Lompat ke konten utama

NU MEDIA JATI AGUNG

NU MEDIA JATI AGUNG
Logo NU Jatiagung

NU Jatiagung - Situs Resmi

Gus Hasib Diusulkan Masuk AHWA Muktamar NU 2026

Gus Hasib Dinilai Layak Masuk AHWA Muktamar NU 2026

JOMBANG, NU Media Jati Agung β€” KH Hasib Wahab Hasbullah atau Gus Hasib diusulkan menjadi salah satu anggota Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) dalam Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang akan berlangsung di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang.

Usulan tersebut disampaikan Ketua Umum Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum (YPPBU), KH Abdurrozaq Sholeh atau Gus Rozaq. Ia menilai Gus Hasib memiliki posisi khusus karena merupakan putra KH Abdul Wahab Hasbullah, salah satu pendiri NU.

Selain itu, Gus Hasib juga menjadi bagian dari keluarga besar Bahrul Ulum yang akan menjadi tuan rumah Muktamar ke-35 NU pada 27-31 Agustus 2026.

Advertisement
Advertisement

β€œSecara prinsip, keluarga Bahrul Ulum mendorong untuk Kiai Hasib masuk sebagai salah satu anggota AHWA. Karena ini merupakan penghormatan. Satu, beliau statusnya sebagai putra pendiri, satu-satunya putra pendiri yang masih hidup dan sekaligus beliau tuan rumah (Muktamar ke-35 NU),” terang Gus Rozaq.

Keputusan AHWA Diserahkan kepada Forum Muktamar

Meski mendorong Gus Hasib masuk dalam AHWA, Gus Rozaq menegaskan bahwa keputusan akhir tetap berada di tangan forum Muktamar NU.

Advertisement
Advertisement

Sembilan anggota AHWA nantinya ditentukan berdasarkan usulan dari pengurus cabang dan pengurus wilayah NU. Para ulama yang terpilih kemudian memiliki tugas penting dalam menentukan Rais Aam PBNU.

β€œJadi wajarlah kita beri penghormatan (kepada Gus Hasib) masuk sebagai anggota AHWA. Itu tapi nanti terserah (forum muktamar). Putra pendiri NU (yang masih hidup) hanya ada di Tambakberas, Kiai Hasib Wahab Hasbullah, sudah. Yang lainnya cucu semuanya,” jelas Gus Rozaq.

Advertisement
Advertisement

Gus Hasib saat ini menjabat sebagai Ketua Majelis Pengasuh PP Bahrul Ulum. Ia merupakan putra KH Abdul Wahab Hasbullah dan Nyai Hj Rohmah Abdul Majid.

KH Abdul Wahab Hasbullah sendiri merupakan salah satu ulama pendiri NU. Ia juga telah dianugerahi gelar Pahlawan Nasional.

Advertisement
Advertisement

Gus Hasib Siap Jika Dipercaya Menjadi Anggota AHWA

Menanggapi usulan tersebut, Gus Hasib menyatakan kesiapannya apabila forum Muktamar mempercayakan dirinya menjadi anggota AHWA.

Ia menegaskan bahwa posisi tersebut akan dijalankan sebagai bentuk pengabdian.

Advertisement
Advertisement

β€œYa kalau memang diangkat, ditunjuk (menjadi anggota AHWA) ya siap sebagai pengabdian. Tapi itu keinginan dari Bahrul Ulum ya silakan, nanti saya siap,” ujar Gus Hasib.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Gus Hasib tidak mengajukan diri untuk menduduki posisi AHWA. Ia menyerahkan sepenuhnya keputusan kepada forum Muktamar ke-35 NU.

Gus Hasib Tegaskan Sikap Netral sebagai Tuan Rumah

Selain membahas usulan AHWA, Gus Hasib juga menegaskan sikapnya sebagai tuan rumah Muktamar ke-35 NU.

