BPS Sebut Pertumbuhan Ekonomi Lampung Ditopang Listrik, Perdagangan, dan Industri
BANDAR LAMPUNG, NU Media Jati Agung ā Ekonomi Lampung tumbuh 5,29 persen pada triwulan II 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pertumbuhan tersebut didorong oleh peningkatan kinerja sektor pengadaan listrik dan gas, perdagangan, serta industri pengolahan.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung, Ahmadriswan Nasution, mengatakan sektor pengadaan listrik dan gas menjadi lapangan usaha dengan pertumbuhan tertinggi, yakni mencapai 10,30 persen.
“Ekonomi Provinsi Lampung triwulan II 2026 tumbuh sebesar 5,29 persen. Lapangan usaha pengadaan listrik dan gas tumbuh tertinggi sebesar 10,30 persen karena adanya peningkatan produksi listrik sebesar 8,43 persen dan penjualan listrik sebesar 13,14 persen,” ujar Ahmadriswan di Bandarlampung, Rabu (5/8/2026).
Perdagangan dan Industri Ikut Menguat
Selain sektor listrik dan gas, lapangan usaha perdagangan mencatat pertumbuhan 7,98 persen. Kenaikan ini didorong meningkatnya aktivitas ekspor dan impor, membaiknya kinerja industri, serta meningkatnya konsumsi rumah tangga.
Sementara itu, sektor industri pengolahan tumbuh 6,99 persen. Pertumbuhan tersebut dipengaruhi meningkatnya produksi industri makanan, terutama penggilingan padi, gula, dan tapioka.
Konsumsi Pemerintah Tumbuh 12,80 Persen
Dari sisi pengeluaran, konsumsi pemerintah menjadi komponen dengan pertumbuhan signifikan, yaitu 12,80 persen. Peningkatan tersebut didorong oleh realisasi berbagai program pemerintah.
Konsumsi Lembaga Non-Profit yang Melayani Rumah Tangga (LNPRT) juga meningkat 7,89 persen. Pertumbuhan ini dipengaruhi meningkatnya aktivitas lembaga sosial dan keagamaan, termasuk pelaksanaan ibadah kurban.
Di sisi lain, konsumsi rumah tangga tumbuh 4,86 persen, terutama pada kelompok pengeluaran makanan dan minuman, perumahan, rekreasi, serta barang pribadi.
Lampung Jadi Ekonomi Terkuat Kedua di Sumatera
Ahmadriswan menjelaskan, pertumbuhan ekonomi Lampung pada triwulan II 2026 menjadi yang tertinggi kedua di Pulau Sumatera setelah Kepulauan Riau yang mencatat pertumbuhan 6,99 persen.
Selain itu, Lampung memberikan kontribusi 10,14 persen terhadap perekonomian regional Sumatera.
Pertumbuhan Triwulanan dan Semester I Menguat
Secara kuartalan, ekonomi Lampung pada triwulan II 2026 tumbuh 9,03 persen dibandingkan triwulan I 2026.
Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan menjadi lapangan usaha dengan pertumbuhan tertinggi sebesar 22,40 persen. Dari sisi pengeluaran, konsumsi pemerintah meningkat 15,58 persen.
Sementara itu, pada Semester I 2026 dibandingkan Semester I 2025, ekonomi Lampung tumbuh 5,43 persen.
Pertumbuhan tertinggi berasal dari sektor penyediaan akomodasi serta makan dan minum sebesar 9,10 persen. Dari sisi pengeluaran, konsumsi pemerintah juga mencatat kenaikan tertinggi sebesar 13,28 persen.Ā (Erwin Indra Saputra)

