena Sholawat itu kembali kepada kita. Dan semoga kita di akui Umatnya Kanjeng Nabi Muhammad SAW,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia berharap kegiatan Lailatul Ijtima’ yang telah menjadi kesepakatan bersama dapat terus berjalan secara istiqamah.
“Mudah mudahan kesepakatan kita mengenai Lailatul Ijtima’ ini terus dan semoga kita terus bisa Istiqomah,” tegasnya.
Shadaqah Mengalir untuk Pemasangan Keramik Kantor MWCNU
Salah satu kabar menggembirakan dalam kegiatan tersebut adalah bertambahnya dukungan Keluarga Besar Nahdlatul Ulama untuk pembangunan Kantor MWCNU Jati Agung.
Pada kesempatan itu, Kyai Ahmad Mubarok selaku A’wan MWCNU Jati Agung menyerahkan shadaqah berupa satu dam pasir atau satu rit serta uang tunai Rp100 ribu.
Sementara itu, Rois Syuriah PRNU Jatimulyo H. Zaenal memberikan bantuan 20 sak semen dan uang tunai Rp100 ribu.
Selain itu, sejumlah donatur lainnya turut memberikan kontribusinya, yakni Kyai Ahmad Ansori Rp 280 ribu, Bapak Sudarwan Rp 50 ribu, Bapak Karjilan Rp 50 ribu, Bapak Suminta Rp 50 ribu, Ustadz Nurrohman Rp 100 ribu, Mbah Yai Muhammad Sulhi Rp 50 ribu, Bapak Johansyah Rp 50 ribu, Bapak Sayid Rp 50 ribu, serta partisipasi dari Ketua PAC GP Ansor Jati Agung Sahabat Wariyanto Rp 100 ribu dan juga H Syaifulloh 500 ribu.
Pengurus MWCNU Jati Agung menyampaikan apresiasi kepada seluruh muhsinin yang telah membantu pembangunan kantor organisasi.
Saat ini, material berupa pasir, semen, dan keramik telah tersedia. Selain itu, kas MWCNU yang tersimpan di rekening mencapai sekitar Rp1,8 juta.
Pengurus pun menargetkan pemasangan keramik dimulai pada Rabu, 17 Juni 2026.
MWCNU Jati Agung Siapkan Pembentukan RMI
Dalam sambutannya, Kyai Ahmad Ansori juga menyampaikan hasil koordinasi dengan PCNU Lampung Selatan terkait pertemuan MWCNU se-Kabupaten Lampung Selatan yang telah dilaksanakan di Masjid Safinatunnajah.
Menurutnya, salah satu agenda utama yang akan dibahas adalah pembentukan Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI NU).
“Jati Agung ini booming-nya luar biasa, namun jangan hanya suaranya saja. Intinya kita akan membentuk RMI, supaya untuk menangkis isu-isu terkini mengenai pondok pesantren,” jelas Kyai Ahmad Ansori.
Karena itu, ia berharap seluruh pondok pesantren di bawah naungan Nahdlatul Ulama dapat semakin terhubung dan bersinergi.

Tradisi Lailatul Ijtima’ Terus Digalakkan
Selain membahas kelembagaan, Kyai Ahmad Ansori mengajak seluruh warga Nahdliyin untuk terus menghidupkan tradisi Lailatul Ijtima‘ yang selama ini menjadi salah satu sarana memperkuat ukhuwah.
“Nah mengenai Lailatul Ijtima’ malam Senin Pon ini mari kita galakkan terus karena se-Lampung Selatan baru tiga MWCNU,” katanya.
Menurutnya, konsistensi kegiatan tersebut menjadi modal penting dalam menjaga soliditas organisasi hingga tingkat ranting.
Jati Agung Diproyeksikan Jadi Tuan Rumah Pertemuan Rois Syuriah
Kyai Ahmad Ansori juga mengungkapkan bahwa Jati Agung berpeluang menjadi tuan rumah pertemuan Rois Syuriah se-Kabupaten Lampung Selatan dalam beberapa bulan mendatang.
“Kemudian mengenai kumpulan Rois Syuriah se-Lampung Selatan akan digelar di Jati Agung dalam beberapa bulan ke depan,” ungkapnya.
Menurutnya, agenda tersebut menjadi kehormatan sekaligus peluang untuk menunjukkan perkembangan organisasi Nahdlatul Ulama di Kecamatan Jati Agung.
Kaderisasi Menjadi Fokus Utama
Selain pembangunan fisik, forum tersebut juga menyoroti pentingnya kaderisasi sebagai pondasi keberlanjutan organisasi.
“PD-PKP NU oleh PCNU Lampung Selatan, diserukan bulan 11 ke depan MWCNU Jati Agung itu juga akan mengawali, InsyaAllah bulan September ,” ujarnya.
Karena itu, MWCNU Jati Agung akan mendorong setiap ranting untuk mengirimkan kader terbaiknya.
“Nanti setiap ranting akan kita himbau agar mendaftarkan calon kader tiap desa itu masing-masing lima orang,” tambahnya.
Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat kualitas sumber daya manusia Nahdlatul Ulama di tingkat desa hingga kecamatan.
Program Digdaya dan Persiapan Akreditasi Organisasi
Lebih, Kyai Ahmad Ansori menjelaskan bahwa Program Digdaya yang berkaitan dengan administrasi organisasi kini telah terhubung langsung dengan sistem PBNU.
“Kemudian mengenai Program Digdaya perihal surat menyurat, ini tidak lagi bisa di scan karena langsung online ke PBNU. Maka harus dirapihkan,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan masih terdapat tujuh anggota MWCNU Jati Agung yang belum mengikuti PD-PKP NU.
“Kemudian dari total 45 anggota MWCNU itu masih ada total 7 anggota yang belum PD-PKP NU maka dihimbau agar mengikuti tahun ini,” katanya.
Selain itu, ia menyampaikan bahwa PCNU Lampung Selatan akan melakukan peninjauan terhadap Gedung MWCNU Jati Agung sebagai bagian dari proses penguatan kelembagaan dan akreditasi organisasi.
“Terakhir Gedung MWCNU akan ditinjau oleh PCNU Lamsel, maka ketika akan ada kunjungan kantor jangan sampai kosong. Artinya rencana kita sudah terdengar oleh PCNU Lamsel Alhamdulillah,” pungkasnya.
Istighotsah dan Doa Menjadi Penutup Kegiatan
Setelah seluruh agenda organisasi selesai, Mustasyar MWCNU Jati Agung, Mbah Yai Muhammad Ishar, memimpin istighotsah bersama seluruh jamaah yang hadir.
Kemudian, Mustasyar MWCNU Jati Agung, Mbah Yai Muhammad Sulhi, memimpin doa penutup yang menandai berakhirnya rangkaian Lailatul Ijtima’ kedua MWCNU Jati Agung.
Melalui kegiatan tersebut, MWCNU Jati Agung kembali menegaskan komitmennya untuk merawat tradisi, memperkuat organisasi, meningkatkan kualitas kader, serta memberikan pelayanan terbaik kepada umat. (ARIF)