Ia menyatakan akan menjaga posisi netral dalam proses pemilihan pimpinan NU. Menurutnya, sebagai tuan rumah, pihaknya memiliki tanggung jawab untuk melayani seluruh peserta Muktamar.

β€œSaya sendiri ini kalau soal ketua umum siapa, mau milih condong ke mana, mendukung ke mana, saya harus netral. Karena saya tuan rumah dan sekaligus saya harus bersifat yang sifatnya ya melayani semua kiai-kiai dan sebagainya. Kalau urusan itu nanti para peserta muktamar yang berhak untuk memilih. Jadi saya ya netral, itu harus. Itu pesannya Rais Aam, Kiai Miftach. Dalam arti endak usah terlibat atau ikut-ikut untuk calon-calon ketua-ketua ini ndak usah mendukung dan sebagainya, ya netral,” tandasnya.

Sikap tersebut juga disebut sebagai pesan Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar kepada Gus Hasib. Ia diminta tidak terlibat dalam dukung-mendukung calon ketua dalam rangkaian Muktamar.

Muktamar NU 2026 Digelar di Tambakberas Jombang

Muktamar ke-35 NU dijadwalkan berlangsung pada 27-31 Agustus 2026. Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Desa Tambakrejo, Kecamatan Jombang, menjadi lokasi pelaksanaan agenda besar tersebut.

Sebagai tuan rumah, keluarga besar Bahrul Ulum terus mempersiapkan pelaksanaan Muktamar. Selain menjadi momentum organisasi, kegiatan tersebut juga menjadi bagian penting dari sejarah perjalanan NU.

Usulan Gus Hasib sebagai anggota AHWA menjadi salah satu dinamika menjelang Muktamar ke-35 NU. Namun, keputusan mengenai susunan AHWA tetap menjadi kewenangan forum Muktamar sesuai mekanisme yang berlaku.

Dengan posisi Gus Hasib sebagai putra pendiri NU yang masih hidup sekaligus tuan rumah Muktamar, usulan tersebut mendapat perhatian dari keluarga besar Bahrul Ulum. Pada akhirnya, forum Muktamar yang akan menentukan siapa saja ulama yang dipercaya mengisi sembilan kursi AHWA.

Gus Hasib Diusulkan Masuk AHWA Muktamar NU 2026

Gus Hasib Dinilai Layak Masuk AHWA Muktamar NU 2026

JOMBANG β€” KH Hasib Wahab Hasbullah atau Gus Hasib diusulkan menjadi salah satu anggota Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) dalam Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang akan berlangsung di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang.

Usulan tersebut disampaikan Ketua Umum Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum (YPPBU), KH Abdurrozaq Sholeh atau Gus Rozaq. Ia menilai Gus Hasib memiliki posisi khusus karena merupakan putra KH Abdul Wahab Hasbullah, salah satu pendiri NU.

Selain itu, Gus Hasib juga menjadi bagian dari keluarga besar Bahrul Ulum yang akan menjadi tuan rumah Muktamar ke-35 NU pada 27-31 Agustus 2026.

β€œSecara prinsip, keluarga Bahrul Ulum mendorong untuk Kiai Hasib masuk sebagai salah satu anggota AHWA. Karena ini merupakan penghormatan. Satu, beliau statusnya sebagai putra pendiri, satu-satunya putra pendiri yang masih hidup dan sekaligus beliau tuan rumah (Muktamar ke-35 NU),” terang Gus Rozaq.

Keputusan AHWA Diserahkan kepada Forum Muktamar

Meski mendorong Gus Hasib masuk dalam AHWA, Gus Rozaq menegaskan bahwa keputusan akhir tetap berada di tangan forum Muktamar NU.

Sembilan anggota AHWA nantinya ditentukan berdasarkan usulan dari pengurus cabang dan pengurus wilayah NU. Para ulama yang terpilih kemudian memiliki tugas penting dalam menentukan Rais Aam PBNU.

