Jalan Rusak Kotabaru Lampung Kian Parah di Perbatasan
Lampung Selatan, NU Media Jati Agung – jalan rusak Kotabaru Lampung sepanjang kurang lebih 2 kilometer yang menghubungkan Desa Purwotani, Lampung Selatan dengan Desa Sindanganom, Lampung Timur kini mengalami kerusakan berat. Selain itu, kondisi jalan di wilayah Kotabaru bagian timur tersebut sudah tidak memiliki permukaan rata sehingga menyerupai lintasan offroad.
Aspal lama pada ruas jalan tersebut sudah hilang sepenuhnya. Akibatnya, jalan menyisakan lubang besar serta kubangan lumpur yang membahayakan pengendara yang melintas setiap hari.
Keluhan Warga dan Risiko Kecelakaan
Warga yang melintas di jalan rusak Kotabaru Lampung harus meningkatkan kewaspadaan. Bahkan, kondisi jalan yang bergelombang dan licin sering menyebabkan kendaraan kehilangan keseimbangan.
Ikhsan, salah satu warga setempat, menjelaskan kondisi tersebut sebelum menyampaikan keluhannya.
βKalau lewat sini pasti βgoyangβ, jalannya bergelombang dan licin. Sudah sering ada yang jatuh juga,β ujar Ikhsan pada Sabtu (4/4/2026).
Ketidakjelasan Kewenangan Perbaikan
Selain kondisi fisik jalan yang rusak, warga juga menghadapi ketidakjelasan terkait pihak yang bertanggung jawab atas perbaikan. Hal ini terjadi karena lokasi jalan berada di perbatasan dua kabupaten.
Ikhsan mengaku sudah lama menyampaikan keluhan kepada pihak terkait. Namun demikian, hingga kini belum ada kepastian dari pemerintah.
βIya, kami paham ada kewenangan masing-masing. Tapi jangan sampai kami yang jadi bingung. Kemana pejabat yang punya tanggung jawab? Apa tidak tahu kalau jalan ini rusak parah?,β keluhnya.
Kerusakan Jalan Terjadi Sejak Lama
Kerusakan jalan rusak Kotabaru Lampung ternyata sudah berlangsung cukup lama. Bahkan, warga menyebut kondisi tersebut tidak kunjung membaik selama bertahun-tahun.
Heriyanto, warga Desa Purwotani, menceritakan kondisi jalan yang terus memburuk dari waktu ke waktu.

βDulu pernah diaspal, tapi tidak lama rusak lagi. Dari anak pertama saya sekolah sampai sekarang anak kedua sudah lulus, kondisinya malah makin parah,β kata Heriyanto.
Dampak Ekonomi bagi Petani
Di sisi lain, jalan rusak Kotabaru Lampung juga berdampak langsung pada aktivitas ekonomi warga, khususnya petani. Jalur tersebut merupakan akses utama untuk mengangkut hasil panen setiap hari.
Nico, warga Desa Sindanganom, menjelaskan kondisi lalu lintas yang sulit dilalui kendaraan.
βKalau ada mobil dari arah berlawanan harus berhenti dulu. Jalannya miring, licin, kadang kendaraan bisa selip. Jalur yang bisa dilewati juga itu-itu saja,β beber Nico.
Selain itu, ia menegaskan bahwa puluhan kendaraan melintas setiap hari membawa hasil pertanian. Oleh karena itu, warga berharap pemerintah segera melakukan perbaikan.
βSetiap hari puluhan kendaraan bawa hasil panen lewat sini. Katanya jalan pertanian diprioritaskan, tapi di sini belum ada perbaikan. Kami tidak minta bagus, yang penting layak dilalui saja,β tutup Nico.
(Ahmad Royani, S.H.I)