β€œJadi wajarlah kita beri penghormatan (kepada Gus Hasib) masuk sebagai anggota AHWA. Itu tapi nanti terserah (forum muktamar). Putra pendiri NU (yang masih hidup) hanya ada di Tambakberas, Kiai Hasib Wahab Hasbullah, sudah. Yang lainnya cucu semuanya,” jelas Gus Rozaq.

Gus Hasib saat ini menjabat sebagai Ketua Majelis Pengasuh PP Bahrul Ulum. Ia merupakan putra KH Abdul Wahab Hasbullah dan Nyai Hj Rohmah Abdul Majid.

KH Abdul Wahab Hasbullah sendiri merupakan salah satu ulama pendiri NU. Ia juga telah dianugerahi gelar Pahlawan Nasional.

Gus Hasib Siap Jika Dipercaya Menjadi Anggota AHWA

Menanggapi usulan tersebut, Gus Hasib menyatakan kesiapannya apabila forum Muktamar mempercayakan dirinya menjadi anggota AHWA.

Ia menegaskan bahwa posisi tersebut akan dijalankan sebagai bentuk pengabdian.

β€œYa kalau memang diangkat, ditunjuk (menjadi anggota AHWA) ya siap sebagai pengabdian. Tapi itu keinginan dari Bahrul Ulum ya silakan, nanti saya siap,” ujar Gus Hasib.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Gus Hasib tidak mengajukan diri untuk menduduki posisi AHWA. Ia menyerahkan sepenuhnya keputusan kepada forum Muktamar ke-35 NU.

Gus Hasib Tegaskan Sikap Netral sebagai Tuan Rumah

Selain membahas usulan AHWA, Gus Hasib juga menegaskan sikapnya sebagai tuan rumah Muktamar ke-35 NU.

Ia menyatakan akan menjaga posisi netral dalam proses pemilihan pimpinan NU. Menurutnya, sebagai tuan rumah, pihaknya memiliki tanggung jawab untuk melayani seluruh peserta Muktamar.

β€œSaya sendiri ini kalau soal ketua umum siapa, mau milih condong ke mana, mendukung ke mana, saya harus netral. Karena saya tuan rumah dan sekaligus saya harus bersifat yang sifatnya ya melayani semua kiai-kiai dan sebagainya. Kalau urusan itu nanti para peserta muktamar yang berhak untuk memilih. Jadi saya ya netral, itu harus. Itu pesannya Rais Aam, Kiai Miftach. Dalam arti endak usah terlibat atau ikut-ikut untuk calon-calon ketua-ketua ini ndak usah mendukung dan sebagainya, ya netral,” tandasnya.

Sikap tersebut juga disebut sebagai pesan Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar kepada Gus Hasib. Ia diminta tidak terlibat dalam dukung-mendukung calon ketua dalam rangkaian Muktamar.

Muktamar NU 2026 Digelar di Tambakberas Jombang

Muktamar ke-35 NU dijadwalkan berlangsung pada 27-31 Agustus 2026. Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Desa Tambakrejo, Kecamatan Jombang, menjadi lokasi pelaksanaan agenda besar tersebut.

Sebagai tuan rumah, keluarga besar Bahrul Ulum terus mempersiapkan pelaksanaan Muktamar. Selain menjadi momentum organisasi, kegiatan tersebut juga menjadi bagian penting dari sejarah perjalanan NU.

Usulan Gus Hasib sebagai anggota AHWA menjadi salah satu dinamika menjelang Muktamar ke-35 NU. Namun, keputusan mengenai susunan AHWA tetap menjadi kewenangan forum Muktamar sesuai mekanisme yang berlaku.

Dengan posisi Gus Hasib sebagai putra pendiri NU yang masih hidup sekaligus tuan rumah Muktamar, usulan tersebut mendapat perhatian dari keluarga besar Bahrul Ulum. Pada akhirnya, forum Muktamar yang akan menentukan siapa saja ulama yang dipercaya mengisi sembilan kursi AHWA.(Erwin Indra Saputra)